Sehat dan Langsing, Ini 7 Cara Menurunkan Berat Badan setelah Menyusui

Tetap utamakan kesehatan tubuh juga ya, Ma

6 Juli 2020

Sehat Langsing, Ini 7 Cara Menurunkan Berat Badan setelah Menyusui
Freepik

Saat menyusui, berbagai asupan nutrisi yang Mama dapatkan dari konsumsi makanan sebagian besar akan digunakan tubuh untuk memproduksi ASI. Nah, ketika proses menyusui sudah selesai, masalah berat badan yang kian naik pun jadi keluhan baru.

Tak sedikit para Mama kemudian memutuskan untuk melakukan berbagai cara untuk bisa menurunkan berat badan setelah selesai menyusui. Termasuk di antaranya seperti minum suplemen pelangsing, serta olahraga terus-menerus tanpa henti.

Tahukah Mama bahwa proses penurunan berat badan yang terlalu terburu-buru dan tidak sehat justru bisa mengganggu metabolisme tubuh? Oleh sebab itu, Mama perlu tahu bagaimana cara tepat dan aman untuk menurunkan berat badan setelah menyusui. 

Dirangkum Popmama.com dari berbagai sumber, berikut 7 cara menurunkan berat badan setelah menyusui yang bisa Mama lakukan.

1. Rutin olahraga

1. Rutin olahraga
Pexels/Run 4 FFWPU

Dikutip dari Livestrong, rutin melakukan olahraga dan aktivitas fisik menjadi salah satu cara utama untuk menurunkan berat badan. Termasuk bagi Mama yang selesai menyusui.

Aturan utamanya, semakin banyak aktivitas fisik yang Mama lakukan setiap harinya, semakin banyak pula kalori yang Mama bakar. Jika Mama tak bisa pergi ke gym, tetap lakukan aktivitas fisik misalnya dengan naik turun tangga, parkir lebih jauh supaya bisa jalan kaki atau bersepeda.

Untuk mendapatkan manfaat ekstra penurunan berat badan dan menjaga kesehatan jantung, American College of Sports Medicine merekomendasikan Mama untuk melakukan olahraga dengan intensitas sedang selama 30 menit per hari. Lakukan setidaknya 3-5 kali per minggu.

2. Atur porsi dan menu makan

2. Atur porsi menu makan
Freepik

Hal lain yang juga tak kalah penting saat Mama hendak menurunkan berat badan adalah dengan lebih memerhatikan porsi serta pilihan menu makan. Perhatikan jumlah kalori makanan yang Mama konsumsi.

Fokus pada konsumsi setidaknya lima porsi buah dan sayuran setiap hari. Perubahan ini tidak hanya akan mengurangi kalori, tetapi juga akan meningkatkan asupan serat dan nutrisi mama agar bisa kenyang lebih lama.

Tingkatkan asupan cairan dengan memperbanyak minum air putih dan mengurangi minuman berkalori tinggi seperti soda atau kopi. Pilihlah menu makanan yang terdiri dari protein dan biji-bijian, ini juga akan membantu Mama supaya bisa kenyang lebih lama.

Editors' Picks

3. Hindari diet ketat

3. Hindari diet ketat
Pixabay/TeroVesalainen

Berikan waktu bagi metabolisme dan hormon tubuh supaya bisa lebih terkontrol, jangan terburu-buru untuk bisa turun berat badan secara cepat. Terutama dengan sembarangan diet ketat.

Diet ketat, misalnya dengan melewatkan waktu makan atau sengaja membuat tubuh terus-menerus lapar, justru bisa mengganggu keseimbangan metabolisme. Akibatnya, tubuh jadi mudah lelah dan Mama bahkan berisiko pingsan.

Hanya mengonsumsi pil atau minuman lain yang diklaim bisa cepat menurunkan berat badan tanpa rutin olahraga juga justru bisa membuat tubuh kehilangan massa otot.

4. Minum teh hijau

4. Minum teh hijau
Freepik

Teh hijau atau green tea dikenal manfaatnya untuk membantu meningkatkan metabolisme tubuh dan membantu menurunkan berat badan. Beberapa peneliti mengungkapkan kuncinya adalah pada kandungan EGCG (Epigallocatechin gallate) yang dimiliki oleh teh hijau.

EGCG diyakini membantu tubuh membakar ekstra 70 kalori per harinya. Selain itu, teh hijau juga dikenal dapat meningkatkan kadar antioksidan dalam tubuh. Jenis antioksidan katekin yang dimilikinya mampu meningkatkan metabolisme dan membakar lemak lebih banyak.

5. Setop camilan manis dan asin secara berlebihan

5. Setop camilan manis asin secara berlebihan
Freepik/Maksymiv_yu

Makan camilan memang penting guna menjaga tubuh agar tetap kenyang di sela waktu makan dan supaya tidak kalap di waktu makan utama, tetapi fungsi ini bisa berkurang jika jenis camilan yang dipilih justru berkalori tinggi.

Misalnya jika Mama memilih camilan yang manis atau asin secara berlebihan, seperti cake, cookies, minuman soda, fast food, serta minuman kemasan lainnya.

Supaya perut tetap kenyang lebih lama, asupan nutrisi tetap terpenuhi serta terhindari dari asupan kalori berlebih, sebaiknya pilih jenis camilan yang alami seperti buah potong. Mama bisa memilih buah seperti semangka, melon, apel, pir atau mangga.

6. Siapkan masakan sendiri di rumah

6. Siapkan masakan sendiri rumah
Pexels/Rawpixel.com

Tahukah Mama bahwa terlalu sering makan di luar rumah juga berpotensi membuat berat badan mudah naik? Ya, ini karena banyaknya pilihan dan kurang terawasinya jenis bahan makanan yang dipakai untuk memasak.

Terlebih pada Mama yang baru saja selesai menyusui, keinginan untuk pergi ke luar rumah untuk sekadar jalan-jalan pun bisa membuat frekuensi makan di restoran kian meningkat.

Hati-hati, Ma, kebiasaan ini diam-diam bisa membuat upaya mama untuk bisa turun berat badan setelah melahirkan jadi lebih sulit.

Sebisa mungkin sediakan waktu luang untuk memasak di rumah dan siapkan bekal saat hendak bekerja. Memasak membuat Mama bisa lebih ketat dalam mengatur porsi, bahan masakan yang digunakan serta teknik pengolahannya.

7. Jangan terlalu memaksakan diri

7. Jangan terlalu memaksakan diri
Freepik

Semakin Mama berupaya terlalu keras untuk menurunkan berat badan secara cepat, prosesnya justru akan terasa semakin sulit. Berikan waktu bagi tubuh mama untuk beradaptasi setelah menyusui, agar hormon dan metabolismenya bisa kembali efektif bekerja.

Hindari memasang target turun berat badan yang terlalu ekstrem, karena ini berisiko justru membuat tubuh mama lemah dan jadi mudah sakit.

Jika perlu, lakukan konsultasi dengan dokter atau ahli gizi supaya program penurunan berat badan yang Mama lakukan lebih terkontrol, ya.

Demikian beberapa tips cara menurunkan berat badan setelah menyusui yang bisa Mama coba lakukan. Jangan lupa untuk tidak terburu-buru dan berikan waktu sejenak untuk beradaptasi setelah proses menyusui.

Semoga tips di atas bermanfaat ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.