Kapan Sebenarnya Mama Boleh Jongkok Setelah Melahirkan Normal?

Perhatikan kondisi jahitan dan kenyamanan Mama, ya

21 Juli 2019

Kapan Sebenar Mama Boleh Jongkok Setelah Melahirkan Normal
Freepik/Katemangostar

Setelah melahirkan secara normal, biasanya Mama akan menjadi lebih berhati-hati untuk melakukan aktivitas harian. Termasuk untuk duduk, berjalan, dan juga jongkok.

Sebagian masih membatasi aktivitas karena takut akan merobek luka bekas jahitan di vagina. Dengan demikian, proses adaptasi pun membutuhkan waktu yang lebih banyak.

Ya, pada saat proses melahirkan normal seringkali dilakukan tindakan episiotomi.

Dilansir Mayo Clinic, episiotomi adalah sayatan yang dibuat di perineum (jaringan antara lubang vagina dan anus) pada saat proses melahirkan.

Meskipun prosedur ini dulunya merupakan bagian rutin dari persalinan, namun kini tindakan episiotomi tidak selalu dilakukan dan disesuaikan dengan kondisi pasien.

Apabila proses melahirkan dilewati dengan tindakan episiotomi, maka setelahnya Mama perlu lebih berhati-hati dalam merawat luka bekas jahitannya. Jika tidak, maka bisa menimbulkan risiko seperti infeksi.

Nah, berikut Popmama.com rangkum informasi lengkapnya dari berbagai sumber.

1. Benarkah jongkok setelah melahirkan bisa menyebabkan prolapsis uteri?

1. Benarkah jongkok setelah melahirkan bisa menyebabkan prolapsis uteri
Freepik

Salah satu penyebeb para ibu baru takut untuk jongkok setelah melahirkan adalah prolapsis uteri. Dilansir Web MD, prolapsis uteri adalah kondisi turunnya rahim (uterus) ke liang vagina karena otot penyokongnya melemah.

Jika seorang perempuan mengalami prolapsis uteri, biasanya akan terasa ada pengganjal di vagina bagian bawah. Selain itu, ada juga rasa nyeri di pinggang atau tidak nyaman saat bergerak.

Namun demikian, perlu Mama pahami bahwa faktanya prolapsis uteri tidak disebabkan secara langsung karena jongkok setelah melahirkan.

Biasanya prolapsis uteri terjadi karena melemahnya otot dan jaringan penyangga rongga panggul. Prolapsis uteri juga bisa terjadi akibat menopause serta obesitas.

2. Memilih waktu yang tepat untuk jongkok setelah melahirkan

2. Memilih waktu tepat jongkok setelah melahirkan
Freepik/Freepic.diller

Menurut pakar kandungan dan kebidanan, Pari Ghodsi, MD, setelah melahirkan rata-rata dibutuhkan waktu sekitar 6 minggu supaya vagina bisa pulih kembali.

Dikutip dari Glamour, Ghodsi menyebutkan penting bagi perempuan untuk memberi waktu bagi sistem reproduksi (termasuk vagina) pulih setelah melahirkan.

Proses pemulihan sendiri sebenarnya berbeda-beda pada tiap perempuan, bergantung pada kondisi kesehatannya. Jadi, tidak ada patokan khusus berapa lama perempuan bisa jongkok setelah melahirkan normal.

Pada intinya, jika ingin jongkok setelah melahirkan, utamakan rasa nyaman Mama.

Apabila masih terasa sedikit nyeri, maka sebaiknya tidak dulu dipaksakan. Lakukan sesuai kebutuhan, ya.

Selain menghindari jongkok saat terasa masih nyeri, jongkok juga sebaiknya tidak dilakukan terlalu lama. Misalnya untuk buang air besar.

Jongkok terlalu lama bisa menimbulkan tekanan pada area vagina, khususnya pada bagian bekas jahitan.

Jika dibiarkan, kondisi ini bisa menimbulkan rasa nyeri. Nantinya proses penyembuhan pun akan menjadi lebih lama dari yang seharusnya.

Editors' Picks

3. Cara merawat luka bekas jahitan di vagina

3. Cara merawat luka bekas jahitan vagina
Freepik/Boggy

Tak cuma menghindari jongkok jika masih terasa nyeri, ada beberapa hal lain yang juga bisa dilakukan guna merawat luka bekas jahitan di vagina setelah melahirkan, Ma. Beberapa di antaranya yaitu:

  • Selalu menjaga kebersihan area vagina

Upayakan untuk selalu menjaga kebersihan di area vagina. Bersihkan dengan seksama setiap selesai buang air kecil, keringkan terlebih dahulu sebelum menggunakan celana dalam dan jangan lupa ganti pembalut sesering mungkin saat masa nifas.

  • Hindari membiarkan area vagina lembap

Seperti diketahui, area lembap adalah tempat favorit bagi kuman dan bakteri untuk berkembangbiak. Oleh sebab itu, hindari infeksi pada vagina dengan selalu menjaganya tetap kering.

Hindari kebiasaan menunda ganti pembalut juga, sebab ini bisa memicu terjadinya area vagina menjadi lembap.

  • Banyak makan serat

Mengejan terlalu sering saat buang air besar juga bisa menjadi penyebab terjadinya infeksi di area bekas jahitan. Nah, hindari kesulitan buang air besar dengan banyak mengonsumsi serat.

Ini membantu melunakkan feses, sehingga lecet dan infeksi akibat feses keras pun bisa dihindari.

4. Tanda-tanda infeksi pada luka bekas jahitan

4. Tanda-tanda infeksi luka bekas jahitan
Freepik/Spukkato

Dalam proses pemulihan setelah melahirkan secara normal, Mama juga perlu mengetahui apa saja tanda infeksi pada luka bekas jahitan. Ini supaya bisa segera dilakukan tindakan perawatan tepat supaya infeksi tidak semakin parah.

Salah satu tanda khas infeksi tersebut yaitu terjadi pembengkakkan dan kemerahan di area vagina.

Ini adalah tanda tubuh sedang melawan peradangan yang terjadi. Pada umumnya, kedua kondisi ini tidak berlangsung lama, kok.

Selain itu, tanda infeksi lain adalah demam dan nyeri di vagina. Kondisi ini juga menjadi tanda normal infeksi karena berarti tubuh sedang melawan bakteri di dalam tubuh.

Jika infeksi sudah terjadi, segera cek ke dokter. 

Jangan lupa barengi juga dengan banyak minum air putih dan tetap menjaga area vagina selalu kering.

Demikian informasi tentang jongkok setelah melahirkan yang perlu Mama pahami. Ingat ya, pada proses pemulihan tubuh memerlukan waktu, jadi sebaiknya tetap sabar menunggu dan jangan memaksakan diri melakukan aktivitas berat terlebih dahulu.

Bacajuga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;