7 Hal Tentang Operasi Caesar yang Masih Dipercaya, padahal Cuma Mitos

Pahami lebih dahulu tentang operasi caesar sebelum melakukannya

19 Agustus 2019

7 Hal Tentang Operasi Caesar Masih Dipercaya, padahal Cuma Mitos
Pexels/Vidal balielo jr.

Ada beberapa pilihan metode persalinan, salah satunya operasi caesar. Tindakan bedah ini kerap menjadi pilihan saat melahirkan secara normal dianggap dokter bisa membawa risiko.

Misalnya ada masalah pada ukuran bayi, pada bentuk rahim atau pada posisi bayi. Bisa juga karena adanya masalah medis tertentu, seperti preeklampsia.

Namun sayangnya, masih banyak ibu hamil yang ragu melakukan operasi caesar karena dianggap terlalu berisiko. Selain itu, ada beberapa hal yang masih dipercaya padahal hanya mitos belaka.

Dirangkum Popmama.com dari Parenting First Cry, berikut 7 mitos tentang operasi caesar yang masih dipercaya sampai saat ini:

1. 'Ikatan antara Mama dan bayi lebih sulit terbentuk’

1. 'Ikatan antara Mama bayi lebih sulit terbentuk’
Freepik/Nadyaskobeleva

Melakukan operasi caesar disebut-sebut bisa membuat hubungan dan ikatan batin antara Mama dan si Kecil akan lebih sulit terbentuk. Ini karena Mama berada di bawah pengaruh anestesi selama persalinan.

Proses saat bayi dilahirkan pun hampir tidak bisa dirasakan sepenuhnya oleh Mama. Padahal kenyataannya, ikatan batin antara Mama dan bayi tetap sama, baik saat melahirkan melalui operasi caesar maupun secara normal.

Bahkan sebagian besar rumah sakit kini sudah mulai mendukung kedekatan antara ibu dan bayi dengan cara mengizinkan proses skin-to-skin sesegera mungkin setelah operasi caesar.

2. 'Menyusui tidak boleh dilakukan setelah operasi caesar’

2. 'Menyusui tidak boleh dilakukan setelah operasi caesar’
Freepik/Demkat

Beberapa teori menyebutkan bahwa metode persalinan berhubungan dengan kemampuan Mama menyusui bayi. Bahkan sudah menjadi kepercayaan umum bahwa seorang ibu tidak boleh menyusui setelah operasi caesar karena ada kemungkinan jahitan terbuka karena pergerakan yang mungkin terjadi.

Tetapi saat ini, semakin banyak ibu yang diizinkan untuk menyusui segera setelah memasuki ruang pemulihan. Salah satunya adalah perkembangan di dunia medis yang kian maju setiap hari, sehingga Mama dapat menyusui setelah melahirkan dengan operasi caesar.

3. ‘Operasi caesar sangat mudah karena tidak sakit'

3. ‘Operasi caesar sangat mudah karena tidak sakit'
Pixabay/Engin_Akyurt

Tak sedikit orang yang meremehkan operasi caesar, karena tindakan ini dianggap tidak sakit jika dibandingkan dengan persalinan secara normal.

Padahal nyatanya tidak demikian lho, Ma. Meskipun mungkin benar bahwa rasa sakit selama prosedur terlihat sedikit, namun para ibu dapat mengalami rasa sakit yang signifikan hingga 2-6 minggu setelah tindakan dilakukan.

Jadi, faktanya prosedur operasi caesar mungkin tidak terlalu menyakitkan dibandingkan dengan persalinan normal, tetapi pemulihannya lebih sulit.

Mulai dari nyeri punggung karena efek epidural, penyembuhan bekas luka operasi di perut, dan jahitan yang membutuhkan perhatian ekstra.

Apabila Mama merasakan ada masalah dengan proses pemulihan setelah operasi caesar, segera konsultasi ke dokter.

Editors' Picks

4. ‘Memilih operasi caesar membuat Mama menjadi sosok ibu yang egois’

4. ‘Memilih operasi caesar membuat Mama menjadi sosok ibu egois’
Freepik/Pressfoto

Proses persalinan dilakukan berdasarkan kondisi kesehatan dan riwayat medis seorang ibu, sehingga apabila dokter merekomendasikan Mama untuk melakukan operasi caesar, bukan berarti Mama adalah ibu yang egois.

Metode persalinan tidak mendefinisikan sifat Mama sebagai seorang ibu! Sebagian besar ibu selama kehamilan dihadapkan dengan anggapan bahwa operasi caesar adalah metode yang kurang ideal.

Perlu Mama pahami bahwa yang terpenting adalah keselamatan dan kesehatan Mama serta si Kecil. Bahkan faktanya kadang-kadang operasi caesar menjadi satu-satunya cara untuk melindungi Mama dan bayi saat ada gejala komplikasi persalinan yang serius.

Jadi, tidak apa-apa jika Mama memang harus menjalani operasi caesar. Yang penting Mama dan si Kecil tetap sehat, ya.

5. ‘Mama perlu diet ketat setelah operasi caesar’

5. ‘Mama perlu diet ketat setelah operasi caesar’
Freepik/Jcomp

Proses persalinan yang dianggap ‘tanpa tenaga’ seringkali membuat ibu yang melewati operasi caesar disebut perlu diet ketat supaya berat badannya turun cepat.

Teori ini kurang tepat, Ma. Apapun metode persalinan yang dipilih, Mama sebaiknya tetap melakukan diet normal dan bergizi seimbang sesudahnya. Ini merupakan salah satu cara penting supaya proses menyusui bisa berjalan lebih lancar.

Seperti diketahui, saat menyusui Mama perlu mengonsumsi makanan bergizi cukup agar produksi air susu ibu (ASI) tetap terjaga.

6. ‘Setelah operasi, Mama tidak akan bisa berjalan selama berhari-hari’

6. ‘Setelah operasi, Mama tidak akan bisa berjalan selama berhari-hari’
Freepik/jcomp

Operasi caesar disebut memiliki komplikasi sesudahnya, salah satunya adalah membuat Mama menjadi lemah dan tidak bisa berjalan selama berhari-hari.

Tapi tahukah Mama bahwa saat ini hal tersebut sepenuhnya keliru? Ya, kenyataannya adalah kini Mama bisa langsung bangun dari tempat tidur keesokan hari setelah melakukan operasi caesar.

Bekas luka akibat sayatan bedah mungkin akan membuat Mama sulit bergerak, namun selama Mama melakukan perawatan yang tepat, aktivitas Mama bisa cepat kembali normal, kok.

7. 'Sekali operasi caesar, akan selalu operasi caesar lagi'

7. 'Sekali operasi caesar, akan selalu operasi caesar lagi'
Freepik/vgstockstudio

Ini mungkin kepercayaan yang paling populer tentang risiko dan manfaat dari operasi caesar. Dipercaya bahwa begitu Mama melahirkan secara caesar, maka Mama tidak akan pernah bisa melahirkan secara normal.

Diyakini bahwa pada kehamilan berikutnya, Mama sudah pasti akan melahirkan secara operasi caesar kembali. Percayalah bahwa ini adalah mitos belaka.

Secara statistik, American Pregnancy Association menyatakan bahwa 60-80% perempuan yang sebelumnya menjalani kelahiran operasi caesar, tetap dapat berhasil melahirkan secara normal di kehamilan berikutnya.

Hal ini tentu saja bergantung pada keputusan dokter, berdasarkan pemeriksaan dan kondisi kesehatan Mama. Terutama pada bekas jahitan operasi caesar Mama, dan sebaiknya dilakukan minimal 2 tahun setelah operasi dilakukan.

Oleh sebab itu, melakukan operasi caesar bukan berarti pasti Mama harus kembali melewatinya dan tidak bisa melakukan persalinan normal.

Yang terpenting, jaga kesehatan dan rutin lakukan pemeriksaan ke dokter untuk memastikan tubuh Mama siap.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;