Agar Cepat Pulih, ini Perawatan Mama Setelah Melahirkan Bayi Prematur

Tidak cuma bayi, Mama pun perlu mendapatkan perawatan agar cepat pulih

7 Juni 2019

Agar Cepat Pulih, ini Perawatan Mama Setelah Melahirkan Bayi Prematur
Freepik

Setelah melahirkan secara prematur, si Kecil tentunya akan mendapatkan berbagai perawatan intensif di klinik atau rumah sakit. Mulai dari perawatan di inkubator hingga perawatan lainnya bergantung pada kondisi masing-masing bayi.

Semua dilakukan guna memastikan kesehatan bayi tetap terjaga sampai nanti ia diperbolehkan pulang.

Tapi tahukah Mama bahwa selain si Kecil, Mama pun juga perlu mendapatkan perhatian? Ya, Mama juga perlu mendapatkan perawatan untuk memulihkan diri.

Seringkali saat melahirkan secara prematur, Mama memiliki kekhawatiran yang berlebih dan bahkan rasa bersalah sehingga secara mental menjadi kurang sehat. Mama jadi enggan makan, stres, dan juga kelelahan karena bayi harus diperhatikan lebih ekstra.

Nah, bagaimana caranya merawat Mama setelah melahirkan bayi prematur supaya bisa cepat pulih dan sehat kembali? Berikut Popmama.com rangkum informasinya untuk Mama dari berbagai sumber.

1. Perawatan mengatasi kontraksi pascamelahirkan

1. Perawatan mengatasi kontraksi pascamelahirkan
Freepik

Beberapa waktu setelah melahirkan, Mama mungkin masih akan merasakan kontraksi sesekali. Kondisi ini disebut juga sebagai afterpains. Biasanya rasa nyeri ini akan terjadi selama beberapa hari pertama setelah persalinan.

Rasa nyeri yang dikeluhkan mirip seperti kram haid, yang diyakini juga memiliki manfaat untuk mencegah perdarahan berlebih dengan menekan pembuluh darah di rahim.

Dilansir Mayo Clinic, selama proses menyusui pun, rasa nyeri ini kerap terjadi akibat adanya pelepasan hormon oksitosin.

Untuk mengurangi risiko perdarahan berlebihan atau rasa nyeri yang mengganggu, Mama bisa mengompres area perut yang nyeri dengan air dingin atau es.

Apabila sampai beberapa hari kemudian rasa nyeri ini tak kunjung hilang dan justru terasa semakin mengganggu, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter ya, Ma.

2. Konsumsi asupan tinggi serat, protein dan zat besi

2. Konsumsi asupan tinggi serat, protein zat besi
Pexels/Flo Dahm

Melahirkan secara prematur seringkali membuat tubuh Mama menjadi lebih cepat lelah. Ini karena tubuh membutuhkan proses adaptasi yang lebih lama.

Oleh sebab itu, Mama perlu memenuhi kebutuhan energi harian dari sumber makanan yang bernutrisi. Dikutip dari Web MD, ada baiknya dalam setiap kali makan Mama mengisi setengah piring dengan buah-buahan dan sayuran.

Setelah itu, isi setengah bagian piring lainnya dengan biji-bijian utuh seperti nasi merah, roti gandum, atau oatmeal. Cobalah membatasi makanan dan minuman olahan dalam kemasan yang biasanya mengandung tinggi garam, lemak jenuh, dan gula tambahan.

Mama juga perlu mendapatkan cukup protein, kalsium dan zat besi yang dibutuhkan tubuh dalam proses pemulihan. Protein banyak terdapat dalam makanan laut, daging tanpa lemak, telur dan produk kedelai. Cukup protein akan membantu mempercepat proses pemulihan Mama.

Zat besi juga dibutuhkan tubuh Mama untuk membuat sel-sel darah baru, yang sangat penting terutama jika saat persalinan Mama kehilangan banyak darah. Nutrisi ini bisa didapat dari daging merah dan daging unggas.

3. Jaga kebersihan area organ intim

3. Jaga kebersihan area organ intim
Freepik/Jcomp

Apabila Mama melewati proses persalinan normal, jagalah area organ intim tetap bersih dan kering. Ganti pembalut sesering mungkin supaya terhindari dari risiko infeksi.

Jika perlu, gunakan air hangat untuk membilas area vagina guna membantu meringankan rasa sakit dan menghindari pembengkakan karena radang.

Editors' Picks

4. Rawat bekas luka agar tetap bersih dan kering

4. Rawat bekas luka agar tetap bersih kering
Pexels/Public Domain Pictures

Sementara itu jika Mama melewati persalinan melalui operasi caesar, bagian tubuh yang paling membutuhkan perawatan sesudahnya adalah bekas luka di perut. Salah satu tips penting untuk menjaganya tetap kering adalah dengan memerhatikan posisi tubuh saat beraktivitas.

Usahakan selalu berdiri dan berjalan dengan postur tubuh yang baik. Cobalah untuk selalu berhati-hati jika sedang tertawa, bersin atau batuk agar bekas luka operasi tidak meregang terlalu kuat secara tiba-tiba.

Rasa nyeri pada bekas luka dapat dikurangi dengan mengonsumsi obat pereda nyeri sesuai anjuran dokter.

Hindari dulu kebiasaan mengangkat barang yang terlampau berat di minggu-minggu awal setelah operasi.

5. Cukupi kebutuhan istirahat

5. Cukupi kebutuhan istirahat
Freepik/tirachardz

Dilansir Healthline, menjaga cukup tidur pada waktu awal setelah melahirkan juga penting untuk para Mama baru. Termasuk jika Mama melahirkan secara prematur.

Meski Mama mungkin merasa butuh tetap terjaga untuk menjaga si Kecil, tapi tubuh Mama juga butuh istirahat. Selain membantu mempercepat pemulihan, cukup tidur juga turut membantu menjaga kestabilan produksi ASI yang tentunya dibutuhkan oleh bayi.

Apabila Mama memaksakan diri tetap terjaga dan kurang tidur, Mama justru bisa kelelahan dan berujung pada stres. Kemungkinan besar kondisi ini akan berujung pada stres dan bahkan depresi.

6. Minta dukungan agar terhindari dari baby blues

6. Minta dukungan agar terhindari dari baby blues
Pixabay/Fancycrave1

Jangan ragu untuk meminta bantuan dan dukungan dari keluarga dan kerabat sekitar selama periode setelah melahirkan. Misalnya untuk sekadar sesekali bergantian menjaga bayi, membereskan rumah atau menyiapkan makanan.

Selama proses pemulihan, adanya dukungan dan bantuan dari orang lain akan turut membantu Mama supaya bisa lebih banyak istirahat dan beradaptasi. Tak ada yang salah dengan meminta bantuan kok, Ma.

7. Konsisten memberikan ASI supaya produksi tetap lancar

7. Konsisten memberikan ASI supaya produksi tetap lancar
Freepik/Zilvergolf

Menurut situs Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ASI dari ibu yang melahirkan bayi prematur berbeda dengan ASI dari ibu yang melahirkan bayi cukup bulan. Hal ini disebabkan karena ASI merupakan cairan tubuh yang dinamis dan komposisi ASI senantiasa berubah untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi baru lahir.

ASI pertama yang dikonsumsi bayi, disebut foremilk (ASI awal), mengandung kadar lemak yang lebih rendah, yang secara konstan meningkat kadarnya dalam hind-milk (ASI akhir), dan hal ini diduga yang mendasari timbulnya rasa puas atau kenyang pada bayi.

Selain itu, ASI bayi prematur juga mengandung lebih banyak sistein, taurin, lipase yang meningkatkan absorbsi lemak, asam lemak tak jenuh rantai panjang (long chain polyunsaturated fatty acids), nukleotida, dan gangliosida, selain juga memiliki bioavailabilitas yang lebih besar terhadap beberapa jenis elemen mineral.

Kemampuan bayi untuk menyusu bergantung pada kematangan fungsi refleks hisap dan menelan. Bayi dengan usia kehamilan Mama di atas 34 minggu (berat di atas 1.800 gram) dapat disusukan langsung kepada ibu karena refleks hisap dan menelannya biasanya sudah cukup baik.

Bayi yang usia kehamilan ibu 32 minggu hingga 34 minggu (berat badan 1.500-1.800 gram) seringkali refleks menelan cukup baik, namun refleks menghisap masih kurang baik, oleh karena itu, Mama dapat memerah ASI dan ASI dapat diberikan dengan menggunakan sendok, cangkir, atau pipet.

Jika bayi lahir dengan usia kehamilan Mama kurang dari 32 minggu (berat badan 1.250-1.500 gram), bayi belum memiliki refleks hisap dan menelan yang baik, maka ASI perah diberikan dengan menggunakan pipa lambung/orogastrik (sonde).

Tetap mengeluarkan ASI secara teratur akan membantu menjaga kestabilan produksi ASI, Ma. Jika Mama mengalami kesulitan dalam memberikan ASI, jangan ragu meminta bantuan pada pakar laktasi, ya.

Nah, demikian informasi tentang beberapa cara perawatan untuk Mama setelah melahirkan bayi prematur agar cepat pulih dan terhindari dari baby blues. Semoga cepat pulih ya, Ma!

Baca juga: 

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;