hanco

Pusar Bodong Setelah Melahirkan, Waspada Hernia Umbilikalis

Apa itu hernia umbilikalis?

22 November 2019

Pusar Bodong Setelah Melahirkan, Waspada Hernia Umbilikalis
Freepik/Kittima05

Setelah melahirkan, Mama tentu berharap kondisi tubuh berangsur-angsur bisa kembali seperti semula. Termasuk salah satunya pusar yang saat hamil tampak menonjol keluar.

Namun yang terjadi kadang-kadang justru pusar bodong alias pusar tetap tampak menonjol keluar. Hati-hati, Ma!

Ini bisa menjadi salah satu tanda Mama mengalami hernia umbilikalis.

Terlebih jika Mama memiliki tanda dan gejala khas hernia umbilikalis lain seperti nyeri dan rasa gatal di area pusar.

Hernia umbilikalis jika tidak segera diobati dengan tepat juga bisa menjadi berbahaya.

Salah satunya timbul infeksi kemerahan, berdarah, dan rasa tidak nyaman di area perut Mama. Jadi, jika mengalami pusar bodong dan curiga mengalami hernia umbilikalis, segera cek ke dokter, ya.

Berikut informasi lengkap tentang pusar bodong dan hernia umbilikalis seperti dirangkum Popmama.com dari berbagai sumber.

1. Penyebab pusar bodong setelah melahirkan

1. Penyebab pusar bodong setelah melahirkan
Freepik

Selama kehamilan, tali pusar Mama akan melewati lubang terkecil di otot perut bayi. Proses pembukaan ini seharusnya akan tertutup secara alami setelah persalinan.

Namun dalam beberapa kasus yang jarang, otot tersebut tidak bisa menutup sepenuhnya dan menyebabkan hernia umbilikal setelah kehamilan.

Beberapa faktor penyebabnya yakni peregangan otot yang berlebihan saat melahirkan, serta otot perut cenderung menipis. 

Jika kondisinya demikian, Mama berisiko lebih tinggi mengalami hernia umbilikal setelah melahirkan.

Tekanan intra-abdomen berlebih yang berkembang di perut dan panggul saat kehamilan juga dapat mendorong bodong seakan-akan tampak keluar.

Namun kondisi ini biasanya terjadi apabila ada tekanan yang sangat besar. Tekanan ini memicu sebagian organ atau jaringan menjulur melewati dinding perut dan muncul sebagai benjolan di atau dekat pusar.

Ada beberapa faktor yang membuat tekanan internal perut Mama menjadi lebih tinggi, seperti kegemukan, kehamilan bayi kembar, batuk berkepanjangan, sering angkat beban berat dan riwayat operasi di perut sebelumnya.

Akumulasi cairan dalam rongga perut yang berlebihan juga bisa menjadi penyebab hernia umbilikalis. Meski demikian jika Mama memiliki otot inti perut yang lemah. Otot ini berfungsi penting untuk menopang tulang belakang, pinggang, dan perut.

Editors' Picks

2. Apa itu hernia umbilikalis?

2. Apa itu hernia umbilikalis
Freepik

Herniaumbilikasi adalah kondisi di mana setelah melahirkan bagian dari organ internal Mama akan menjulur keluar melalui lubang di otot perut. Jika benjolan ini membengkak dan timbul nyeri, maka bisa memicu komplikasi jika tidak segera diatasi, demikian dilansir dari MomJunction.

Tanda dan gejala dari hernia umbilikalis seperti disebutkan oleh American Pregnancy Association salah satunya yakni ada benjolan ketika berbaring atau menekan area perut.

Saat bergerak, Mama juga mungkin akan merasakan nyeri. Terutama saat membungkuk, bersin, batuk atau tertawa.

Sebaiknya segera cek ke dokter apabila tonjolan hernia umbilikalis mulai disertai nyeri yang lebih hebat. Terlebih jika sampai timbul muntah, mual, kemerahan dan tonjolan tampak semakin besar.

3. Cara mencegah hernia umbilikalis

3. Cara mencegah hernia umbilikalis
Freepik/Rawpixel.com

Pembedahan adalah satu-satunya cara efektif untuk mengobati hernia. Dinding otot yang mengalami masalah harus diperbaiki melalui pembedahan untuk mencegah organ yang berada di dalamnya mengalami perubahan posisi.

Namun jika hernia umbilikalis dialami sejak hamil, tindakan pembedahan biasanya akan ditunda karena berisiko bagi Mama atau janin. Demikian dikutip dari Medical News Today.

Operasi sebaiknya dilakukan setelah persalinan dan setelah masa pemulihan selesai, yakni sekitar 3-6 bulan bergantung pada kondisi masing-masing.

Tidak banyak yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya hernia umbilikalis, namun Mama bisa mencoba untuk tidak berlebihan saat bersin, batuk dan tertawa.

Mulai dari saat kehamilan sampai beberapa waktu setelah melahirkan.

Selain itu, jaga berat badan tetap terkendali dan hindari mengangkat beban terlalu berat. Terutama jika sejak awal Mama sudah curiga mengalami pusar bodong atau hernia umbilikalis selama kehamilan.

Demikian informasi tentang pusar bodong dan hernia umbilikalis yang penting diketahui setelah persalinan. Jangan ragu untuk selalu berkonsultasi dengan dokter jika mengalaminya.

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!