7 Tips Melancarkan Persalinan Pertama Bagi Calon Mama

Jangan panik dan tetap tenang jelang persalinan ya, Ma

10 Oktober 2018

7 Tips Melancarkan Persalinan Pertama Bagi Calon Mama
Pexels/Alicia Zinn

Menjadi calon Mama untuk kehamilan pertama tentu membuat perasaan jadi campur aduk, ya. Rasa gembira, takut, cemas dan khawatir pun jadi satu.

Jangan biarkan perasaan gundah ini membuat Mama justru jadi panik menghadapi hari persalinan.

Cobalah untuk tetap tenang dan siapkan segala sesuatunya sejak jauh-jauh hari, Ma. Ini supaya tidak ada kepanikan mendadak yang mungkin saja bisa membuat persalinan terasa lebih sulit.

Apa saja yang bisa Mama mulai siapkan untuk persalinan kali pertama ini? Berikut Popmama.com berikan rangkuman informasinya:

1. Buat rencana persalinan

1. Buat rencana persalinan
Pexels/Kaboompics.com

Meski pada akhirnya hari persalinan nanti mungkin akan berjalan dengan serba apa adanya, tapi tak ada salahnya Mama mulai menyiapkan diri sejak awal.

Apa metode persalinan yang ingin Mama jalani, normal atau operasi caesar? Oleh siapa Mama ingin dibantu, bidan atau dokter? Siapa yang akan menemani Mama, suami atau ibu?

Semua bisa mulai Mama pikirkan sejak awal, Ma. Cari tahu sisi baik dan buruknya. Jangan lupa bicarakan rencana ini dengan Papa juga, ya.

2. Buat daftar kontak khusus

2. Buat daftar kontak khusus
Pexels/Rawpixel.com

Beberapa waktu jelang hari persalinan, siapkan kontak khusus di ponsel Mama. Kontak-kontak ini adalah orang yang bisa Mama hubungi langsung jika curiga mendapati tanda persalinan.

Misalnya seperti suami, ibu atau anggota keluarga lainnya. Biarkan lingkungan terdekat ini mengetahui sejak pertama apa yang Mama rasakan.

Dengan begitu, selain bisa segera menemui Mama, mereka juga bisa membantu menenangkan Mama menghadapi rasa nyeri jelang persalinan dari jauh.

Mama juga akan menjadi lebih tenang dan tidak merasa gugup sendirian. Terutama jika rasa nyeri kontraksi ini muncul saat Mama sedang tidak bersama keluarga, misalnya saat Mama bekerja di kantor.

3. Buka komunikasi dengan suami

3. Buka komunikasi suami
Freepik

Orang terdekat yang bisa Mama jadikan tumpuan saat menghadapi cemas jelang persalinan adalah suami. Jadi, bicarakan semua yang Mama rasakan dengan Papa, ya.

Diskusikan bersama rencana apa yang Mama buat untuk persalinan kali pertama ini. Termasuk jika Mama ingin nanti di ruang persalinan Papa yang mendampingi.

Jangan tutupi informasi apapun dari Papa. Dengan begitu, komunikasi terbuka bisa terjalin dengan baik dan secara psikis Mama pun akan terbantu.

Jika Mama justru enggan berbicara dan tak berbagi rencana, bukan tidak mungkin Papa justru akan merasa bingung dan serba salah.

Editors' Picks

4. Siapkan tas perlengkapan persalinan

4. Siapkan tas perlengkapan persalinan
Pexels/Fancycrave.com

Saat kontraksi mulai terjadi dan Mama tiba-tiba harus segera ke rumah sakit, tanpa persiapan sangat mungkin ada barang bawaan yang tertinggal.

Agar tidak terjadi demikian, siapkan sejak jauh-jauh hari tas berisi semua perlengkapan yang Mama dan si Kecil butuhkan pasca persalinan.

Termasuk di antaranya pakaian, dokumen-dokumen penting, dan lain sebagainya.

Hindari menunda untuk menyiapkan tas ini, karena berpotensi ada barang penting yang terlupakan, Ma.

5. Car seat bisa jadi prioritas

5. Car seat bisa jadi prioritas
Pexels/Rene Asmussen

Car seat bisa menjadi salah satu benda yang perlu Mama siapkan sebelum si Kecil lahir. Mengapa demikian?

Mama tentu ingin si Kecil tetap aman dalam perjalanan pulang dari rumah sakit menuju rumah. Nah, cara ini bisa dilakukan dengan menggunakan car seat.

Selain lebih aman, menggunakan car seat di dalam mobil sejak dini juga membuat si Kecil terbiasa, Ma. Dengan begitu, saat semakin besar nanti kecil kemungkinan ia akan menolak untuk menggunakan car seat.

6. Mulai merencanakan menyusui

6. Mulai merencanakan menyusui
Freepik/Phduet

Cari informasi sejak awal tentang manfaat dan cara menyusui bayi baru lahir dengan benar, Ma. Bekali diri Mama dengan bagaimana metode menyusui yang ingin dilakukan.

Setelah melewati proses persalinan, seringkali si Kecil mungkin akan dirawat sementara oleh perawat atau bidan. Bicarakan apakah Mama ingin memberikan ASI eksklusif atau susu formula.

Apabila Mama tidak ingin si Kecil diberi susu formula, katakan sejak awal. Jadi nanti perawat atau bidan akan meminta izin Mama apabila memang harus diberi susu formula.

Membicarakan tentang rencana menyusui ini juga akan membuat perawat membantu Mama menjalani masa awal laktasi. Misalnya dengan mengajari teknik pijat laktasi dan mengajari bagaimana posisi menyusui yang tepat.

7. Pahami bahwa ini adalah fase baru

7. Pahami bahwa ini adalah fase baru
Freepik/Yanalya

Menjadi ibu adalah salah satu fase baru yang akan dijalani seorang perempuan. Siapkan mental Mama sejak awal supaya tidak kaget, ya.

Segera setelah si Kecil lahir, Mama sudah akan perlu melakukan banyak hal misalnya menyusui, mengurus semua keperluannya, sambil tetap melewati proses pemulihan pasca persalinan.

Semua ini tentu akan benar-benar menguras energi Mama. Dukungan moral pun diperlukan agar Mama bisa perlahan beradaptasi.

Jangan ragu untuk meminta dukungan dan bantuan dari orang-orang terdekat Mama. Dengan begitu, semua akan terasa lebih ringan, Ma.