Popmama.com/Nadya Julyanti/AI
Faktor eksternal seperti suhu di ruang bersalin atau ruang operasi juga memegang peranan penting. Ruang operasi biasanya dijaga pada suhu yang cukup dingin untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan menjaga kenyamanan tenaga medis yang bekerja di bawah lampu operasi yang panas. Namun bagi Mama yang hanya mengenakan baju pasien tipis, suhu ini bisa cukup menusuk hingga ke tulang.
Ditambah lagi, saat ketuban pecah dan bayi keluar, tubuh Mama kehilangan sumber panas internal yang selama ini menjaga suhu perut tetap stabil. Perpindahan dari kondisi "hangat di dalam" ke "dingin di luar" ini membuat tubuh kaget. Respons otomatis otak adalah memerintahkan otot untuk bergerak (menggigil) agar bisa menghasilkan panas tubuh secara mandiri dalam waktu cepat.
Nah, untuk mengatasi ini, biasanya perawat akan segera memberikan warm blanket atau selimut yang sudah dihangatkan. Tips dari berbagai sumber kesehatan internasional menyarankan agar Mama tetap menjaga area kepala dan kaki tetap hangat. Jika Mama merasa sangat kedinginan, jangan ragu untuk meminta tambahan selimut atau meminta Papa untuk melakukan kontak kulit (skin-to-skin) karena suhu tubuh Papa bisa membantu menstabilkan suhu tubuh Mama.
Apakah Ada Dampaknya bagi Mama?
Secara medis, postpartum shivering tidak meninggalkan dampak permanen pada organ tubuh Mama. Namun, dampak yang paling nyata adalah gangguan kenyamanan. Gemetar yang hebat bisa membuat Mama merasa sangat kelelahan karena otot bekerja keras secara tidak sengaja, serta membuat Mama kesulitan untuk memegang si Kecil dengan stabil di menit-menit awal.
Selain itu, jika Mama tidak diedukasi sebelumnya, hal ini bisa berdampak pada kecemasan berlebih. Mama mungkin merasa trauma atau takut ada komplikasi serius. Padahal, ketika Mama bisa lebih rileks, proses inisiasi menyusui dini (IMD) justru bisa membantu meredakan menggigil ini lebih cepat karena adanya kontak kulit ke kulit yang menghangatkan secara alami.
Mengenal Ciri-Ciri Postpartum Shivering yang Normal
Supaya Mama nggak bingung membedakan antara reaksi tubuh alami dan gangguan kesehatan, yuk kenali ciri-ciri menggigil yang tergolong normal:
Waktu Kemunculan: Terjadi dalam beberapa menit hingga satu jam setelah persalinan.
Durasi: Umumnya berlangsung singkat, sekitar 20 hingga 60 menit saja.
Kondisi Fisik: Tubuh bergetar tapi Mama tetap sadar dan suhu tubuh berada di angka normal (tidak demam tinggi).
Respons Tubuh: Getaran perlahan mereda setelah Mama diberikan kehangatan atau merasa lebih tenang
Segera Hubungi Dokter jika Mengalami Ini
Walaupun seringnya normal, Mama harus tetap waspada karena menggigil juga bisa jadi gejala dari kondisi serius seperti infeksi atau perdarahan hebat. Segera panggil bantuan medis jika Mama merasakan:
Demam Tinggi: Suhu tubuh melonjak di atas 38 derajat Celsius.
Nyeri Hebat: Menggigil disertai rasa sakit luar biasa di area perut bawah.
Perdarahan Berlebih: Keluar darah yang sangat banyak secara tiba-tiba dari jalan lahir.
Gejala Lain: Dada terasa sesak, pusing hebat, atau jantung berdebar tidak beraturan.
Mengalami tubuh yang menggigil hebat setelah melahirkan memang bisa menjadi pengalaman yang cukup mengejutkan, namun ingatlah bahwa ini adalah cara hebat tubuh Mama untuk beristirahat dan memulihkan diri. Selama gejalanya tetap normal, Mama tidak perlu merasa cemas berlebihan. Fokuslah pada kenyamanan diri sendiri, mintalah pelukan hangat dari Papa, dan biarkan kehangatan si Kecil saat skin-to-skin membantu menenangkan sistem saraf Mama. Selamat menikmati masa-masa indah menjadi orangtua baru, dan semoga masa pemulihan Mama berjalan lancar ya!
Nah, kalau Mama punya cerita unik nggak saat mengalami postpartum shivering ini?