5 Makanan untuk Redakan Sembelit setelah Melahirkan

Sebenarnya, konstipasi sering terjadi pada perempuan setelah melahirkan.

24 November 2021

5 Makanan Redakan Sembelit setelah Melahirkan
Unsplash/Anshu A

Selama periode postpartum, apakah Mama sering alami konstipasi?

Sebenarnya, gejala sembelit mungkin terlihat seperti kondisi medis lainnya. Namun beberapa perempuan mungkin mengalami gejala sembelit secara berbeda.

Sembelit sering terjadi setelah melahirkan. Bisanya ditandai dengan sulit atau jarang buang air besar, seperti dikutip dari Verywellfamily.

Agar kondisi ini tidak berlanjut, Mama bisa memperbanyak konsumsi lima makanan pereda sembelit setelah melahirkan. Berikut Popmama.com berikan beberapa informasinya:

1. Chia seed membantu atasi sembelit kronis

1. Chia seed membantu atasi sembelit kronis
Pixabay/minree

Sembelit adalah masalah yang paling umum pada sistem pencernaan pasca persalinan. Bahwa memakan chia seed yang kaya serat akan membuat tinja menjadi lebih besar, sehingga dapat mencegah sembelit. 

Diwartakan dari Healthline, Chia seed menyediakan serat tidak larut yang bermanfaat untuk kamu kenyang lebih lama. Chia seed juga memberikan lemak sehat, protein dan antioksidan pelindung sel.

Bahkan biji chia bisa membantu atasi sembelit kronis dan sindrom iritasi usus besar (IBS). Ini karena chia seed memiliki efek menguntungkan pada kesehatan usus, flora usus dan penyerapan. 

Editors' Picks

2. Oatmeal membuat tinja lebih lancar keluarnya

2. Oatmeal membuat tinja lebih lancar keluarnya
Unsplash/Jocelyn Morales

Apakah Mama alami sembelit yang ditandai dengan sulit atau jarang buang air besar?

Bahwa memakan oatmeal yang sarat dengan serat larut, ini merupakan jenis serat yang membuat tinja lebih lunak dan besar.

Dikutip dari Recipes.timesofindia, menurut para ahli kesehatan bahwa oatmeal mengandung serat tidak larut dalam jumlah baik yang membantu kelancaran proses pencernaan. 

Jadi artinya, serat dari oatmeal akan menghasilkan pembuangan tinja yang lancar melalui usus besar.

3. Brokoli mengandung sulforaphane untuk melindungi usus

3. Brokoli mengandung sulforaphane melindungi usus
Pixabay/ExplorerBob

Ketika Mama mengalami sembelit atau masalah pencernaan lainnya pasca persalinan, maka bisa mengonsumsi sayuran hijau seperti brokoli. 

Dengan memakannya secara rutin, ini membuat Mama mengalami buang air besar yang lebih nyaman dan sering. Pasalnya, serat pada brokoli akan membantu menambah massa dan merangsang buang air besar.

Dikutip dari Medicalnewstoday, brokoli mengandung sulforaphane yang dapat melindungi usus dan memperlancar pencernaan. Bahkan sulforaphane juga mencegah pertumbuhan berlebih dari beberapa mikroorganisme usus yang mengganggu pencernaan.

4. Apel memberikan efek pencahar saat alami sembelit

4. Apel memberikan efek pencahar saat alami sembelit
Unsplash/Louis Hansel

Bahwa memakan buah apel yang mengandung serat, sorbitol dan fruktosa akan membantu meringankam sembelit pasca persalinan.

Diwartakan dari Timesofindia, serat yang tidak larut pada kulit apel meningkatkan sebagian besar tinja dan membantunya melewati usus dengan cepat. 

Bahkan apel yang penuh dengan pektin, ini dapat memberikan efek pencahar saat Mama mengalami sembelit dan memiliki lebih banyak bakteri menguntungkan di usus.

5. Ubi jalar bermanfaat dalam melancarkan BAB

5. Ubi jalar bermanfaat dalam melancarkan BAB
Pixabay/ivabalk

Konstipasi pasca persalinan memang terjadi pada banyak perempuan. Namun beberapa masalah yang dapat menyebabkan masalah karena sistem pencernaan, maka dapat diatasi dengan memakan ubi jalar.

Seperti apel, ini karena ubi jalar juga mengandung pektin dan banyak serat tidak larut dalam bentuk selulosa maupun lignin. Jenis serat tersebut bisa membantu pergerakan usus.

Bahkan ubi jalar akan menambah volume tinja, sehingga bermanfaat dalam melancarkan BAB bagi Mama yang sering alami sembelit.

Nah, itulah 5 makanan pereda sembelit pasca persalinan. Jadi sangat penting menjaga saluran pencernaan yang sehat.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.