5 Terapi untuk Mengurangi Rasa Nyeri saat Persalinan

Umumnya, nyeri selama persalinan disebabkan oleh kontraksi otot-otot rahim

18 Oktober 2021

5 Terapi Mengurangi Rasa Nyeri saat Persalinan
Pexels/Gustavo Fring

Beberapa perempuan merasa nyaman saat melahirkan. Sementara yang lain melalui proses melahirkan yang sangat menyakitkan. 

Rasa nyeri selama persalinan, biasanya disebabkan oleh kontraksi otot-otot rahim dan tekanan pada leher rahim. 

Diinformasikan dari Parents, banyaknya rasa nyeri persalinan yang dialami tergantung pada berbagai faktor. Ini termasuk kekuatan kontraksi, ukuran dan posisi bayi di panggul.

Ketika memutuskan mengikuti metode manajemen rasa sakit, ada 5 pilihan terapi untuk atasi nyeri saat persalinan. Berikut Popmama.com berikan informasinya:

1. Hypnobirthing mengurangi persepsi akan ketakutan

Salah satu cara jenis terapi yang dapat meredakan rasa nyeri persalinan adalah menggunakan terapi hypnobirthing.

Tujuannya metode ini sendiri untuk mengurangi persepsi akan ketakutan, kecemasan dan rasa sakit saat melahirkan.

Diwartakan dari Healthline, dengan hypnobirthing peserta belajar berbagai teknik self-hypnosis dan relaksasi. Termasuk imajinasi terbimbing dan pernapasan.

Jadi hypnobirthing didasarkan pada kekuatan sugesti. Prosesnya dapat menggunakan musik, video, pemikiran dan kata-kata positif guna membuat tubuh santai.

Editors' Picks

2. Nitrous oxide membuat ibu hamil jadi rileks

Nitrous oxide atau sering digunakan untuk proses persalinan dan sebagai pilihan mengurangi persepsi tentang nyeri persalinan.

Dikutip dari Mayoclinichealthsystem, nitrous oxide dikelola sendiri agar kamu merasa bisa lebih mengontrol penghilang rasa sakit. 

Nitrous oxide sendiri tidak membatasi mobilitas dan membantu meredakan kecemasan.

Dalam dosis yang diberikan selama persalinan, nitrous oxide membuat ibu hamil jadi rileks.

3. Refleksologi meredakan gejala kecemasan

Refleksologi mungkin perlu dilakukan jika Mama mengharapkan berkurangnya rasa nyeri dan ketegangan.

Metode ini dapat diakses melalui titik-titik tertentu di telapak kaki. Caranya dengan memijat telapak kaki selama proses persalinan.

Dilansir dari Merrionfetalhealth, refleksologi diyakini membantu menyeimbangkan rollercoaster hormonal dan emosional dari kehamilan.

Di samping itu manfaat menerapkan refleksologi seperti metode non invasif dan non farmakologis juga dapat merangsang kontraksi.

4. Terapi fisik seperti kompresi mengurangi ketidaknyamanan

Mama mengalami nyeri persalinan yang parah selama upaya proses persalinan?

Terapi fisik seperti mengompres air hangat disertai pemijatan pada beberapa bagian tubuh, ini dapat mengelola rasa nyeri persalinan.

Bahkan secara medis, melakukan kompresi meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi ketidaknyamanan di kaki. 

Namun kompresi dan pemijatan yang pas harus dilakukan oleh pendamping persalinan terlatih atau tenaga kesehatan. Hal itu agar dapat membantu meredakan rasa sakit.

5. TENS menghambat sensasi nyeri di punggung bagian bawah

Transcutaneous Electrical Nerve Stimulations (TENS) bisa Mama lakukan saat alami adanya tekanan pada tubuh dan sensasi nyeri di punggung bawah.

Kini beberapa rumah sakit memiliki mesin TENS untuk digunakan selama tahap awal proses persalinan.

Teknik ini menggunakan elektroda yang mengirimkan gelombang bertegangan rendah. Fungsinya sendiri merangsang jalur saraf ke rahim dan mulut rahim guna menghambat munculnya rasa nyeri.

Bahwa kemampuan unit TENS juga membantu mengurangi gangguan dari kontraksi.

Demikianlah 5 pilihan terapi untuk meminimalisir rasa nyeri jelang persalinan. Sebaiknya selalu konsultasikan kepada dokter, ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.