Masa-masa setelah melahirkan memang penuh kebahagiaan, ya, Ma. Tapi pasti mulai muncul setumpuk pertanyaan di kepala Mama, ya. Mulai dari urusan popok, popa tidur yang berantakan, sampai urusan "kapan ya siklus tubuhku balik normal lagi?". Apalagi buat Mama yang ingin merencanakan jarak kehamilan atau justru ingin menundanya, memahami sinyal tubuh sendiri itu penting banget, lho, Ma.
Banyak yang bilang kalau menyusui bisa jadi KB alami, tetapi jangan sampai "kecolongan" karena kurang paham tandanya ya, Ma. Tubuh Mama ini hebat banget dalam memberikan sinyal, tapi setelah melahirkan, sinyalnya sering kali tertutup oleh rasa lelah dan perubahan hormon Mama yang drastis. Maka dari itu, Mama perlu menjadi "detektif" bagi tubuh sendiri agar dapat mendeteksi kapan jendela kesuburan itu terbuka kembali.
Nah, mengenali masa subur bukan cuma soal hitung-hitungan kalender saja lho, Ma. Kondisi hormon setiap Mama setelah bersalin itu unik, ada yang cepat kembali subur dalam hitungan bulan, tapi ada juga yang butuh waktu lebih lama terutama jika memberikan ASI eksklusif. Jadi, tanpa pemahaman yang tepat, Mama mungkin saja melewatkan ovulasi pertama yang terjadi bahkan sebelum menstruasi pertama muncul kembali.
Biar Mama nggak bingung lagi dan bisa lebih "pede" mengatur rencana keluarga, berikut Popmama.com bahas tuntas cara mengetahui masa subur setelah melahirkan, Ma. Simak langkah-langkahnya di bawah ini ya, Ma!
