Tips Olahraga yang Bisa Dilakukan untuk Ibu Menyusui

Kesulitan menurunkan berat badan setelah menyusui, yuk intip tipsnya yang aman untuk ibu menyusui!

23 Oktober 2021

Tips Olahraga Bisa Dilakukan Ibu Menyusui
Pexels.com/PavelDanilyuk

Setelah melahirkan banyak kendala yang harus Mama hadapi, salah satunya adalah kesulitan dalam menurunkan berat badan pasca melahirkan.

Kebanyakan ibu menyusui merasa khawatir saat harus melakukan diet dan olahraga karena takut akan memengaruhi suplai ASI.

Meski demikian, dalam sebuah studi dijelaskan bahwa melakukan olahraga dengan intensitas yang sedang tidak akan mengganggu serta memengaruhi jumlah ASI.

Sebaliknya, dengan rutin berolahraga justru akan membuat Mama menjadi lebih bugar, dapat mengurangi stres dan rasa cemas, hingga menjaga mood agar tetap baik.

Nah, untuk membantu Mama dalam menjaga kesehatan yang aman untuk ibu menyusui. Berikut Popmama.com rangkumkan tipsnya dilansir dari Aaptiv.

1. Apakah berolahraga saat menyusui dapat memengaruhi suplai ASI?

1. Apakah berolahraga saat menyusui dapat memengaruhi suplai ASI
Pexels.com/ketutSubiyanto

Ada sebagian Mama yang meyakini jika melakukan olahraga maka akan memengaruhi rasa ASI dan jumlah yang dihasilkan. Dikutip dari Aativ, pendapat ini justru bertentangan karena dengan berolahraga maka tidak akan memengaruhi ibu menyusui dan suplai ASI yang dihasilkan. Kecuali jika Mama melakukan olahraga berat.

Dalam sebuah studi, melakukan olahraga berat dapat meningkatkan konsentrasi asam laktat dalam ASI. Meskipun efeknya pada bayi sampai saat ini masih belum diketahui.

Untuk itu, Mama disarankan untuk memilih jenis olahraga yang ringan hingga sedang agar tidak tidak terlalu merasakan kelelahan setelah melakukan aktivitas tersebut.

2. Ibu menyusui disarankan untuk tidak mengurangi kalori

2. Ibu menyusui disarankan tidak mengurangi kalori
Pexels.com/AndresAyrton

Selain berolahraga, biasanya banyak ibu menyusui melakukan diet untuk menurunkan berat badannya. Salah satunya dengan mengurangi jumlah asupan kalori yang dikonsumsi

Namun, dalam hal menurunkan berat badan setelah melahirkan, Mama justru tidak dianjurkan untuk mengurangi asupan kalori lho. Hal ini karena tubuh Mama harus bekerja untuk membuat ASI.

Dengan memproduksi asi maka Mama cenderung dapat membakar kalori sebanyak 400-500 kalori ekstra dalam sehari. Menurut pelatih Aativ, Jaime McFaden menyebutkan bahwa “Dalam hal nutrisi, menyusui bukanlah waktu untuk mengurangi kalori dan mencoba menurunkan berat badan dengan makan lebih sedikit,” katanya, dilansir dari website resmi Aativ.

Selain itu, McFaden juga menjelaskan bahwa nutrisi sangat penting untuk kebutuhan bayi Mama, jadi makanlah yang cukup dan baik untuk menghasilkan cukup ASI.

Editors' Picks

3. Selain diet dan olahraga, ibu menyusui juga harus banyak minum air putih

3. Selain diet olahraga, ibu menyusui juga harus banyak minum air putih
Pexels/Daria Shevtsova

Terkadang Mama yang baru melahirkan dan sedang menyusui akan sangat kerepotan dan lupa untuk minum air putih yang cukup.

Padahal selain diet dan olahraga, ibu menyusui juga harus banyak minum air putih agar tetap terjaga hidrasinya dan mencegah risiko dari dehidrasi yang bisa mengakibatkan berkurangnya kuantitas pada ASI.

Namun, jika kamu merasa bosan untuk minum air putih saja maka Mama bisa meminum infused water, susu almond, jus buah atau sayuran segar sebagai salah satu cara yang bagus untuk mendapatkan mineral dan cairan tambahan saat menyusui.

4. Rencanakan waktu kosong terlebih dahulu untuk berolahraga

4. Rencanakan waktu kosong terlebih dahulu berolahraga
Freepik/Pressfoto

Untuk melakukan latihan dan olahraga, tentunya Mama harus terlebih dahulu merencanakan waktu kosong untuk mencuri-curi waktu berolahraga.

Meskipun meluangkan waktu adalah hal yang rumit saat mempunyai bayi, namun tipasti Mama bisa melakukannya. Untuk memulainya, pilihlah jenis dan durasi olahraga, karena ini adalah dua faktor yang paling mungkin memengaruhi kemampuan Mama untuk menyesuaikan semuanya.

Selain itu, jangan terlalu menekan diri Mama untuk melakukannya setiap hari. Ketika waktunya tidak tepat, atau latihan akhirnya tidak dapat dilakukan maka itu adalah hal yang wajar dan normal. Tetap sesuaikan dengan jadwal untuk waktu Mama sendiri dan keluarga ya.

5. Saat berolahraga, pilihlah jenis latihan yang ideal dan aman untuk ibu menyusui

5. Saat berolahraga, pilihlah jenis latihan ideal aman ibu menyusui
Freepik/our-team

Ada banyak pilihan jenis olahraga ringan hingga sedang yang ideal dan aman untuk dilakukan oleh ibu menyusui. Beberapa yang paling efektif adalah:

  • Yoga
  • Pilates
  • Pelatihan sirkuit
  • Aerobik air
  • Bersepeda
  • Jogging
  • Hingga jalan cepat

Selain itu, Mama perlu untuk konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan sebelum memutuskan untuk berolahraga seperti yang di sebutkan di atas. Hal itu karena Mama yang baru melahirkan harus menunggu setidaknya enam minggu setelah melahirkan untuk mulai berolahraga.

6. Tetap aktif saat menyusui ternyata bisa membantu Mama baik secara mental dan fisik lho!

6. Tetap aktif saat menyusui ternyata bisa membantu Mama baik secara mental fisik
Freepik

Selain memiliki manfaat untuk mendorong penurunan berat badan, menambah energi, mengurangi stres dan rasa cemas, hingga menjaga mood agar tetap baik. Ternyata dengan aktif bergerak dan berolahraga juga bisa membantu Mama baik secara mental dan fisik lho.

Menurut McFaden, “Olahraga dapat membantu ibu menyusui menjalani rutinitas yang sehat, menurunkan berat badan, mengencangkan tubuh, dan membantu pengaturan hormon. Selain itu, ibu yang sehat berarti keluarga yang sehat," ujarnya.

Itulah tips dan pilihan jenis olahraga untuk ibu menyusui yang bukan hanya untuk menurunkan berat badan saja, tetapi juga memiliki dampak positif untuk kesehatan mental dan fisik Mama.

Namun, tetap perlu diingat, sebelum melakukan olahraga konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan agar mendapat solusi yang tepat. Semoga informasi ini membantu ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.