7 Hal yang Harus Dipertimbangkan saat Merencanakan Persalinan

Alangkah baiknya jika Mama sudah punya gambaran akan seperti apa proses persalinan nantinya

25 November 2020

7 Hal Harus Dipertimbangkan saat Merencanakan Persalinan
www.freepik.com

Meski hari perkiraan lahir masih lama, Mama dan Papa tetap harus sudah punya rencana yang matang untuk momen kelahiran si Kecil nanti. Rencana persalinan ini juga penting untuk dibicarakan dengan dokter kandungan atau bidan yang akan menangani proses persalinan mama nantinya.

Mama bisa mencatat rencana persalinan mama dan mendiskusikannya dengan dokter atau bidan. Dengan begitu, semua pihak yang terlibat akan mengetahui seperti apa persalinan yang Mama inginkan.

Banyak contoh rencana kelahiran yang dibagikan di internet, atau mungkin direkomendasikan oleh teman mama. Namun alangkah baiknya Mama dan Papa melalui proses penyusunan rencana sendiri. Melansir Very Well Family, di sini Popmama.com merangkum tujuh hal yang harus dipertimbangkan saat merencanakan persalinan.

1. Filsafat kelahiran

1. Filsafat kelahiran
frauenzimmer.de

Bukan harus ditulis seperti risalah dalam tiga halaman tentang kenapa Mama memilih kelas atau teknik persalinan nantinya. Namun hal ini sebaiknya jadi pertimbangan juga. Buatlah dalam pernyataan singkat, yang memungkinkan siapa saja yang bakal berinteraksi dengan Mama selama persalinan, nantinya bisa cepat memahami keinginan utama mama.

Misalnya, jika tujuan mama adalah menghindari obat pereda nyeri, sampaikan di awal. Demikian juga jika tujuan mama adalah mendapatkan epidural secepat mungkin, atau menghindari operasi caesar, katakan saja pada mereka.

2. Lingkungan atau suasana saat persalinan

2. Lingkungan atau suasana saat persalinan
www.whattoexpect.com
Ibu sebelum melahirkan

Persalinan seringkali membuat stres, dan lingkungan sekitar mama bisa berpengaruh pada perasaan mama saat proses tersebut. Meskipun mungkin orang-orang di sekitar mama tidak sepenuhnya bisa menyesuaikan kondisi lingkungan seperti yang Mama minta, tapi ada baiknya untuk tetap mencatat saja apa yang mungkin membuat Mama merasa lebih nyaman.

Hal ini bisa termasuk seperti apa suasana ruangan yang Mama inginkan, bagaimana jika Mama ingin mendengarkan musik, atau apakah Mama lebih suka sesedikit mungkin ada orang dalam ruangan itu, atau lain-lainnya. Mama juga bisa mencatat skill untuk mengatasi rasa sakit atau mempermudah proses persalinan yang ingin Mama gunakan, seperti posisi, pernapasan, relaksasi, penggunaan air, dan apapun yang mungkin Mama perlu lakukan.

Editors' Picks

3. Pemantauan janin

3. Pemantauan janin
nydailynews.com

Ini termasuk apakan Mama harus melakukan pemantauan janin secara elektronik, atau bisakah dengan menggunakan stetoskop atau fetoskop saja? Dapatkah menggunakan pemantauan intermiten, dengan asumsi bayi akan menoleransi persalinan, dan Mama tidak dipindahkan ke kategori risiko yang lebih tinggi karena intervensi obat pereda nyeri?

Ajukan semua pertanyaan tersebut pada dokter atau bidan yang menangani Mama, dan juga pada orang-orang yang ada di tempat Mama akan melahirkan. Kebijakan resmi rumah sakit atau tempat melahirkan manapun yang Mama pilih bisa saja berbeda-beda, karenanya ungkapkan tingkat pemantauan janin seperti apa yang Mama inginkan.

4. Mengatasi nyeri dengan obat

4. Mengatasi nyeri obat
pixabay.com/stux

Dalam poin ini, Mama harus menyampaikan apa yang Mama inginkan untuk mengatasi nyeri saat persalinan nanti. Namun, perlu diingat bahwa bagaimanapun juga, rumah sakit atau tempat yang Mama pilih untuk bersalin mungkin punya fasilitas yang tidak bisa memenuhi keinginan mama dalam hal ini. 

Mama juga bisa menyampaikan apakah Mama ingin ada orang yang menemani Mama sepanjang proses persalinan dan siapa orangnya. Sampaikan jika Mama ingin mereka tetap ada di samping Mama selama pemberian epidural. Sampaikan juga jika Mama ingin mencoba pilihan lainnya untuk meredakan nyeri.

5 Membuat rencana cadangan

5 Membuat rencana cadangan
Photo by Kaboompics .com from Pexels
Plan B

Akan lebih baik jika semua rencana persalinan yang Mama inginkan bisa berjalan dengan lancar, tapi sayangnya tidak semua rencana bisa berjalan seperti yang kita inginkan bukan?

Jadi, Mama harus membuat rencana cadangan dengan mendiskusikan apa yang Mama inginkan jika plan A yang sudah Mama buat tadi gagal, mungkin karena prosedur darurat atau hal lainnya.

Tentukan siapa yang harus berada di samping mama saat rencana pertama gagal, dan siapa yang harus menyampaikan pada keluarga jika terjadi kegagalan pada plan A. Termasuk juga menentukan apa Mama ingin bidan yang menangani persalinan ikut pergi ke UGD bersama Mama.

6. Perawatan pertama pada bayi

6. Perawatan pertama bayi
thebirthingspa.com

Begitu si kecil lahir, akan ada lebih banyak hal yang harus dipikirkan tentang preferensi mama. Apakah Mama ingin segera menggendongnya? Apakah Mama ingin ada kontak skin to skin dengannya? Apakah Mama ingin ada test khusus di jam-jam awal setelah kelahiran? Apakan Mama ingin si bayi diletakkan di kamar bersama Mama?

Sebagai tips, Mama mungkin bisa mempertimbangkan untuk menata kamar atau mengaturnya sedemikain rupa sehingga si Kecil bisa berada di sana bersama Mama.

Namun perlu diingat, kebijakan tiap rumah sakit atau tempat pilihan mama untuk bersalin berbeda-beda. Ada yang mengizinkan bayi tinggal bersama ibunya, ada juga yang mengharuskan semua bayi berada di ruangan khusus.

7. Menyusui bayi

7. Menyusui bayi
Freepik/javi_indy

Sebagian besar ibu mulai menyusui sesaat setelah proses kelahiran selesai. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa ibu yang melakukan kontak skin to skin dan memeluk bayinya pada jam-jam pertama setelah proses persalinan, punya lebih sedikit masalah dalam hal menyusui di kemudian hari.

Meski demikian, Mama pasti sudah tahu bahwa menyusui memang adalah hal yang penuh tantangan. Ungkapkan keinginan mama dalam rencana persalinan ini.

Ada beberapa pertanyaan yang bisa jadi bahan pertimbangan, seperti apakah Mama ingin bayi dibawa ke tempat menyusui sesuai permintaan? Atau jika Mama tidak berendana menyusui, apakah ada hal khusus yang harus Mama lakukan atau penuhi? Termasuk juga, apakah Mama ingin bayi memakai empeng?

Itulah tujuh hal yang harus dipertimbangkan saat menyusun rencana persalinan. Perlu diingat kembali bahwa rencana kelahiran pada akhirnya menjadi alat komunikasi, bukan skrip atau dokumen hukum. Punya keinginan dan rencana sendiri memang selalu jadi ide bagus, tapi perlu juga bersikap fleksibel jika nantinya ada yang tidak berjalan sesuai rencana.

Selamat menantikan kelahiran si kecil ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.