7 Tips Persiapan Diri untuk Kembali Kerja setelah Alami Keguguran

Kehidupan harus terus berjalan dengan semangat ya, Ma

28 Februari 2023

7 Tips Persiapan Diri Kembali Kerja setelah Alami Keguguran
Freepik/katemangostar

Keguguran adalah salah satu hal yang sangat menyakitkan untuk seorang mama. Jika hal ini terjadi, dunia mama akan serasa runtuh dan harapan seolah hilang begitu saja.

Meski demikian, Mama harus ingat untuk bangkit kembali. Hidup harus terus berjalan dan banyak tanggung jawab yang menanti. Pekerjaan rumah dan kantor sudah menunggu untuk diselesaikan. 

Memang tidak mudah untuk memulai, namun Mama bisa mencoba tips persiapan kembali kerja setelah keguguran yang dirangkum Popmama.com berikut ini, agar kembali bersemangat menghadapi hari. 

1. Ambil cutiĀ untuk memulihkan diri

1. Ambil cutiĀ untuk memulihkan diri
Freepik

Pasca keguguran, Mama jelas memerlukan waktu untuk memulihkan diri baik secara fisik maupun mental. Ambil waktu cuti sesuai kebutuhan. Namun seberapa banyak waktu yang Mama butuhkan akan bergantung pada hal-hal berikut:

  • Seberapa parah keguguran yang dialami. Jika Mama mengalami keguguran di awal kehamilan, proses pemulihan takkan berlangsung lama. Namun jika hal ini terjadi saat hamil tua, atau melibatkan prosedur caesar, maka Mama akan membutuhkan lebih banyak waktu.
  • Jenis pekerjaan mama. Jika pekerjaan Mama membutuhkan banyak aktivitas fisik, sebaiknya ambil cuti lebih lama untuk memastikan kondisi benar-benar sudah prima.
  • Kebijakan perusahaan. Setiap kantor tentunya punya aturan berbeda. Konsultasikan dengan tempat Mama bekerja, seberapa banyak waktu yang bisa diambil untuk istirahat.
  • Kebutuhan personal. Pada akhirnya, hanya Mama yang bisa mengukur seberapa banyak waktu yang diperlukan untuk memulihkan fisik dan mental. Bicarakan dengan dokter dan kantor tempat Mama bekerja.

Setelah mempertimbangkan berbagai faktor di atas, Mama bisa menentukan dengan bijak seberapa banyak waktu yang diperlukan untuk pemulihan. Jangan mengambil waktu sedikit, namun juga jangan terlalu lama meninggalkan tanggung jawab.

2. Bicara dengan atasan tentang kondisimu

2. Bicara atasan tentang kondisimu
Pexels/Mentatdgt

Sebagai pegawai perusahaan, Mama tentunya memiliki tanggung jawab yang harus dipatuhi. Namun jika Mama dalam kondisi berhalangan, hal ini harus dikomunikasikan dengan atasan.

Atasan adalah orang pertama di kantor yang wajib tahu kondisi ini. Dengan demikian, dia bisa mengambil langkah tepat agar Mama bisa beristirahat tanpa harus mengganggu sistem kerja.

Intinya, bicarakan dengan jelas dan gamblang apapun kondisi mama. Atasan harus tahu seberapa parah keguguran yang dialami, berapa banyak waktu cuti yang diperlukan, serta kesiapan mama untuk mulai bekerja.

Editors' Pick

3. Kabarkan pada orang lain

3. Kabarkan orang lain
Pexels/Fox

Jika Mama masih berencana kembali bekerja dengan perasaan tenang seperti sediakala, maka jangan pernah menutupi kabar ini. Biarkan semua orang tahu kondisi mama, agar tidak menimbulkan hal tidak menyenangkan. 

Berikut ini adalah manfaat bersikap terbuka pada semua orang:

  • Mama akan mendapat perlakuan dan perawatan yang tepat dari sekitar, termasuk dokter dan orang dekat.
  • Orang di sekitar mama bisa menempatkan diri. Misalnya mereka takkan membicarakan hal tersebut jika Mama tidak berkenan.
  • Mama akan mendapat bantuan materi dan spiritual dari orang-orang dekat.

Meski demikian, Mama tetap punya pilihan. Jika merahasiakan kabar keguguran adalah hal yang terbaik, maka lakukanlah. Tentunya Mama tahu mana yang terbaik untuk karir dan kehidupan sehari-hari.

4. Minta dispensasi kerja

4. Minta dispensasi kerja
Freepik/wayhomestudio

Jika Mama merasa kondisi belum benar-benar pulih namun ingin tetap bekerja, cobalah untuk minta dispensasi. Misalnya Mama bisa minta izin untuk bekerja dari rumah atau minta pengurangan beban kerja.

Terkait hal ini, Mama tentunya harus membicarakan dengan atasan. Komunikasikan dengan baik agar tidak ada kesalahpahaman yang berujung pada ketidaknyamanan.

Hal-hal di atas tentunya membutuhkan pendekatan yang baik karena berhubungan dengan lingkungan di sekitar mama. Selain tips-tips di atas, Mama mungkin juga harus melakukan hal-hal yang bersifat praktikal di tips berikutnya.

5. Membuat to-do-list

5. Membuat to-do-list
Freepik/Racool_studio

Tanpa Mama sadari, kehilangan calon bayi mungkin memberikan dampak yang luar biasa pada mental. Jika belum pulih betul, Mama akan mengalami kesulitan berkonsentrasi sehingga pekerjaan akan terhambat.

Jika hal ini terjadi, cara paling mudah adalah membuat to-do-list. Catat semua hal yang perlu Mama lakukan pada hari tersebut di kantor dan kerjakan secara perlahan. Yakinlah bahwa semua akan dapat dilakukan dengan baik.

6. Minta bantuan

6. Minta bantuan
Unsplash/Toa Heftiba

Jangan terlalu memaksakan diri. Pahami bahwa kondisi mama mungkin belum benar-benar siap dan masih perlu beradaptasi. 

Karenanya, cobalah meminta bantuan pada setidaknya satu orang rekan kerja untuk mendukung dan menyemangati. Dengan demikian, Mama tidak merasa sendirian melalui hari.

7. Rencana cadangan

7. Rencana cadangan
Freepik/yanalya

Sekali lagi, Mama mungkin tidak menyadari bahwa kondisi mama belum benar-benar pulih. Karenanya, selain meminta bantuan dari teman kantor, Mama juga perlu dukungan dari luar kantor.

Misalnya, pastikan ada yang mengantar dan menjemput Mama. Selain itu, mungkin Mama juga butuh bantuan untuk membawa barang-barang yang digunakan di tempat kerja. Pastikan kebutuhan mama benar-benar ada mengakomodasi.

Keguguran memang memberikan dampak luar biasa bagi siapapun yang mengalami. Jika hal ini terjadi pada Mama, jangan menyerah. Bersedih boleh, namun Mama harus tetap berusaha move on. Yakinlah bahwa semua akan baik-baik saja. Lakukan tips persiapan kembali bekerja setelah keguguran seperti di atas untuk memudahkan hari-hari mama.

Tetap semangat!

Baca juga:

The Latest