Kini Ibu dengan HIV dapat Menyusui jika Menjalani Aturan Berlaku

The American Academy of Pediatrics mengumumkan pengidap HIV dapat menyusui bayinya.

13 Juni 2024

Kini Ibu HIV dapat Menyusui jika Menjalani Aturan Berlaku
Freepik

HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Jika tidak diobati, virus ini dapat menyebabkan sindrom imunodefisiensi didapat atau AIDS, yang melemahkan sistem kekebalan tubuh dan membuat seseorang rentan terhadap infeksi dan penyakit lainnya.

Oleh karena itu, bagi Mama yang memiliki HIV dan ingin menyusui, penting untuk mematuhi pengobatan antiretroviral (ART) secara ketat. ART dapat membantu menjaga jumlah virus HIV tidak terdeteksi dalam tubuh, yang menurunkan risiko penularan virus kepada si Kecil melalui ASI.

Berikut penjelasan Popmama.com dilansir dari CNNHealth mengenai ibudenganHIVdapatmenyusuijikamenjalaniaturan. Yuk simak! 

AAP Mengumumkan bahwa Pasien HIV boleh Menyusui dengan Syarat

AAP Mengumumkan bahwa Pasien HIV boleh Menyusui Syarat
Dok. AAP

Untuk pertama kalinya, AmericanAcademyofPediatrics (AAP) mengubah pendiriannya dengan menyatakan bahwa orang dengan HIV (humanimmunodeficiencyvirus) dapat menyusui bayinya dengan risiko “sangat rendah” jika mereka mengikuti pedoman tertentu dengan dukungan dari tim perawatan medis.

Sebelumnya, AmericanAcademyofPediatrics merekomendasikan agar ibu dengan HIV untuk tidak menyusui bayi mereka, terlepas dari jumlah virus dan penggunaan terapi antiretroviral.

Menghindari menyusui adalah satu-satunya pilihan yang tepat untuk risiko penularan HIV. Namun sekarang dan ke depan, dokter anak harus memberikan dukungan dan konseling bagi perempuan yang ingin menyusui, yang menerima pengobatan antiretroviral, yang dikenal sebagai ART. 

Layanan Kesehatan harus Mendukung Ibu dengan HIV yang Ingin Menyusui

Layanan Kesehatan harus Mendukung Ibu HIV Ingin Menyusui
Pexels/SHVETS production

Informasi mengenai rekomendasi menghindari bayi minum ASI dari orang pengidap HIV berasal sekitar tahun 1985, ketika Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS merekomendasikan agar ibu dengan infeksi HIV menghindari menyusui.

Saat itu AAP merekomendasikan bahwa bagi Ibu dengan HIV di Amerika Serikat, menggantikan ASI-nya dengan formula atau ASI donor manusia yang disertifikasi.

"Itu adalah satu-satunya opsi yang 100% pasti untuk mencegah transmisi HIV pasca lahir, " laporan lama AAP. 

Laporan baru AAP menyatakan. "Namun, profesional kesehatan anak harus siap untuk memberikan konseling pemberian makanan bayi dan mengadopsi pendekatan pengurangan risiko yang bersifat keluarga, sensitif budaya, dan berorientasi pada pemeliharaan supresi virus yang berkelanjutan bagi individu dengan HIV yang menggunakan ART dan ingin menyusui."

Editors' Pick

Obat Antiretroviral dapat Mengurangi Resiko Penularan HIV

Obat Antiretroviral dapat Mengurangi Resiko Penularan HIV
pexels/Michelle Leman

Dalam keadaan di mana ibu tidak mengonsumsi obat antiretroviral (ART) atau bayi tidak menerima pengobatan antiretroviral pencegahan, risiko penularan HIV melalui ASI paling tinggi terjadi dalam empat hingga enam minggu pertama kehidupan bayi, yaitu sekitar 5% hingga 6%, menurut laporan AAP.

Namun, risikonya diperkirakan kurang dari 1% jika ibu mengonsumsi obat antiretroviral dan virus dalam tubuhnya terkendali dengan baik, artinya tidak ada virus yang terdeteksi.

dr. Lisa Abuogi selaku dokter anak di Colorado dan penulis laporan, mengungkap bahwa AAP secara tegas menyatakan Ibu hamil dengan HIV yang rutin terapi ATR dan tak terdeteksi virus diperbolehkan menyusui.

World Health Organization Menyuarakan Dukungannya

World Health Organization Menyuarakan Dukungannya
Freepik

Pada awal tahun 2000-an, studi menunjukkan bahwa bayi yang lahir dari perempuan dengan HIV di negara miskin memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit dan kematian ketika mereka diberi susu formula.

Hal ini ditemukan terkait dengan ibu-ibu yang tidak memiliki air minum bersih untuk mencampur susu formula, menurut laporan baru AAP.

Hal ini mendorong Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan bahwa orang dengan HIV harus menyusui bayi mereka di tempat-tempat yang tidak memiliki air minum bersih dan susu formula yang mudah diakses.

Ibu Hamil Direkomendasikan Cek Rutin HIV

Ibu Hamil Direkomendasikan Cek Rutin HIV
Pexels/Towfiqu Bharbuiya

Selain mendukung dan memberikan konseling kepada pasien dengan HIV yang ingin menyusui, AAP juga merekomendasikan dalam laporan baru ini agar orang hamil secara rutin diuji HIV. Mereka yang hidup dengan HIV atau baru didiagnosis juga harus segera dihubungkan dengan pengobatan.

Hal ini untuk memulai perawatan yang tepat dan tepat waktu. Langkah-langkah ini penting untuk memastikan kesehatan ibu dan bayi serta mengurangi risiko penularan HIV.

Anjuran Penyebaran Edukasi HIV

Anjuran Penyebaran Edukasi HIV
Pexels/Gustavo Fring

LaTonya sebagai seorang ibu yang tinggal di Colorado dan hidup 20 tahun dengan HIV.

Mengatakan bahwa ia berharap rekomendasi baru AAP mendorong para layanan kesehatan untuk lebih mengedukasi masyarakat tentang tingkat HIV yang tidak terdeteksi, bagaimana infeksi dapat diobati, dan bagaimana virus dapat ditekan.

"Itu adalah sesuatu yang dihadapi oleh banyak orang, dan bukan sesuatu yang perlu ditakuti," ujar LaTonya.

Menurutnya, waktu yang tepat bagi dokter untuk melakukan diskusi edukatif semacam itu dengan pasien adalah saat seseorang menjalani tes HIV rutin.

"Mereka akan berbicara tentang gonore dan klamidia, tetapi bagian tentang HIV sering terlewatkan. Karena itu, banyak orang masih terpaku pada pikiran tentang HIV dan AIDS dari jaman 1980-an," ujar LaTonya. "Saya percaya itu sebagian besar disebabkan oleh kurangnya pendidikan."

Itu dia rangkuman berita kesehatan dari AmericanAcademyofPediatrics tentang ibudenganHIVdapatmenyusui jika menjalani aturan yang berlaku. Semoga bermanfaat dan sehat selalu untuk Mama, ya! 

Baca Juga:

The Latest