Mengalami momen si Kecil tiba-tiba menggigit puting saat sedang asyik menyusui memang bisa bikin kaget sekaligus meringis menahan perih ya, Ma.
Pasti ada perasaan bercampur antara keinginan untuk segera melepaskan pelukan ya, Ma, tetapi di sisi lain Mama tidak tega melihat wajah polosnya yang sedang menikmati susu. Situasi ini sering kali membuat Mama merasa trauma atau merasa ragu melanjutkan proses menyusui akibat rasa sakit yang tertinggal di area payudara.
Nah, nggak perlu khawatir ya, Ma, Mama tidak sendirian dalam menghadapi halangan ini.
Banyak Mama lain di luar sana yang juga pernah mengalami stres atau kecemasan terkait drama "gigit-menggigit" ini hingga merasa ingin berhenti.
Padahal, menyusui seharusnya menjadi waktu bonding yang menyenangkan, tenang, dan penuh kasih sayang bagi Mama dan si Kecil. Rasa sakit yang muncul juga kadang-kadang memang dapat mengganggu stabilitas emosi Mama setelah melahirkan.
Umumnya, bayi mulai menggigit puting saat gusi mereka mengalami gatal karena proses tumbuh gigi atau sekadar mengeksplorasi kekuatan rahang mereka, Ma.
Selain itu, bayi juga sering kali menggigit di akhir sesi menyusui ketika mereka merasa sudah kenyang dan mulai bosan, beralih menjadi aktivitas bermain. Memahami alasan di balik perilaku ini sangat penting agar Mama tidak berpikir si Kecil sengaja ingin menyakiti Mama.
Selain itu, Mama juga penting menyadari bahwa bayi belum memiliki pemahaman tentang empati atau kesadaran bahwa tindakan mereka dapat menyebabkan rasa sakit yang signifikan pada Mama.
Mereka berada dalam fase oral, di mana mulut menjadi alat utama untuk memahami dunia di sekelilingnya dan merespons ketidaknyamanan yang dirasakan. Maka dari itu, reaksi yang tenang namun tetap tegas dari Mama sangat diperlukan agar kebiasaan menggigit ini tidak menjadi pola yang menetap.
Berdasarkan studi yang dirilis oleh The Royal Women's Hospital, posisi pelekatan (latching) yang kurang sempurna sering kali menjadi pemicu utama bayi menjepit puting dengan gusinya, Ma.
Penelitian tersebut juga menjelaskan bahwa saat pelekatan dalam (deep latch) tercapai, lidah bayi secara alami akan menutupi gusi bawahnya, sehingga secara anatomis si Kecil tidak mungkin menggigit puting tanpa menggigit lidahnya sendiri. Jadi, memperbaiki teknik posisi menyusui merupakan kunci perlindungan utama bagi Mama.
Apabila hal ini terus dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, Mama mungkin akan mengalami lecet, luka terbuka, hingga risiko mastitis yang menyakitkan.
Mengetahui langkah antisipasi yang tepat bukan hanya soal kenyamanan sesaat, tapi juga demi menjaga kesehatan payudara Mama secara jangka panjang selama masa menyusui. Kesehatan fisik Mama adalah modal utama agar kualitas pemberian nutrisi tetap terjaga dan si Kecil mendapatkan haknya dengan optimal.
Nah, biar Mama nggak lagi merasa was-was setiap kali jam menyusui tiba, penting nih untuk tahu langkah praktis yang didukung oleh panduan ahli kesehatan.
Yuk, simak langkah-langkah praktis dan efektif yang bisa Mama terapkan untuk mengatasi si Kecil yang hobi menggigit puting. Berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya khusus untuk Mama dibawah ini!
