Cerita pilu dan menyedihkan datang dari Mataram, Nusa Tenggara Barat. Seorang mama bernama Gusti Ayu Arianti berumur 23 tahun harus kehilangan bayinya dalam kandungan karena terlambat mendapatkan penanganan saat akan melahirkan.
Gusti saat akan melahirkan meminta pertolongan ke sejumlah rumah sakit, tapi ada prosedur yang harus dijalankan yakni menjalani rapid test. Setiap rumah sakit dan fasilitas kesehatan meminta rapid test Covid-19 terlebih dahulu untuk setiap mama yang akan melahirkan.
Padahal saat itu ketuban dari Gusti sudah pecah dan mengeluarkan banyak darah.
Untuk mengetahui berita selengkapnya, berikut Popmama.com rangkum informasi dari kisah sedih seorang mama di NTB ini.
