Pixabay/parentingupstream
Pihak manajemen Rumah Sakit Bunda Mulia Kisaran mengakui memang ada ibu dan bayi yang meninggal dunia setelah mereka tangani. Penanggung jawab Rumah Sakit Bunda Mulia Kisaran, dr Binsar P Sitanggang, menyebut kematian ibu dan bayi saat melahirkan tersebut karena solusio plasenta.
Solusio plasenta adalah putusnya plasenta dari sang Bayi saat berada dalam kandungan. Pihak rumah sakit menyebut kalau bayi dalam keadaan bagus dan normal dengan kepala menghadap ke bawah. Oleh karenanya mereka pada awalnya menyarankan agar R melakukan persalinan normal.
Pihak rumah sakit mengaku kalau sudah menjalankan dengan benar sesuai SOP yang ada dengan standar yang diatur WHO. Sebelum akhirnya dioperasi, kondisi bayi mengalami kemajuan yang cukup signifikan.
Pihak RS mengatakan bahwa sebelum kejadiaan naas itu, pihak keluarga menyuruh pasien merangkak sejauh lima meter selama dua jam. Hal itu menyebabkan gangguan pada kandungan R. Pihak RS menyebut perut pasien bisa mengalami kejang dan mengakibatkan solusio plasenta.
Sebab, saat dilakukan pembedahan ditemukan memar akibat trauma akan benturan di perut pasien. Rumah Sakit Bunda Mulia Kisaran sudah menjelaskan alasan itu secara medis kepada pihak keluarga korban.
Itulah tadi informasi mengenai ibu dan bayi yang meninggal setelah proses persalinan. Pihak rumah sakit sudah mengklarifikasi kepada keluarga korban mengenai hal ini.
Semoga masalah yang terjadi mengenai hal ini antara keluarga korban dan rumah sakit cepat menemukan titik terang ya, Ma.