Bagi Lauren, tetap menjalani kehamilan dengan kondisi ketuban yang sudah pecah tidaklah mudah, Ma. Ia kerap dilanda rasa cemas, karena khawatir akan memengaruhi kesehatan buah hatinya.
Saat usia kehamilan Lauren memasuki 34 minggu, hasil pemeriksaan menyatakan semua baik-baik saja. Dokter pun memutuskan untuk meminta Lauren bertahan setidaknya sampai minggu ke-37, namun pada usia kehamilan 35 minggu Lauren akhirnya mengalami kontraksi.
"Kontraksi saat itu terasa benar-benar menyakitkan, karena saya sudah cemas terus-menerus sebelumnya," imbuh ibu daru Ruby (3 tahun) tersebut.
Setelah sekitar 21 jam sejak kontraksi dimulai, Lauren akhirnya melahirkan bayinya yang kemudian diberi nama Archie. Sesaat setelah dilahirkan, Archie sempat dirawat di NICU (Neonatal Intensive Care Unit) karena mengalami sesak napas, tetapi kini kondisinya sudah dinyatakan sehat dan ia bisa berkumpul kembali dengan keluarga di rumah.
Archie sempat diduga mengalami pneumonia dan sepsis, beruntung setelah diberikan antibiotik dan perawatan intensif, kondisinya terus membaik.
Apa yang perlu diketahu tentang ketuban pecah dini?
Umumnya ketuban akan pecah jelang persalinan. Sekitar 24 jam kemudian, biasanya
bayi akan lahir. Apabila yang terjadi justru ketuban pecah sebelum Mama kontraksi atau bahkan sebelum waktunya persalinan, maka itu tandanya terjadi ketuban pecah dini.
Ya, ketuban bisa saja pecah saat usia kandungan Mama belum siap untuk persalinan. Misalnya apabila masih di bawah 36 minggu.
Kondisi tersebut bisa membahayakan nyawa janin karena mengakibatkan menipisnya cairan ketuban. Padahal cairan ketuban merupakan komponen penting bagi kehidupan janin dalam kandungan.
Penyebab pasti dari pecahnya ketuban sebelum waktu persalinan belum diketahui, tapi ada beberapa faktor risiko yang diyakini memicu ketuban pecah dini. Beberapa di antaranya yakni cedera fisik pada Mama, misalnya karena kecelakaan atau terjatuh.
Selain itu, faktor risiko lainnya yakni merokok, perdarahan vagina selama masa kehamilan, kelainan plasenta, adanya kelainan pada posisi janin, serta tekanan darah tinggi.
Komplikasi yang paling sering terjadi saat terjadi ketuban pecah dini adalah persalinan prematur. Jika dibiarkan, infeksi bisa menyerang janin dan menyebabkan sepsis. Sepsis merupakan kondisi serius di mana terjadi peradangan di seluruh tubuh akibat infeksi.
Mengingat banyaknya komplikasi serius dari ketuban pecah dini, Mama sebaiknya jangan tunda untuk segera cek ke dokter jika curiga mengalaminya, ya.