Cara Unik Menyapih Bayi yang Populer di Indonesia. Ada yang Berbahaya!

Cara terakhir bisa membuat geleng-geleng kepala

24 September 2021

Cara Unik Menyapih Bayi Populer Indonesia. Ada Berbahaya
Freepik/wayhomestudio

Saat bayi sudah mulai tumbuh dan mengenal lebih banyak makanan padat, itulah saat yang tepat untuk menyapihnya. Proses menyapih anak merupakan tantangan tersendiri bagi orangtua karena biasanya anak akan rewel dan merengek untuk tetap mendapat ASI. 

Fase menyapih anak dilalui oleh setiap orangtua dengan cara yang berbeda-beda. Tidak sedikit orangtua yang menggunakan cara unik untuk menghentikan anak menyusu. 

Kali ini Popmama.com akan mengulas tentang cara unik menyapih anak yang populer di Indonesia. Beberapa di antaranya, pasti pernah didengar oleh Mama. Apakah Mama penasaran? Langsung saja simak rangkuman berikut ini yuk!

1. Membuat payudara memerah dengan lipstik

1. Membuat payudara memerah lipstik
Pixabay/anncapictures

Cara unik yang pertama dan populer dalam menyapih anak adalah dengan mengoleskan lipstik merah pada payudara. Merah, adalah warna yang bisa diasosiasikan dengan rasa sakit. Mengulas lipstik danmemberi tahu anak bahwa payudara mama sedang sakit sambil menunjukan putingnya yang merah, adalah langkah yang paling sering dilakukan untuk menyapih. Melakukan hal ini akan membuat anak bingung dan enggan untuk menyusu. 

2. Membuat sensasi pahit di puting dengan mengoleskan empedu ikan

2. Membuat sensasi pahit puting mengoleskan empedu ikan
Freepik/dashu83

Empedu ikan memiliki rasa yang sangat pahit. Jika empedu ikan dioleskan pada puting payudara, tentunya anak menjadi enggan menyusu lagi karena rasanya pahit. Hal ini diharapkan mampu membuat anak berhenti untuk menyusu. 

Selain empedu ikan, masih banyak bahan lain yang dapat digunakan seperti brotowali yang memiliki rasa sangat pahit. Hati-hati Ma, cara ini bisa membuat anak trauma dengan payudara, lho. 

Editors' Picks

3. Drama sakit, dengan menggunakan plester untuk menutupi puting

3. Drama sakit, menggunakan plester menutupi puting
Freepik/freepik

Cara selanjutnya agar anak mau berhenti menyusu adalah dengan menempelkan plester pada puting mama. Serupa dengan cara pertama, cara ini dapat membuat anak mengira bahwa puting mama sedang sakit sehingga ia tidak bisa menyusu. 

4. Mirip trik lipstik, kali ini dengan mengoleskan obat luka

4. Mirip trik lipstik, kali ini mengoleskan obat luka
Pixabay/ds_30

Anak biasanya tahu bahwa jika terluka akan diobati dengan obat antiseptik luka, begitu juga dengan puting mama. Obat antiseptik luka memiliki warna khas yang mencirikan luka atau sakit. Banyak mama membuat anak enggan menyusu dengan cara meneteskannya pada kapas kemudian ditempelkan pada payudara. Anak akan mengira bahwa payudara ibunya sedang terluka sehingga ia harus berhenti menyusu.

5. Membuat ASI pedas dengan mengoleskan sambal

5. Membuat ASI pedas mengoleskan sambal
Freepik/jcomp

Cara ini mungkin dapat memberikan efek panas pada payudara. Namun, cara ini dapat membantu agar anak berhenti menyusu karena kebanyakan anak-anak tidak menyukai rasa pedas. 

6. Membuat ASI tidak enak dengan mengoleskan minyak kayu putih

6. Membuat ASI tidak enak mengoleskan minyak kayu putih
Pixabay/Mareefe

Mirip dengan cara sebelumnya, mengoleskan minyak kayu putih pada payudara akan memberikan efek panas sehingga anak akan berhenti menyusu dengan ibunya. 

7. Membuat aroma tidak enak dengan menggunakan celana dalam kotor suami

7. Membuat aroma tidak enak menggunakan celana dalam kotor suami
Freepik/mrsiraphol

Cara yang terakhir ini tergolong ekstrem dan terkesan menjijikan. Namun, masih ada yang menganggap cara ini ampuh karena dapat membuat anak enggan menyusu setelah mencium aroma tidak sedap dari celana dalam papa. 

Wah ada ada saja ya, Ma cara yang dilakukan demi membuat anak berhenti menyusu. Sebenarnya cara ini kembali lagi pada tujuan dari masing-masing orangtua dalam menyapih anaknya. Ada baiknya jika orangtua tetap memperbanyak ilmu parenting agar tidak keliru dalam mengasuh anak. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.