Cara Mengolah Limbah ASI Perah, Bisa untuk Merawat Kulit Bayi

Ternyata ASI dapat menyuburkan tanaman lho

16 September 2021

Cara Mengolah Limbah ASI Perah, Bisa Merawat Kulit Bayi
Freepik/shurkin-son

Apakah Mama sering memompa ASI dan disimpan sebagai stok untuk si Kecil? Tentunya ASIP yang terbuang sia-sia akan membuat hati sedih karena setiap tetesnya sangat berarti.

Perlu Mama ketahui cara yang tepat untuk menyimpan ASIP. Dimulai dari waktu penyimpanan, botol yang digunakan, hingga tempat yang aman untuk menyimpan ASIP. Semua harus diperhatikan untuk menjaga kualitas ASIP tetap dalam kondisi baik. 

Kali ini Popmama.com akan mengulas lengkap mengenai cara penyimpanan ASI dan cara pengolahan limbahnya. Langsung saja disimak yuk, Ma!

1. Cara tepat menyimpan ASI

1. Cara tepat menyimpan ASI
Freepik/valeria-aksakova

Yang perlu diperhatikan dalam menyimpan ASIP adalah kebersihannya. Pastikan botol kemasan sudah disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri. Sterilisasi bisa dilakukan dengan cara merebus botol selama 5 hingga 10 menit. Mama juga bisa melakukan sterilisasi dengan alat khusus steril botol ASIP. Namun, pastikan botol yang digunakan aman dan tahan dari risiko pecah. 

Setelah itu, ASIP yang sudah diperah sebaiknya langsung dimasukan ke dalam botol dan simpan di freezer. Jika menggunakan kantong plastik penyimpanan ASIP, sebaiknya tempatkan dulu ke dalam kotak atau kontainer kecil untuk menghindari kebocoran di dalam freezer.

2. Waktu penyimpanan ASIP

2. Waktu penyimpanan ASIP
Freepik/jcomp

Lamanya waktu penyimpanan ASIP tergantung dari suhu penempatannya. Susu yang baru saja diperah dapat bertahan pada suhu ruangan selama 4 jam. ASIP  yang disimpan di kulkas dengan suhu 4°C sebaiknya digunakan dalam waktu 4 hari. Jika disimpan di dalam freezer dengan suhu -18°C ASI dapat tahan hingga 6 bulan. 

Untuk mencairkan ASIP yang beku dari freezer dapat memasukkan botol ke dalam kulkas semalaman, kemudian simpan di dalam air hangat. Hindari mencairkan ASIP dalam microwave karena dapat merusak nutrisi pada ASIP. 

Editors' Picks

3. Ciri-ciri ASIP sudah tidak layak dikonsumsi bayi

3. Ciri-ciri ASIP sudah tidak layak dikonsumsi bayi
Unsplash/lwolski

Penting bagi ibu mengetahui ciri-ciri ASIP yang sudah basi dan tidak layak untuk dikonsumsi bayi. Bayi yang mengonsumsi ASIP yang sudah basi dapat mengalami masalah serius seperti mual, muntah, diare, hingga demam. 

Lalu apa saja ciri-ciri ASIP yang sudah basi? Berikut adalah informasinya:

  • Memiliki rasa yang tidak enak seperti asam atau tengik.

  • Perubahan warna menjadi terlalu kuning.

  • Kadar lemak dan air sulit menyatu. 

  • Baunya tidak seperti susu dan cenderung tidak sedap.

  • Bayi sulit untuk naik berat badan.

4. Cara mengatasi ASIP terbuang

4. Cara mengatasi ASIP terbuang
Freepik/bristekjegor

Ibu yang menyimpan ASIP untuk stok kebutuhan bayi pasti akan sebisa mungkin menyimpannya dengan cara yang tepat untuk menghindari ASIP yang terbuang sia-sia. 

Namun ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan kualitas ASIP menurun bahkan hingga tidak dapat dikonsumsi lagi oleh bayi. ASIP bisa saja terbuang karena kulkas penyimpanan rusak atau listrik padam sehingga ASIP tidak mendapatkan suhu yang dapat menahan kualitasnya tetap baik.

Jika sudah terlanjur basi, jangan langsung membuang ASIP, apalagi jika dalam jumlah yang banyak. Ternyata ASIP yang basi dapat digunakan untuk hal lain yang bermanfaat, salah satunya adalah untuk memandikan bayi. 

Mungkin Mama terheran-heran mengapa ASIP bisa digunakan untuk memandikan bayi. Tenang saja, Ma! Selama tidak berbau yang tidak sedap, ASIP aman digunakan untuk kulit bayi. Justru mandi ASIP dapat membantu mengatasi masalah kulit karena memiliki khasiat yang menyehatkan, melindungi, dan menyembuhkan baik bagian dalam maupun luar bayi.

5. Manfaat ASIP bagi kulit bayi

5. Manfaat ASIP bagi kulit bayi
Freepik/onlyyouqj

ASI mengandung zat penting yang dapat menutrisi bayi seperti antibodi untuk meningkatkan kekebalan. Bayi yang mengonsumsi ASI juga berisiko lebih kecil untuk terserang penyakit seperti diare, asma, alergi, dan infeksi. 

Selain dapat menjaga bayi dari dalam, ASI juga memiliki banyak manfaat bagi penggunaan luar yaitu kulit bayi. Beberapa manfaatnya yaitu:

  • Dilansir dari Healthline, ASI sama efektifnya dengan hidrokortison 1% untuk mengobati eksim ringan hingga sedang. 
  • Dapat meredakan iritasi bekas gigitan serangga dan kulit terbakar akibat paparan sinar matahari. Campurkan sedikit asi dengan air untuk membuat larutan yang dapat disemprotkan pada kulit bayi. Larutan ini dapat menembuhkan bekas gigitan serangga dan kulit terbakar akibat paparan sinar matahari.

  • Dapat menyembuhkan ruam popok. Ruam popok sangat umum terjadi pada bayi. Sebuah studi menunjukkan bahwa ASI dapat mengobati ruam popok dan sama efektifnya dengan menggunakan 1% salep hidrokortison

6. ASIP juga dapat digunakan untuk tanaman

6. ASIP juga dapat digunakan tanaman
Freepik/drobotdean

Tanaman juga makhluk hidup yang membutuhkan nutrisi yang sebagian besar terdapat di tanah. Dilansir dari Mikology, ASI (bisa juga susu sapi atau kambing) mengandung mineral yang bermanfaat bagi tanaman. Cukup siram ASIP pada tanah untuk membuat tanaman tumbuh lebih baik. 

Wah, ternyata ASI memiliki manfaat yang tak disangka ya, Ma. Meski begitu, tetap bijak dalam menyimpan ASIP karena bagaimanapun juga bayi membutuhkan ASIP dengan kualitas yang baik. Jangan sampai ASI yang sudah diperah malah menjadi terbuang sia-sia.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.