Peran Support System untuk Ibu Menyusui, Apa Saja Tugasnya?

Mulai dari suami hingga orang-orang sekitarnya

2 Agustus 2022

Peran Support System Ibu Menyusui, Apa Saja Tugasnya
Unsplash/Kelly Sikkema

Seperti yang Mama ketahui, ASI merupakan sumber nutrisi utama bagi bayi baru lahir hingga usianya menginjak 6 bulan. Oleh karena itu, ibu menyusui memiliki peran yang sangat penting untuk tumbuh kembang bayinya. 

Nah, agar proses menyusui Mama berjalan lancar dan kesehatan bayi tetap optimal, dibutuhkan adanya dukungan dari berbagai pihak. Terutama dari orang-orang terdekat Mama sendiri. 

Tidak hanya suami yang selalu mendampingi, tetapi juga lingkungan sekitarnya. Tanpa dukungan yang cukup, ibu menyusui mungkin bisa mengalami kelelahan fisik, kurangnya rasa aman dan percaya diri, serta tekanan emosional. 

Apabila hal tersebut terjadi, produksi ASI mungkin bisa berkurang. Pada akhirnya, ini bisa berisiko pada si Kecil karena ia tak mendapatkan kebutuhan ASI yang mencukupi. 

Padahal aktivitas menyusui tidak hanya bermanfaat bagi bayi, tetapi juga penting untuk kesehatan sang ibu sebagai seorang perempuan.

Lantas, siapa saja support system untuk ibu menyusui? Berikut Popmama.com rangkum daftar beserta perannya.

1. Ibu menyusui butuh dukungan Papa

1. Ibu menyusui butuh dukungan Papa
Pexels/Laura Garcia

Support system yang paling utama bagi seorang ibu menyusui, tentu saja pasangannya. Maka dari itu, Papa pun perlu memberikan dukungan penuh kepada istri agar proses mengASIhi buah hati berjalan maksimal.

Ada banyak sekali cara yang bisa Papa lakukan sebagai bentuk dukungan kepada ibu menyusui. Mulai dari selalu menjadi suami siaga selama kehamilan hingga kelahiran bayi ke dunia. 

Misalnya, dengan selalu memerhatikan kondisi fisik dan mental ibu. Hal ini dapat ditunjukkan dengan memastikan kenyamanan dan kebutuhan istri selama mengasuh si Kecil.

Selain itu, dukungan yang bisa Papa berikan juga dapat berbentuk bantuan dalam melakukan pekerjaan rumah. Jadi, pekerjaan Mama terasa lebih ringan. 

Jangan lupa untuk berbagi peran dalam mengasuh bayi. Contohnya dengan menggendongnya bergantian, ikut menggantikan popok, memandikan bayi, menyendawakan bayi usai menyusui, dan turut serta dalam bentuk pengasuhan lainnya.

Papa juga bisa memberi dukungan lain bagi ibu menyusui dengan cara turut menghadiri kelas laktasi sehingga kedua orangtua memahami segala informasi terkait proses menyusui si Kecil.

2. Konselor laktasi termasuk support system untuk ibu menyusui

2. Konselor laktasi termasuk support system ibu menyusui
Unsplash/David Veksler

Pihak lain yang juga termasuk dalam support system ibu menyusui adalah konselor laktasi. Dalam hal ini, Mama bisa melakukan konsultasi dengan konselor laktasi selama beberapa kali pertemuan. 

Mulai dari masa kehamilan di trimester ketiga hingga bayi lahir ke dunia. Seorang konselor laktasi memiliki peran yang penting karena mereka dapat memberikan dukungan fisik maupun emosional bagi ibu menyusui. 

Mengapa Mama perlu bertemu dengan konselor laktasi? Hal ini karena proses menyusui bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan. 

Mama perlu memahami bagaimana sistem pelekatan yang baik selama proses menyusui, dan informasi terkait lain yang bermanfaat bagi bayi maupun ibunya.

Selain itu, Mama dapat mengajukan berbagai pertanyaan atau meminta solusi atas masalah yang terjadi selama menyusui. Misalnya ketika ibu menyusui mengalami infeksi payudara, nyeri pada payudara, mastitis, dan masalah umum lainnya.

Dengan begitu, Mama merasa lebih tenang dan bisa mengatasi masalah secara lebih tepat berdasarkan dampingan ahlinya.

Konselor laktasi juga biasanya akan membantu Mama dalam menjaga produksi ASI melalui tips dan trik yang efektif. Jadi, kebutuhan nutrisi si Kecil tetap terpenuhi dan tumbuh kembangnya lebih optimal.

Editors' Pick

3. Keluarga juga wajib mendukung ibu menyusui

3. Keluarga juga wajib mendukung ibu menyusui
Pexels/Rene Asmussen

Orang-orang di sekitar ibu menyusui juga memiliki peran yang sama pentingnya dengan suami maupun konselor laktasi, lho. Dalam hal ini, bisa berupa keluarga serta orang-orang terdekat.

Misalnya dari orangtua Mama dan Papa atau nenek dan kakek si Kecil, serta anggota keluarga lain. 

Ada banyak hal yang dapat dilakukan pihak keluarga dan kerabat untuk mendukung proses ibu menyusui dalam mengASIhi bayinya. 

Contohnya, dengan menunjukkan sikap supportif, tidak meragukan kemampuan sang ibu dalam memberikan ASI pada si Kecil, serta memberikan perhatian dan kenyamanan pada ibu menyusui.

Selain itu, orang-orang terdekat juga bisa menawarkan bantuan kepada ibu menyusui dengan turut berkontribusi dalam pengasuhan atau pekerjaan rumah. 

Jadi, ibu menyusui tetap dapat beristirahat dengan cukup. Dengan kondisi fisik yang kuat dan mental yang sehat, ibu menyusui pasti dapat mengASIhi si Kecil dengan lebih optimal.

4. Teman sesama ibu juga sepatutnya saling mendukung

4. Teman sesama ibu juga sepatut saling mendukung
Unsplash/Priscilla Du Preez

Teman dekat Mama atau orang-orang yang ditemui melalui komunitas ibu menyusui juga termasuk dalam support system yang dapat berperan selama proses mengASIhi si Kecil. 

Melalui hubungan pertemanan dekat dengan sesama ibu, Mama bisa saling sharing informasi seputar menyusui. Mulai dari kondisi kesehatan si Kecil, kondisi fisik, hingga mental Mama.

Mama dan teman sesama ibu juga bisa saling mendukung sehingga dapat tumbuh bersama menjadi orang tua yang lebih baik untuk anak-anak kelak.

Teman sesama ibu sangat penting bagi Mama karena mereka bisa turut merasakan dan mengalami hal serupa. Jadi, Mama tak merasa sendiri saat menghadapi kendala selama proses menjadi seorang ibu.

Kini, sudah ada banyak komunitas sesama ibu yang bisa Mama temui secara online maupun offline. Salah satunya melalui Popmama Community yang bisa memperluas jaringan pertemanan Mama sekaligus menambah berbagai pengetahuan seputar parenting.

5. Asisten rumah tangga juga bisa jadi support system ibu menyusui

5. Asisten rumah tangga juga bisa jadi support system ibu menyusui
Pexels/Andrea Piacquadio

Pihak terdekat lain yang bisa menjadi support system untuk ibu menyusui, yaitu asisten rumah tangga.  Semenjak melahirkan si Kecil, sebagian besar waktu Mama akan dicurahkan untuk buah hati. Oleh karenanya, Mama mungkin membutuhkan peran asisten rumah tangga untuk bantu menyelesaikan pekerjaan rumah. 

Dengan begitu, Mama bisa lebih fokus untuk mengasuh si Kecil selama di rumah. Tanpa khawatir akan pekerjaan rumah yang menumpuk. Adanya asisten rumah tangga dapat membuat Mama lebih tenang dan juga minim stres. Proses menyusui pun bisa dilalui dengan lebih bahagia sehingga si Kecil tumbuh optimal. 

6. Keikutsertaan tempat kerja dan ruang publik dalam mendukung ibu menyusui

6. Keikutsertaan tempat kerja ruang publik dalam mendukung ibu menyusui
Unsplash/Wes Hicks

Support system untuk ibu menyusui lainnya tak berhenti pada orang-orang di sekitarnya saja, lingkungan kerja serta ruang publik juga patut memberikan dukungan pada mereka. 

Menurut UNICEF, adanya dukungan eksternal dari berbagai pihak bisa membantu ibu menyusui menghasilkan generasi berikutnya dengan lebih baik. 

Dalam hal ini, lingkungan kerja dan ruang publik bisa turut memberikan dukungan dengan cara menyediakan ruang khusus menyusui yang sesuai standar kesehatan.

Ibu menyusui yang mendapatkan dukungan penuh dari lingkungan kerjanya juga bisa meningkatkan produktivitas mereka selama bekerja, lho. 

Untungnya, sudah banyak perusahaan dan fasilitas publik yang telah menunjukkan komitmennya dalam memberikan dukungan pada ibu menyusui. Melalui ketersediaan ruang menyusui yang layak, nyaman, dan aman bagi ibu menyusui. 

Adapun standar ruang menyusui yang ideal menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 15 Tahun 2013 Pasal 10, yaitu:

  • Tersedianya ruangan khusus dengan ukuran minimal 3x4 m2 dan/atau disesuaikan dengan jumlah pekerja perempuan yang sedang menyusui,
  • Ada pintu yang dapat dikunci, yang mudah dibuka/ditutup,
  • Lantai keramik/semen/karpet,
  • Memiliki ventilasi dan sirkulasi udara yang cukup,
  • Bebas potensi bahaya di tempat kerja termasuk bebas polusi,
  • Lingkungan cukup tenang jauh dari kebisingan,
  • Penerangan dalam ruangan cukup dan tidak menyilaukan,
  • Kelembapan berkisar antara 30-50%, maksimum 60%,
  • Tersedia wastafel dengan air mengalir untuk cuci tangan dan mencuci peralatan.

Selain itu, ruang menyusui juga perlu memiliki peralatan pendukung, yang meliputi:

  • Lemari pendingin (refrigerator) untuk menyimpan ASI,
  • Gel pendingin (ice pack),
  • Tas untuk membawa ASI perahan (cooler bag), 
  • Sterilizer botol ASI,
  • Meja tulis,
  • Kursi dengan sandaran untuk ibu memerah ASI,
  • Konseling menyusui kit yang terdiri dari model payudara, boneka, cangkir minum ASI, spuit 5cc, spuit 10 cc, dan spuit 20 cc,
  • Media KIE tentang ASI dan inisiasi menyusui dini yang terdiri dari poster, foto, leaflet, booklet, dan buku konseling menyusui),
  • Lemari penyimpan alat,
  • Dispenser dingin dan panas,
  • Alat cuci botol,
  • Tempat sampah dan penutup,
  • Penyejuk ruangan (AC/Kipas angin),
  • Nursing apron/kain pembatas/ pakai krey untuk memerah ASI,
  • Waslap untuk kompres payudara,
  • Tisu/lap tangan, dan
  • Bantal untuk menopang saat menyusui.

Itu dia berbagai support system yang perlu didapatkan ibu menyusui agar proses mengASIhinya berjalan sukses dan tumbuh kembang bayi maksimal.

Yuk, beri dukungan ibu menyusui secara penuh baik dalam hal fisik maupun emosionalnya!

Semoga Mama yang sedang dalam menyusui bisa terus semangat dalam memberikan nutrisi terbaik untuk si Kecil, ya.

Baca juga:

The Latest