Setelah sembilan bulan menanti, kehadiran si Kecil di dunia tentu membawa kebahagiaan yang luar biasa. Namun, bukan rahasia lagi jika periode setelah melahirkan atau masa nifas juga menjadi tantangan emosional yang cukup berat bagi banyak Mama. Di tengah sibuknya mengurus bayi yang baru lahir, tak jarang Mama tiba-tiba merasa sangat emosional, mudah menangis tanpa alasan yang jelas, hingga merasa cemas berlebihan.
Perasaan ini sering kali membuat banyak Mama merasa bersalah atau bertanya-tanya, "Apakah aku menjadi Mama yang buruk?" Padahal, apa yang Mama alami sangatlah manusiawi. Perubahan suasana hati ini dikenal dengan istilah baby blues, yang dialami oleh sebagian besar perempuan setelah melahirkan akibat fluktuasi hormon yang sangat drastis dalam tubuh.
Mengutip dari American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), fluktuasi hormon estrogen dan progesteron yang terjadi segera setelah persalinan dapat memengaruhi zat kimia di otak yang mengatur suasana hati. Selain itu, kelelahan fisik yang ekstrem akibat kurang tidur dan proses pemulihan pascamelahirkan membuat Mama jauh lebih rentan terhadap perubahan emosi yang intens.
Jangan panik atau menyalahkan diri sendiri, ya, Ma. Memahami penyebab di balik kecemasan dan tangisan tersebut adalah langkah awal yang penting untuk memulihkan kesehatan mental Mama.
Agar Mama lebih tenang dan tidak lagi merasa sendirian, berikut Popmama.com rangkum adalah tujuh faktor utama yang sering kali menjadi penyebab mengapa Mama merasa jauh lebih sensitif dan cemas setelah si Kecil lahir.
