Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Mengenal Perbedaan Mastitis dengan ASI Tersumbat, Jangan Sampai Salah!
pexels.com/cottonbro studio
  • Artikel membahas perbedaan antara mastitis dan saluran ASI tersumbat yang sering dialami ibu menyusui.
  • Dijelaskan bahwa keduanya sama-sama menyebabkan ketidaknyamanan, tetapi memiliki kondisi dan penanganan berbeda.
  • Tujuan artikel adalah membantu ibu mengenali gejala agar dapat menangani masalah menyusui dengan tepat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Masalah pada payudara saat menyusui memang mengkhawatirkan. Saat ASI seret dan payudara sakit, bukan berarti langsung mastitis. Inilah perbedaan mastitis dengan saluran ASI tersumbat. 

Kelancaran ASI sangat penting untuk ibu menyusui dan juga bayinya. Saat ada saluran tersumbat, Mama pasti langsung merasakan ketidaknyamanan dan bayi pun mengalami hal yang sama karena asupan ASI berkurang. 

Meski sama-sama tersumbat, namun saluran ASI yang mampet dan mastitis adalah dua hal yang berbeda. Apa bedanya? Popmama.com akan merangkumkannya untuk Mama. 

1. Mengenal clogged duct

pexels.com/MART PRODUCTION

Saluran ASI tersumbat atau yang memiliki istilah clogged duct adalah kondisi umum yang sering dialami oleh ibu menyusui. Biasanya terjadi saat salah satu saluran kecil di payudara tersumbat sehingga menghambat aliran ASI. 

Kondisi ini menimbulkan rasa yang tidak nyaman dan nyeri pada ibu menyusui. Jika tidak segera ditangani, maka bisa berpotensi menjadi infeksi payudara atau mastitis. 

2. Ciri fisik payudara tersumbat

pexels.com/Tamilles Esposito

Penting sekali untuk mengetahui seperti apa ciri-ciri dari saluran ASI yang tersumbat agar bisa segera ditangani. Apa saja cirinya? Pertama, terdapat benjolan keras yang terasa nyeri dan sakit saat disentuh. Benjolan ini terasa seperti gumpalan dan seringkali hanya muncul pada satu area. 

Selanjutnya, terdapat perubahan warna kulit payudara, biasanya terlihat lebih merah, gelap, dan meradang. Selain itu, biasanya juga terasa panas saat disentuh.

Saat mengalami ASI tersumbat, payudara Mama akan terasa lebih kencang, bengkak, panas, dan disertai rasa nyeri. Terakhir, muncul bintik putih kecil di ujung puting yang merupakan lapisan kulit tipis yang menutupi lubang saluran ASI sehingga air susu tidak bisa keluar. 


3. Ciri lain yang dirasakan tubuh

pexels.com/RDNE Stock project

Selain nyeri, Mama yang mengalami saluran ASI tersumbat juga mungkin merasa tidak enak badan. Kondisi ini disertai juga dengan tubuh yang pegal dan rasa lemas. Gejala ini mirip dengan flu, namun terasa lebih ringan. 

Jika Mama merasa tidak enak badan, dan bayi pun tidak nyaman karena asupan ASI kurang, mungkin Mama mengalami sumbatan ASI. 

4. Penyebab dan langkah penanganan saat mengalami ASI tersumbat

Pinterest.com

Kenapa Mama bisa mengalami ASI tersumbat? Biasanya karena jarang menyusui atau memerah ASI, tidak mengosongkan payudara sepenuhnya saat menyusui, atau mengenakan bra atau pakaian yang terlalu ketat. 

Saat posisi menyusui kurang tepat, bisa juga mengalami sumbatan ASI karena tidak semua bagian payudara terhisap optimal. Sumbatan ASI juga bisa dipicu dari perubahan mendadak pada jadwal menyusui dan dehidrasi atau kelelahan. 

Jika sudah mengalami sumbatan ASI, Mama masih bisa melakukan penanganan mandiri di rumah. Pertama, bisa lanjut menyusui agar sumbatan bisa keluar secara alami. 

Sambil menyusui, bisa sambil dikompres dengan air hangat untuk membantu melancarkan aliran ASI. Saat sedang mandi, bisa memijat lembut di area benjolan mengarah ke puting susu. Hal ini dilakukan untuk mendorong sumbatan keluar. 

Untuk mempercepat penyembuhan, pastikan untuk istirahat yang cukup, karena kelelahan bisa memperburuk kondisi tubuh mama. 


5. Mengenal mastitis

pexels.com/MART PRODUCTION

Sebenarnya, mastitis adalah kondisi lanjutan dari sumbatan ASI. Pada tahap awal, Mama akan mengalami pembengkakan pada payudara yang disertai dengan kemerahan serta terasa hangat. Lalu, payudara akan terasa nyeri saat disentuh dan merasakan sensasi terbakar yang terjadi terus-terusan, apalagi saat menyusui. 

Selain itu, gejalanya akan disertai dengan demam, menggigil, tubuh yang terasa lemas dan pegal, serta mual. Pada kondisi yang lebih parah, bisa keluar cairan yang mengandung nanah dari puting dan terjadi pembesaran kelenjar getah bening di area ketiak atau leher. 

6. Cara mengobati mastitis

freepik.com/freepik

Bagi Mama yang mengalami gejala ringan, mastitis bisa diobati dengan pengobatan mandiri. Mama bisa memberikan kompres hangat pada area payudara, lakukan selama 15 menit dan lakukan hingga 4 kali sehari. 

Tambahkan obat pereda nyeri untuk mengurangi rasa tidak nyaman. Perbanyak istirahat dan minum cairan. Hindari mengenakan pakaian dan bra yang terlalu ketat dan konsumsi makanan sehat dan seimbang. 

Tak lupa, perbanyak menyusui dengan payudara yang mengalami pembengkakan dan pastikan posisi mulut bayi benar dan bayi bisa menyedot ASI dengan baik. Susui bayi secara teratur dan pompa ASI saat payudara terasa penuh. 

7. Perbedaan saluran ASI tersumbat dengan Mastitis

freepik.com

Jika disimpulkan, saluran ASI tersumbat dan mastitis merupakan dua kondisi berbeda. Pada kondisi saluran ASI tersumbat, terdapat benjolan yang nyeri dan bengkak, serta tidak enak badan. Namun, tidak disertai dengan demam tinggi. 

Sedangkan mastitis merupakan sumbatan yang berlanjut menjadi infeksi. Mama biasanya akan mengalami demam tinggi, menggigil, nyeri di seluruh tubuh, sakit kepala, dan mengalami kelelahan ekstrem. 

Jika mastitis tidak bisa diatasi dengan pengobatan mandiri, segera datang ke puskesmas atau rumah sakit untuk mendapat penanganan segera, ya. 

Editorial Team