Menantikan kelahiran si Kecil seharusnya menjadi momen yang penuh kebahagiaan ya, Ma. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa terselip rasa cemas di hati mengenai proses persalinan nanti. Terkadang, pengalaman melahirkan tidak selalu berjalan mulus sesuai rencana, dan hal ini bisa memicu apa yang disebut sebagai trauma persalinan. Melansir dari Cleveland Clinic, trauma persalinan adalah tekanan emosional atau rasa sakit fisik hebat yang dialami sebelum, selama, atau setelah proses melahirkan.
Kondisi ini ternyata cukup umum terjadi, di mana diperkirakan hingga 1 dari 3 ibu mengalami pengalaman persalinan yang traumatis.
Trauma ini bisa muncul karena berbagai alasan, mulai dari kondisi darurat yang mengancam nyawa, proses persalinan yang sangat lama, hingga perasaan kehilangan kendali saat berada di ruang bersalin. Penting untuk dipahami bahwa perasaan ini nyata dan setiap Mama bisa merasakannya secara berbeda.
Jika tidak segera disadari dan ditangani, trauma ini dapat memengaruhi kualitas hidup Mama selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.
Dampaknya pun tidak hanya dirasakan oleh Mama sendiri, tapi juga bisa memengaruhi hubungan dengan pasangan hingga proses bonding dengan si Kecil. Oleh karena itu, membekali diri dengan edukasi sejak masa kehamilan adalah langkah awal yang sangat baik untuk mencegah risiko trauma tersebut.
Memahami bahwa ketenangan batin Mama adalah prioritas utama, berikut Popmama.com bagikan cara mengenal dan mencegah trauma persalinan sejak masa kehamilan.
