Setelah Operasi Janin di Dalam Rahim, Bayi ini Bisa Selamat dan Hidup

Menjalani kecemasan beberapa bulan, akhirnya bayi laki-laki ini bisa dilahirkan dan hidup sehat

11 Desember 2019

Setelah Operasi Janin Dalam Rahim, Bayi ini Bisa Selamat Hidup
nytimes.com

Setelah menjalani operasi eksperimental untuk spina bifida pada bulan September saat masih di dalam rahim, bayi laki-laki lahir di Texas Children's Hospital. Kejadian langka ini pernah terjadi di Houston pada hari Jumat (12/01/2018) lalu.

Bayi laki-laki dari Mr.Royer menunjukkan semangat yang luar biasa. Setelah satu setengah jam berada dalam rahim yang sempit dan menjepit kepalanya setiap beberapa menit sekali, akhirnya proses persalinan berhasil membawanya terlahir ke dunia.

Pada hari Jumat lalu, pukul 5:35 pagi, dua hari sebelum tanggal prediksi lahir, tiba-tiba terdengar suara tangisan baby Royer. Bayi mungil ini terlahir dengan berat 3.854 gram dan tinggi 50,8 cm.

Pada saat kelahirannya di Texas Children's hospital, baby Royer telah melakukan apa yang diharapkan oleh kedua orangtua dan dokternya. Ia menggerakkan kaki-kakinya, ini pertanda bahwa operasi yang dilakukan saat bayi masih berada di dalam kandungan ibunya tersebut mungkin telah berhasil mencegah kerusakan pada saraf tulang belakang yang dibutuhkannya untuk berjalan.

Baby Royer berhasil menarik lututnya dan mendorongnya kembali, seolah ia ingin merangkak menjauh dari perawat yang mencoba membedongnya.

Meski ada beberapa kandidat nama, orangtuanya mengatakan bahwa mereka ingin mengenalnya lebih baik sebelum memilihkan nama.

Operasi Bayi Sejak Masih Berada di Dalam Rahim Sang Mama

Operasi Bayi Sejak Masih Berada Dalam Rahim Sang Mama
ialeworldcongress.org

Pada 27 September 2017, baby Royer menjalani operasi percobaan saat masih menjadi janin berusia 6 bulan. Ia masih berada di dalam rahim ibunya. Ini adalah operasi percobaan untuk mengatasi spina bifida yang sudah parah. 

Ada jaringan yang harus dilampirkan agar melindungi tulang belakang yang tidak terbentuk dengan benar.

Kondisi tersebut membuat tulang belakang terbuka dengan keadaan saraf terbuka. Jika mengabaikan kerusakan tersebut, berarti mereka membiarkan anak ini tidak bisa berjalan nantinya. Proses yang sangat rumit. 

Kebocoran cairan tulang  belakang dan tabung otak dapat meresap ke tulang belakang dan dilukai oleh tekanan.

Penelitian telah menunjukkan bahwa setelah pemilihan secara berhati-hati, operasi sebelum bayi dilahirkan lebih baik daripada menunggu setelah bayi dilahirkan. Operasi eksperimental saat janin masih berada di dalam rahim bisa menjadi cara yang baik agar anak bisa berjalan mandiri dan menghindari kebutuhan implan untuk mencegah penumpukan cairan otak nantinya.

Biasanya operasi pranatal memerlukan pembedahan rahim. Tapi setelah mempelajari dengan cermat dan hasil konsultasi dari berbagai spesialis, Lexi dan joshua Royer memilih pendekatan eksperimental.

Dalam prosedur tersebut, yang dikembangkan di  Texas Children’s Hospital oleh Dr. Michael Belfort, dokter kandungan dan ginekolog, Dr. William Whitehead, seorang ahli bedah saraf anak-anak, para dokter membuat celah kecil di rahim untuk memasukkan kamera dan instrumen miniatur.

Kemudian gambar dapat terlihat di monitor yang diamati oleh ahli bedah sehingga mereka dapat melihat apa yang sedang mereka lakukan.

Meskipun diperlukan banyak data, pendekatan yang lebih baru sepertinya memiliki dua kelebihan utama. Ini sangat penting bagi keluarga Royer. Kemungkinan kecil bayi terlahir prematur, ini dapat menyebabkan komplikasi pada bayi baru lahir.

Tetap ada kesempatan untuk lahir secara normal. Ibu hamil yang melakukan operasi janin biasa harus melakukan persalinan melalui metode operasi caesar.

Bagi keluarga Royers, yang dijelaskan dalam artikel New York Times (23/10/2017), prosedur yang dilakukan berjalan sesuai dengan yang dijelaskan sebelumnya.

Editors' Picks

Berhasil Menjalani Proses Melahirkan Normal

Berhasil Menjalani Proses Melahirkan Normal
minikinizz.com

Kehamilan Mrs. Royers berlangsung selama 9 bulan penuh, ia berhasil menjalani proses melahirkan normal. Ini adalah sebuah kebahagiaan karena proses persalinannya berjalan dengan mudah bersama suaminya yang mendampingi di sisinya.

Dr. Belfort yang membantu proses melahirkan saat itu, menyerahkan anak mereka segera setelah bayi Royers lahir.

Bagian belakan bayi yang sebelumnya memiliki cacat besar dan sudah diperbaiki oleh ahli bedah, sekarang meninggalkan sedikit bekas. Nantinya ini akan hilang dengan sendirinya. Terlihat ada jaringan bening yang menonjol dan perlu dijahit.

Operasi Plastik Berjalan dengan Lancar

Operasi Plastik Berjalan Lancar
Pixabay/FotografieLink

Tiga jam setelah bayi Royer lahir, ia langsung dinaikan ke atas meja bedah dengan tiga orang ahli bedah plastik untuk menjahit sisi yang terbuka tadi. Proses mengerjakannya menghabiskan waktu kurang dari satu jam.

Larry Hollier, kepala bedah dan kepala bedah plastik di Texas Children's Hospital, merasa kagum melihat betapa indahnya penampilan mata Baby Royers.

"Saya belum pernah melihat kelainan separah itu bisa berhasil diperbaiki. Bayi itu bisa menggerakkan kakinya saat lahir. Ini luar biasa! Jika ini adalah harga yang harus dibayar, agar bekas operasinya bisa tertutup kembali, hanya tinggal melakukan operasi kecil pada kulitnya. Itu fantastis."

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!