Postpartum Insomnia, Gangguan Tidur setelah Melahirkan yang Mama Alami

Pada beberapa kasus, Mama tidak bisa tidur karena merasa ada bisikan tertentu

4 Agustus 2020

Postpartum Insomnia, Gangguan Tidur setelah Melahirkan Mama Alami
Pexels/Andrea Piacquadio

Insomnia bisa menyerang siapa saja, termasuk Mama yang baru melahirkan. Sebagai orangtua baru banyak penyesuaian yang terjadi. Mulai dari kebiasaan hingga jam tidur baru.

Hal tersebut bisa mengganggu jadwal dan kualitas tidur mama sehari-hari. Sehingga Mama menjadi susah tidur bahkan ketika bayi sudah terlelap.

Mengapa hal ini terjadi? Mengutip dari Motherly, ada gangguan tidur yang bisa menyerang ibu melahirkan bernama Postpartum Insomnia atau nama lainnya Postnatal Insomnia.

Disebutkan laman Michigan Health dari Universitas Michigan bahwa Postpartum Insomnia adalah gangguan tidur setelah melahirkan yang membuat Mama tidak bisa tertidur dengan nyaman atau tidak bisa tidur sama sekali.

Apa dan bagaimana Postpartum Insomnia atau gangguan tidur setelah melahirkan ini bisa terjadi? Berikut Popmama.com rangkum informasi lengkapnya.

Editors' Picks

1. Penyebab Postpartum Insomnia terjadi pada Mama

1. Penyebab Postpartum Insomnia terjadi Mama
Pexels/Ivan Oboleninov

Merujuk pada Baby Sleep Site, gangguan tidur yang dialami Mama ini bisa terjadi karena berbagai faktor. Salah satunya adalah kelelahan dan butuh istirahat. Beberapa cerita menyebutkan bahwa Mama yang mengalami hal ini akan selalu merasa cemas ketika hendak tertidur.

Misalnya, khawatir tentang keselamatan bayi, pekerjaan rumah, suami dan sebagainya. Jika mulai serius dan tidak segera ditangani, bisa berdampak pada kesehatan mental mama ke depannya.

Beberapa Mama yang mengalami Postpartum Insomnia juga merasa takut tidak terbangun ketika bayi mereka menangis atau merasa sangat khawatir hal buruk akan terjadi kepada si Kecil. Bahkan beberapa kasus, Mama tidak akan bisa tidur ketika mendengar suara sekecil sekalipun, atau merasa ada bisikan tertentu sehingga tidak bisa memejamkan mata.

Gangguan tidur ini kerap dikaitkan dengan Postpartum Depression (PPD). Namun, Postpartum Insomnia juga bisa muncul bukan sebagai tanda depresi. Berikut adalah penyebab umum dari Postpartum Insomnia.

  • Perubahan hormon pasca melahirkan,
  • merasa cemas,
  • khawatir setiap saat,
  • stres berlebih,
  • rendah diri.

2. Mengatasi Postpartum Insomnia bagi ibu melahirkan

2. Mengatasi Postpartum Insomnia bagi ibu melahirkan
Pexels/Kat Jayne

Sebagai penanggulangan awal, ada beberapa cara yang bisa Mama terapkan untuk mengurangi gangguan tidur selepas melahirkan. Menurut Michigan Health, Mama bisa mulai dengan menerapkan perilaku dan kebiasaan positif untuk tidur.

Salah satunya yakni jangan memaksakan untuk tidur, karena tidur tidak dapat diatur. Selain itu ada beberapa cara yang bisa ditempuh.

  • Perhatikan asupan kafein
  • Jangan menggunakan perangkat elektronik sejam sebelum akan tidur
  • Buat rutinitas tidur yang menenangkan
  • Coba pasang gorden black out dan penutup mata
  • Latihan teknik pernapasan untuk relaksasi
  • Minta bantuan dari pasangan

3. Perlukah bertemu profesional untuk masalah ini?

3. Perlukah bertemu profesional masalah ini
Pexels/Polina Zimmerman

Sebenarnya, gangguan tidur ini umum diderita oleh Mama yang baru melahirkan karena perubahan pola hidup. Namun, berbeda cerita jika sudah menjalar ke berbagai hal apalagi sampai memengaruhi berbagai aspek terutama kepada si Kecil. Lebih patut diwaspadai lagi ketika sudah menunjukkan gejala PPD, karena harus segera ditanggulangi.

Jika Mama sudah mengalami insomnia parah hingga tidak tidur berhari-hari dan menyebabkan gelisah yang tidak berujung, maka Mama perlu mengunjungi pusat kesehatan terdekat. Adapun gejala-gejalanya seperti:

  • Mood-swing luar biasa,
  • kesedihan yang hebat,
  • terlalu sensitif dengan keadaan sekitar,
  • kecemasan ekstrem,
  • terganggunya nafsu makan dan minum.

Itulah informasi mengenai postpartum insomnia. Insomnia pasca melahirkan sebenarnya hanya masalah kecil bagi beberapa perempuan, tapi bisa menjadi masalah besar bagi sebagian orang lain. Oleh karena itu, Papa sebagai support system terdekat dari Mama berperan penting dalam hal ini. Waspada dan kenali tanda-tandanya. Jika memburuk, jangan lupa untuk berkonsultasi ke dokter.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.