5 Tradisi yang Akan Hilang saat Menyambut Bayi di Era New Normal

Banyak tradisi yang tidak bisa dilakukan setelah pandemi Covid-19

3 Juni 2020

5 Tradisi Akan Hilang saat Menyambut Bayi Era New Normal
Unsplash/Isaac Quesada

Semua orangtua pasti akan merasa senang saat menyambut kehadiran bayi yang sebentar lagi akan dilahirkan. Beragam persiapan mulai dari baju, perlengkapan tidur, hingga dekorasi kamar pun disiapkan sejak jauh-jauh hari. Semua anggota keluarga juga tidak sabar untuk bertemu dengan anggota keluarga baru.

Sayangnya, pandemi Covid-19 telah mengubah banyak hal. Begitupun dengan kebiasaan dan tradisi dalam menyambut bayi. Nyatanya setelah pandemi Covid-19, gaya dan cara hidup kita akan berubah untuk beradaptasi dengan era new normal atau normal baru.

Berikut ini Popmama.com telah merangkum lima tradisi menyambut bayi, yang akan hilang saat new normal.

1. Menjenguk bayi baik di rumah sakit maupun di rumah

1. Menjenguk bayi baik rumah sakit maupun rumah
Unsplash/Jonathan Borba

Sebelum pandemi Covid-19, semua orang tentu berbahagia saat mendengar kabar kelahiran bayi dan ingin segera menjenguknya, baik di rumah maupun saat bayi masih di rumah sakit. Keluarga dan kerabat pasti sudah tidak sabar untuk melihat bayi mungil nan menggemaskan yang baru saja lahir.

Sayangnya, setelah virus corona mewabah, kita semua diminta untuk membatasi pertemuan atau perkumpulan. Rumah sakit pun telah meniadakan jam besuk atau jam kunjungan. Apalagi bayi dan ibu yang baru melahirkan adalah kelompok yang rentan tertular virus corona karena daya tahan tubuh yang lemah.

Editors' Picks

2. Syukuran untuk mendoakan bayi yang baru lahir

2. Syukuran mendoakan bayi baru lahir
Unsplash/Kelly Sikkema

Indonesia adalah negara yang kaya akan tradisi. Salah satunya adalah tradisi syukuran untuk menyambut bayi baru lahir. Biasanya diadakan setelah bayi berusia 40 hari, yang disebut dengan aqiqah.

Namun, bukan hanya perkumpulan sosial yang dibatasi, saat ini pemerintah juga melarang perkumpulan yang berhubungan dengan acara keagamaan. Jadi Mama mungkin bisa melakukan syukuran bersama keluarga inti di rumah tanpa perlu mengundang keluarga dan kerabat lainnya. Sesungguhnya berdoa bisa dilakukan di manapun, Ma.

3. Antri dan berdesakan di toko perlengkapan bayi

3. Antri berdesakan toko perlengkapan bayi
Unsplash/baby-natur

Semua orangtua, terutama Mama pasti tidak sabar untuk membeli perlengkapan bayi. Sudah menjadi tradisi untuk berbondong-bondong ke toko bayi. Mengingat pandemi Covid-19 saat ini, Mama sebaiknya tidak lagi berbelanja berdesak-desakan di toko bayi. Mama bisa menyiasatinya dengan berbelanja online. Selain menghindari risiko penularan virus corona, Mama juga bisa menghemat waktu dan meluangkan lebih banyak perhatian untuk bersama si Kecil.

4. Newborn photoshoot

4. Newborn photoshoot
Unsplash/Helder Almeida

Newborn photoshoot atau foto bayi baru lahir sudah menjadi tren dalam beberapa tahun belakangan ini. Memotret bayi dengan beragam pose menggemaskan seolah menjadi dokumentasi wajib bagi semua orangtua.

Sayangnya, Mama sekarang harus menahan diri untuk melakukannya di era pandemi Covid-19. Mama juga mungkin akan kesulitan bila ingin melakukannya secara mandiri di rumah. Sebab, dibutuhkan keahlian tersendiri untuk mengatur pose bayi. Melakukannya juga perlu perhatian ekstra agar tidak membuat bayi cedera.

5. Membiarkan keluarga dan kerabat mencium

5. Membiarkan keluarga kerabat mencium
Unsplash/Ana Tablas

Sebelum ada wabah virus corona, Mama mungkin mengizinkan keluarga terdekat untuk mencium si kecil sebagai ekspresi atau bentuk kasih sayang. Namun di tengah pandemi Covid-19 saat ini, Mama sebaiknya memberikan pengertian kepada keluarga untuk tidak sembarangan mencium bayi. Tidak mencium bayi merupakan bentuk kasih sayang yang lebih dibutuhkan saat ini.

Nah, itulah lima tradisi yang mungkin akan hilang saat menyambut kehadiran bayi di era new normal saat ini. Semoga Mama dan si Kecil sehat selalu, ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.