Awas, Ini Bahaya Shisha untuk Ibu Menyusui

Merokok shisha cukup terkenal di Indonesia

6 Maret 2021

Awas, Ini Bahaya Shisha Ibu Menyusui
Pixabay/Pixource

Shisha adalah metode merokok asal Timur Tengah. Merokok shisha berbeda dengan rokok tembakau atau rokok elektrik. 

Merokok shisha membutuhkan tabung berisi air, mangkuk, pipa, dan selang. Tabung tersebut digunakan sebagai pemanas tembakau, bahkan bisa ditambah perasa atau aroma buah-buahan. 

Merokok shisha cukup terkenal di Indonesia, walaupun metode tersebut tidak jauh berbeda dengan rokok tembakau biasa. Perbedaan mendasar dari rokok shisha dan rokok tembakau adalah asap dari tembakau didapat dari dalam tabung, lalu dihirup melalui selang. 

Lantas, bolehkah ibu menyusui merokok shisha? Pasalnya, selama ini beredar mitos bahwa merokok shisha tidak berbahaya karena semua racun dalam tembakau sudah diserap oleh air.

Berikut penjelasan dari Popmama.com mengenai tingkat keamanan merokok shisha untuk ibu menyusui. 

Kandungan Rokok Shisha

Kandungan Rokok Shisha
Pexels/Pixabay

Pada dasarnya, rokok shisha juga mengandung tembakau seperti rokok biasa. Tembakau pada rokok shisha juga mengandung berbagai macam zat beracun seperti nikotin, karbon monoksida, tar, arsenik, dan timah. 

Itulah sebabnya, merokok shisha tidak jauh berbeda dengan merokok tembakau biasa. 

Editors' Picks

Merokok Shisha Lebih Berbahaya

Merokok Shisha Lebih Berbahaya
Pixabay/Realworkhard

Penelitian bahkan menyebut bahwa asap yang dihasilkan rokok shisha lebih beracun daripada asap rokok tembakau. Apabila Mama merokok shisha itu sama dengan merokok 40 sampai 400 batang rokok biasa. Itu semua tergantung berapa lama Mama menghirup shisha tersebut. 

Penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa tar dalam shisha setara dengan 25 batang rokok tembakau. Sementara, karbon monoksida yang dihasilkan rokok shisha setara dengan 11 batang rokok tembakau.

Bahaya Rokok Shisha bagi Kesehatan

Bahaya Rokok Shisha bagi Kesehatan
Freepik

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa rokok shisha sama beracunnya dengan rokok tembakau biasa. Oleh karena itu, rokok shisha juga bisa membahayakan kesehatan, terutama apabila Mama melakukannya dalam jangka waktu yang lama. 

Merokok shisha bisa meningkatkan risiko terserang kanker seperti kanker mulut, kanker paru-paru, kanker lambung, dan kanker kandung kemih. Selain itu, Mama juga berisiko terserang hipertensi, masalah gigi dan gusi, penyakit kardiovaskular, dan menurunkan kesuburan. 

Apa Bahaya Rokok Shisha bagi Ibu Menyusui?

Apa Bahaya Rokok Shisha bagi Ibu Menyusui
Freepik

Rokok shisha juga tidak dianjurkan bagi ibu menyusui, sebab racun dari rokok shisha bisa masuk ke dalam tubuh dan ditransfer ke bayi. Rokok shisha juga meningkatkan risiko bayi tumbuh dengan berat badan rendah dan memiliki penyakit bawaan. 

Perlu diketahui bahwa pada fase menyusui, Mama harus lebih selektif dalam mengonsumsi makanan atau minuman. Segala bahan kimia dan obat-obatan harus dihindari, termasuk bahan kimia dalam rokok shisha. Bahan kimia yang masuk ke dalam tubuh bisa masuk pula dalam ASI yang nantinya diminum oleh si Kecil. 

Itulah informasi seputar kandungan dalam rokok shisha dan dampaknya bagi ibu menyusui. Mama sebaiknya lebih menyayangi kesehatan diri sendiri dan si Kecil dengan menghindari merokok dan memperbanyak olahraga serta mengonsumsi makanan bernutrisi.

Pemberian ASI adalah fase terpenting bagi bayi untuk menunjang tumbuh kembangnya. Apabila Mama merasa kesulitan untuk menghentikan kebiasaan merokok shisha, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter. Bila perlu, dokter akan memberikan obat untuk membantu Mama berhenti merokok shisha. 

Baca juga :

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.