Dina Novelis, Perempuan Alami Amnesia Akibat Depresi Pasca Melahirkan

Depresi pasca melahirkan biasa disebut sebagai postpartum depression

30 November 2020

Dina Novelis, Perempuan Alami Amnesia Akibat Depresi Pasca Melahirkan
Freepik/Freepic.Diller

Nama Dina Novelis mendadak menjadi perbincangan publik setelah membagikan cerita yang dialaminya pasca melahirkan. Perempuan berusia 23 tahun asal Surabaya ini bercerita melalui akun Instagramnya bahwa dia mengalami depresi pasca melahirkan anak pertamanya. 

Depresi pasca melahirkan biasa disebut sebagai postpartum depression. Kondisi ini memang umum terjadi pada perempuan yang baru saja melahirkan, terutama para ibu muda. 

Bagaimana cerita Dina seputar depresi pasca melahirkan yang baru dia alami? Berikut cerita Dina yang dirangkum Popmama.com

1. Menderita gangguan bipolar 

1. Menderita gangguan bipolar 
Pixabay/HASTYWORDS

Sebelum melahirkan anak pertamanya pada November 2018, Dina telah didiagnosa menderita gangguan bipolar. Dia mengetahui dirinya menderita gangguan bipolar pada tahun 2017, sedangkan dia menikah pada Februari 2018. 

Selanjutnya, Dina harus mengonsumsi obat-obatan secara terus menerus. Tujuannya adalah agar Dina mampu beraktivitas seperti biasa. 

2. Sempat berhenti konsumsi obat

2. Sempat berhenti konsumsi obat
psychcentral.com

Namun, Dina terpaksa berhenti mengonsumsi obat yang dianjurkan dokter setelah mengetahui dirinya tengah hamil. Kala itu, usia kandungannya baru menginjak minggu ketiga. 

Dina memutuskan berhenti mengonsumsi obat yang berkaitan dengan gangguan bipolar agar tak mengganggu tumbuh kembang janin dalam kandungannya. 

Editors' Picks

3. Alami moody selama hamil

3. Alami moody selama hamil
Freepik/dragana-gordic

Seperti ibu hamil pada umumnya, Dina juga mengalami moody selama masa kehamilan. Kondisi ini disebabkan perubahan hormon yang terjadi pada ibu hamil. Dina pun sering merasa marah, lebih sensitif, hingga sering menangis. 

Depresi yang Dina rasakan bukan saja disebabkan perubahan hormon, namun juga gangguan bipolar yang dialaminya. Akibatnya, Dina beberapa kali mengalami flek. Beruntungnya, kondisi tersebut tidak sampai membahayakan keselamatan janin yang dikandungnya. 

Dina pun sering mengikuti hypnobirthing hingga yoga untuk menstabilkan perasaannya. Dia juga berharap bisa melahirkan anak secara normal, untuk menghindari jahitan dan rasa sakit apabila melahirkan melalui operasi sesar. 

4. Melahirkan secara sesar

4. Melahirkan secara sesar
sciencenordic.com

Dina diketahui mengalami pembukaan dua ketika memeriksa kondisi ketubannya ke dokter pada 13 November 2020. Sesampainya di rumah sakit, Dina langsung melakukan beragam kegiatan untuk melakukan proses persalinan secara normal. Namun, keinginan Dina tak dapat terpenuhi. 

Hingga malam hari, pembukaan Dina belum bertambah hingga dokter menawarkan proses induksi. Dina pun menolak tawaran dokter tersebut dan memilih tidur sembari berdoa agar dilancarkan proses persalinan anak pertamanya. Keesokan harinya, pembukaan Dina juga tak berkunjung bertambah hingga dokter menyarankan proses persalinan secara caesar. 

“Sebelum operasi, saya dan suami menangis bersama. Saya tidak tahu apa yang ada di pikirannya, saya minta maaf jika selama ini mungkin saya telah menjadi istri yang durhaka,” ujar Dina. 

5. Alami postpartum depression, sempat ingin bunuh diri

5. Alami postpartum depression, sempat ingin bunuh diri
Getty Images

Cobaan Dina ternyata belum berakhir. Dia kembali mengalami depresi pasca melahirkan anak pertamanya. Kondisi yang Dina alami berbeda dengan baby blues pada umumnya karena dia telah memiliki riwayat depresi sebelumnya. 

Postpartum depression bahkan membuat pandangan Dina melemah. Dia juga sempat ingin mengakhiri hidupnya dengan menyayat nadi di tangannya menggunakan silet. Beruntungnya, kejadian tersebut bisa dicegah oleh kakaknya. 

Tak berhenti sampai di situ, Dina juga sempat bisu dan mengalami amnesia total beberapa saat pasca melahirkan. Dia juga menolak kehadiran bayi dan suaminya karena merasa belum pernah menikah. Bahkan Dina menurunkan foto pernikahan bersama suaminya. 

Dina juga menolak mengonsumsi obat penenang dengan alasan keselamatan bayinya. Dia ingin memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. 

6. Menolak berbicara dengan orang lain

6. Menolak berbicara orang lain
Mothering.com

Tak hanya postpartum depression, Dina juga sempat mengalami halusinasi sehingga malu bertemu dengan orang lain. Kala itu, Dina merasa semua orang menertawakannya, terutama ketika berada di tengah keluarganya. 

Akibatnya, Dina menolak berbicara dengan orang lain kecuali keluarga dan teman-teman dekatnya. Dina pun berhasil melalui masa postpartum depression berkat dukungan suami dan keluarganya serta usahanya sendiri untuk melalui proses tersebut. Dina melaluinya dengan memperbanyak ibadah dan membaca Al Quran. 

Dampak Depresi Pasca Melahirkan

Dampak Depresi Pasca Melahirkan
Freepik

Postpartum depression tidak bisa dianggap sepele karena bisa membahayakan kesehatan mama dan bayi. Mama yang mengalami umumnya tidak bersemangat untuk melakukan aktivitas sehari-hari, mengalami insomnia, bahkan enggan berinteraksi dengan si Kecil. 

Nafsu makannya juga bisa menurun drastis sehingga membahayakan asupan nutrisi untuk si Kecil. Depresi berat bahkan bisa menyebabkan Mama memiliki niat untuk bunuh diri. 

Oleh karena itu, keluarga perlu bersabar dan mendukung Mama yang mengalami postpartum depression. Apabila gejala postpartum depression cukup mengkhawatirkan, maka tidak ada salahnya untuk konsultasi ke psikolog demi keselamatan mama dan bayi. 

Nah itulah tadi cerita Dina Novelis yang mengalami amnesia akibat postpartum depression. Semoga cerita tersebut membuat Mama lebih waspada terhadap masalah yang satu ini dan segera mencari pertolongan bila mengalaminya.

Baca juga;

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.