Seorang Suami di Serpong Lakukan KDRT dan Paksa Istri Pompa ASI

Seperti apa cerita lengkapnya?

21 April 2021

Seorang Suami Serpong Lakukan KDRT Paksa Istri Pompa ASI
Unsplash/Stefano Pollio

Seorang perempuan berinisial AN (29) asal Serpong mengaku menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga oleh suaminya, CC (33). AN mengaku kerap dipaksa oleh sang Suami untuk memompa air susu ibu (ASI) padahal dia selalu merasa kesakitan setiap kali memompa ASI. 

Berikut kronologi lengkap KDRT yang dilakukan CC terhadap istrinya seperti dirangkum Popmama.com

1. Payudara sakit setiap memompa ASI

1. Payudara sakit setiap memompa ASI
Unsplash/Francisco Moreno

Dalam keterangannya, AN yang memiliki seorang bayi berusia satu bulan itu merasa kesakitan setiap kali memompa ASI. Dia bahkan harus mengonsumsi suplemen pelancar ASI untuk mengurangi rasa sakit saat memompa ASI. 

Namun, sang suami malah marah dan menganggap AN hanya mencari-cari alasan sehingga dia tidak memompa ASI. CC bahkan menganggap suplemen pelancar ASI bukan sesuatu yang penting. 

Pasalnya, menurut CC, satu-satunya cara untuk melancarkan ASI adalah memompanya setiap hari. Pendapat CC selalu dibantah oleh AN karena dia khawatir kegiatan memompa ASI akan melukai payudaranya karena dia selalu merasa kesakitan. 

Editors' Picks

2. Lakukan KDRT

2. Lakukan KDRT
Freepik/wavebreakmedia-micro

Perdebatan antara CC dan AN tentang memompa ASI membuat CC tega melakukan KDRT. Saat AN menggendong bayinya, CC tiba-tiba merebut sang Buah Hati dan mendorong tubuh AN. 

Tak berhenti sampai di situ, CC juga menjambak rambut istrinya hingga mencekik lehernya. 

“Dijedotin kepala saya ke kepala dia, muka sebelah kiri saya ditabok hingga kuping saya berdengung,” ungkap AN. 

3. Melaporkan diri ke polisi

3. Melaporkan diri ke polisi
Freepik/Savvapanf

AN pun merasa ketakutan karena disiksa oleh suaminya. Dia langsung melarikan diri dari apartemennya dan langsung menuju kantor polisi. 

“Saya pergi untuk menyelamatkan diri saya dulu yang sudah babak belur,” ungkap AN. 

AN pun kini memilih tinggal di rumah orangtuanya di Kabupaten Tangerang. Dia juga mengaku sudah melaporkan kasus KDRT itu ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). 

4. Tidak dapat bertemu sang Buah Hati

4. Tidak dapat bertemu sang Buah Hati
Freepik/cookie_studio

Kesedihan AN tak berhenti sampai di situ. Kini AN tidak diizinkan untuk bertemu si Kecil oleh suaminya. Dia sudah mencoba menghubungi suaminya namun sang suami tetap menolak mempertemukan AN dengan bayinya. 

“Saya ingin bertemu anak saya yang masih berusia satu bulan,” ungkap AN.

5. Mengapa ASI tidak keluar saat dipompa?

5. Mengapa ASI tidak keluar saat dipompa
Freepik/Blanscape

Payudara sakit saat memompa ASI memang normal terjadi. Hal ini disebabkan produksi ASI menurun sehingga ASI yang dihasilkan akan menurun atau bahkan tidak keluar sama sekali ketika dipompa. Akibatnya, payudara akan terasa sakit setiap kali memompa ASI. 

Ada beberapa faktor yang menyebabkan produksi ASI menurun hingga tidak keluar saat dipompa di antaranya asupan nutrisi yang kurang, kelelahan, stres, efek samping dari penggunaan obat-obatan, hingga memiliki riwayat penyakit tertentu. 

Itulah sebabnya, Mama perlu memeriksakan diri ke dokter guna mengetahui secara pasti penyebab produksi ASI menurun. Jangan memaksakan diri untuk memompa ASI apabila payudara terasa sakit. 

Nah itulah informasi terkait seorang suami yang memaksa istri memompa ASI hingga melakukan KDRT. Semoga kejadian ini tidak terulang lagi ya, Ma. Suami sebaiknya menjadi orang yang paling mendukung istri untuk menyusui.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.