5 Jawaban Lengkap Seputar ASI Eksklusif yang Sering Dipertanyakan

Kira-kira apa saja hal penting yang harus Mama ketahui?

3 Agustus 2019

5 Jawaban Lengkap Seputar ASI Eksklusif Sering Dipertanyakan
nursingnurture.com

Setelah melahirkan, Mama pasti direkomendasikan untuk memberikan ASI eksklusif pada si Kecil, bukan?

Ya, sudah banyak lembaga kesehatan dunia, seperti WHO dan UNICEF yang merekomendasikan ASI eksklusif untuk bayi baru lahir hingga usianya menginjak 6 bulan.

Namun, sebenarnya apakah Mama sendiri sudah mengetahui dengan pasti apa itu ASI eksklusif?

Lalu, bagaimana cara sukses melakukannya?

Nah, untuk menjawab itu semua, berikut Popmama.com telah merangkum 5 informasi pentingnya.

1. Apa itu ASI eksklusif?

1. Apa itu ASI eksklusif
Freepik/Freepic.diller

ASI eksklusif adalah pemberian ASI (air susu ibu) ke bayi baru lahir sampai bayi berusia 6 bulan. Sampai waktu tersebut, bayi hanya diperbolehkan menerima ASI dan tidak diperbolehkan menerima makanan atau minuman lainnya, termasuk air putih. Setelah bayi berusia 6 bulan, bayi kemudian diperkenalkan dengan makanan lain. Namun, sebaiknya pemberian ASI masih terus dilanjutkan sampai bayi berusia 2 tahun.

Kadang, di Indonesia, ibu menyusui masih suka memberikan air putih, air gula, atau air teh kepada bayi saat menunggu ASI-nya yang belum keluar.

Hal ini sebenarnya sudah menggagalkan pemberian ASI eksklusif, walaupun pemberiannya hanya satu kali saja. Ini tidak dapat dikatakan sebagai ASI eksklusif, tetapi lebih cocok dikatakan sebagai ASI predominan.

ASI predominan adalah pemberian ASI ke bayi, tetapi juga pernah memberikan sedikit air selain ASI sebagai makanan atau minuman prelaktal kepada bayi sebelum ASI keluar.

2. Apakah bayi boleh diberi obat saat ASI eksklusif?

2. Apakah bayi boleh diberi obat saat ASI eksklusif
Freepik/preechab

Pertanyaan lain yang sering muncul terkait ASI eksklusif adalah pemberian obat. Banyak Mama yang bertanya, bolehkah bayi diberi obat saat ASI eksklusif?

Jawabannya adalah boleh. Ya, bayi boleh menerima obat-obatan serta vitamin atau mineral tetes saat diperlukan jika bayi sakit.

Saat bayi sakit, tentu bayi memerlukan obat agar ia lekas sembuh. Untuk itu, obat tidak menggagalkan ASI eksklusif. Sebaiknya berikan bayi obat dan teruskan pemberian ASI eksklusif juga saat bayi sakit.

Pasalnya, di dalam ASI eksklusif juga terkandung antibiotik untuk menguatkan sistem kekebalan tubuh bayi.

Editors' Picks

3. Jika makanan sudah diberikan saat ASI eksklusif apakah masih disebut sebagai ASI eksklusif?

3. Jika makanan sudah diberikan saat ASI eksklusif apakah masih disebut sebagai ASI eksklusif
archanaskitchen.com

Pertanyaan selanjutnya yang sering dibicarakan adalah pemberian makanan saat ASI eksklusif. Banyak Mama yang bertanya, jika makanan diberikan saat ASI eksklusif apakah masih disebut sebagai ASI eksklusif?

Jawabannya, tentu tidak, yang dikatakan sebagai ASI eksklusif adalah hanya pemberian ASI saja sampai bayi berusia 6 bulan.

Jika bayi sudah diberi makanan saat usianya belum menginjak 6 bulan, maka dapat dikatakan bahwa pemberian ASI eksklusif gagal.

Hal ini bisa disebut sebagai ASI parsial, di mana selain diberi ASI, bayi juga diberikan makanan selain ASI (seperti susu formula, bubur, atau jus buah) sebelum bayi berusia 6 bulan.

Walaupun pemberian makanan lain selain ASI hanya diberikan sekali atau dalam waktu yang sangat jarang, tetapi tetap ini dikatakan sebagai ASI parsial.

4. Apa saja manfaat ASI eksklusif?

4. Apa saja manfaat ASI eksklusif
Freepik.com/Blanscape

Seperti yang kita ketahui, ada begitu banyak manfaat ASI, baik bagi Mama maupun si Kecil. Di dalam ASI, terutama ASI pertama (kolostrum), terdapat kandungan zat gizi dengan komposisi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi.

Dengan diberi ASI saja, kebutuhan gizi bayi sudah terpenuhi dan bayi akan kenyang. Dengan begitu, dapat dikatakan ASI sangat mendukung pertumbuhan dan perkembangan si Kecil

Selain itu, ASI juga mengandung antibodi di mana sangat diperlukan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh bayi saat bayi lahir. Sehingga, pemberian ASI eksklusif dapat menurunkan risiko bayi terkena berbagai macam penyakit.

Sebuah penelitian oleh National Institute of Environmental  Health Science menunjukkan bahwa bayi yang menerima ASI mempunyai kemungkinan 20% lebih rendah untuk meninggal di antara usia 28 hari sampai satu tahun daripada bayi yang tidak menerima ASI.

Selain itu, manfaat ASI lainnya adalah:

  • Mencegah bayi menderita alergi. Pemberian susu formula, susu sapi, atau susu kedelai pada bayi cenderung membuat bayi mengalami reaksi alergi.
  • Meningkatkan kecerdasan bayi. Pemberian ASI dapat meningkatkan perkembangan kognitif bayi.
  • Melindungi bayi dari obesitas. ASI eksklusif yang diberikan pada bayi dapat menurunkan risikonya untuk mengalami kegemukan saat ia remaja atau dewasa.

5. Tips sukses melakukan ASI eksklusif

5. Tips sukses melakukan ASI eksklusif
Freepik.com/Nadyaskobeleva

Agar Mama dapat memberikan ASI eksklusif yang terbaik untuk si Kecil, maka pastikan Mama sudah memenuhi 4 syarat berikut ini:

  • Nutrisi

Tugas pertama yang harus dilakukan Mama sebagai busui adalah mengonsumsi makanan bergizi. Tak masalah jika Mama ingin mengonsumsi makanan bercita rasa tajam.

Pengaruhnya hanya di rasa, tidak dalam nutrisi. Asal bisa membuat Mama rileks dan merangsang produksi ASI silahkan saja.

Tak ada makanan tertentu yang menstimulasi produksi ASI. Hal ini dikarenakan produksi ASI bersifat spesifik pada setiap bayi.

Pada ibu menyusui yang alergi, disarankan untuk membatasi asupan makanan yang membangkitkan alergi. Namun alergi tidak boleh menjadi sandungan Mama untuk menyusui bayinya.

Selain nutrisi, Mama juga disarankan untuk melakukan perawatan tambahan, misalnya seperti perawatan payudara bila diperlukan.

  • Usahakan menyusu langsung

Langsung menyusu menjadi rangsangan jitu yang menstimulasi produksi ASI. Hal ini dikarenakan aktifnya prolaktin yang merangsang produksi ASI.

Bagi Mama yang harus bekerja, memerah ASI dapat menjadi solusinya. Namun, jika Mama sudah pulang kerja dan ada di rumah, sebaiknya tetaplah susui si Kecil langsung dari payudara.

Minum susu lewat dot harus dihindari karena dikhawatirkan akan menyebabkan bayi tak mau lagi menyusu pada puting. Menyusu lewat puting memang relatif lebih sulit dibanding dot.

Hal ini dikarenakan tenaga ekstra yang harus dikeluarkan bayi ketika minum ASI lewat puting. Sehingga beberapa bayi tampak berkeringat ketika minum ASI.

Oleh karena itu, ibu menyusui disarankan untuk melatih bayinya minum ASI, dengan botol berujung sendok atau cangkir berlubang. Meski sulit, hal ini lebih aman untuk bayi.

  • Cari dukungan

Dukungan menjadi faktor penting Mama untuk sukses menyusui bayinya. Dukungan ini meliputi keluarga dan lingkungan kerjanya.

Ada baiknya jika sebulan sebelum melahirkan, sampaikan kepada keluarga dan lingkungan kerja, jika ingin memberikan ASI eksklusif.

Selanjutnya cari dukungan lingkungan kerja untuk kesuksesan ASI. Oleh karena itu, disarankan lingkungan kerja dapat memberikan dukungan dengan pemberian cuti dan ruang menyusui yang layak. 

  • Disiplin dan rajin menambah ilmu

Bagi Mama yang bekerja, disarankan untuk disiplin memerah ASI setiap tiga jam sekali. Semakin sering ASI diperah, produksinya akan meningkat.

Layaknya toko, dalam produksi ASI supply sama dengan demand. Bila hal ini selalu dilakukan, Mama tidak perlu khawatir ASI tidak cukup bagi bayinya.

Produksi ASI sudah dirancang untuk tidak lebih atau kurang pada setiap bayi. Jangan lupa juga untuk terus rajin membaca, browsing, dan berbagi ilmu untuk memotivasi diri. Kalau sudah diniatkan tidak ada yang sulit.

Nah, itulah kelima jawaban lengkap terkait pertanyaan seputar ASI eksklusif.

Semoga bermanfaat! 

Baca juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;