Diperkosa Perawat Laki-Laki, Perempuan Koma 14 Tahun Melahirkan Bayi!

Bagaimana bisa terjadi?

17 Juni 2019

Diperkosa Perawat Laki-Laki, Perempuan Koma 14 Tahun Melahirkan Bayi
health.com

Seorang perempuan dalam kondisi koma selama 14 tahun, melahirkan bayi laki-laki pada bulan Desember tahun lalu.

Saat akan melahirkan, perempuan tersebut tiba-tiba saja merintih dan mengigau seperti kesakitan. Padahal, dirinya tidak dalam kondisi sadar.

Saat itulah para petugas berusaha untuk membantunya melahirkan. Diduga, ia telah diperkosa secara terus menerus oleh seorang perawat laki-laki di Amerika Serikat.

Atas kejadian tersebut, Polisi Phoenix pun segera melakukan penyelidikan dan menangkap Nathan Sutherland (36), yang dipekerjakan di Hacienda HealthCare di Phoenix, Arizona, setelah DNA-nya cocok dengan bayi yang dilahirkan pada pasien koma tersebut.

Kasus persalinan itu telah mengejutkan publik Arizona, sebab kehamilan perempuan berusia 29 tahun itu tak diketahui oleh pihak rumah sakit sebelumnya.

Pasien koma atau dinyatakan "vegetatif" itu tiba-tiba saja melahirkan seorang bayi laki-laki pada tahun lalu hingga memicu polisi untuk melakukan penyelidikan.

Lantas, bagaimana proses penyelidikan berlangsung?

Berikut Popmama.com telah merangkum beberapa informasi pentingnya.

1. Pihak rumah sakit bertanggung jawab atas kejadian tersebut

1. Pihak rumah sakit bertanggung jawab atas kejadian tersebut
Pixabay/blickpixel

Kepala Polisi Phoenix Jeri Williams mengatakan bahwa pekerja rumah sakit sudah seharusnya bertanggung jawab atas kesembuhan dan keselamatan pasien selama ia dirawat. Namun apa yang terjadi kini sangatlah bertolak belakang.

Catatan medis korban menunjukkan bahwa perawat telah memperhatikan kaki pasien yang bengkak hingga 12 kali lipat serta mendokumentasikan perubahan berat badannya hingga 8 kali lipat.

Setelah dilakukan penyelidikan, Sutherland, perawat laki-laki yang telah memperkosa pasien koma tersebut telah dimasukkan ke Penjara Marciopa dengan tuduhan pelecehan seksual dan tuduhan pelecehan terhadap orang dewasa yang rentan.

"Investigasi dilakukan sampai sekarang, hal tersebut adalah prioritas tertinggi dari departemen kepolisian kami," ujar Williams.

"Hingga saat ini kita tidak tahu berapa kali ia telah memperkosa korban," tambah petugas polisi Sersan Tommy Thompson saat konferensi pers berlangsung.

Tak lama setelah penyelidikan kasus tersebut dimulai, CEO Hacienda HealthCare, Bill Timmons pun akhirnya mengundurkan diri dari Rumah Sakit tempat ia bekerja.

Editors' Picks

2. Kasus terungkap melalui DNA yang sama

2. Kasus terungkap melalui DNA sama
Pixabay/PublicDomainPictures

Polisi mengatakan Sutherland adalah perawat berlisensi dan telah bekerja di fasilitas medis itu sejak 2011. Sutherland tidak memberikan penjelasan apapun kepada media saat ditangkap oleh pihak berwajib.

Dalam upaya mengidentifikasi Papa biologis dari bayi yang dilahirkan, surat perintah penggeledahan pun dikeluarkan untuk mendapatkan sampel DNA dari semua laki-laki yang bekerja di Hacienda HealthCare pada awal bulan ini.

Polisi mengatakan Nathan Sutherland ditangkap berdasarkan bukti DNA.

"Sebagai seorang polisi selama 35 tahun, ini adalah kasus yang bahkan mengejutkan hati nurani saya, untuk berpikir bahwa hal seperti ini dapat terjadi," kata Thompson, yang dikutip Daily Mirror.

"Dia (korban) tidak dalam posisi untuk memberikan persetujuan untuk semua ini. Ia adalah korban yang tak berdaya yang mengalami pelecehan seksual," tambahnya.

Perempuan yang masih koma itu adalah anggota Suku San Carlos Apache.

Seorang pengacara yang mewakili keluarganya mengatakan bahwa kini bayi yang dilahirkan telah dirawat oleh sebuah keluarga yang penuh kasih dan akan dirawat dengan baik. 

3. Bagaimana bisa perempuan koma hamil dan melahirkan?

3. Bagaimana bisa perempuan koma hamil melahirkan
Pixabay/skeeze

Kasus tersebut memang sangat jarang terjadi. Tetapi dalam kasus koma, pasien sebenarnya memiliki organ yang berfungsi normal.

Dan bisa dikatakan, secara biologis, tubuhnya benar-benar berfungsi sangat baik untuk hamil dan melahirkan bayi.

Dalam penelitian berjudul Brain Death and the Vegetative State menjelaskan bahwa seorang pasien dalam keadaan vegetatif atau tidak sadar tetapi matanya terbuka dan masih bisa bernafas sendiri, maka sebenarnya organ-organnya masih bekerja, dan kesuburannya pun masih aktif.

Hal tersebutlah yang terjadi pada perempuan tersebut. Namun dalam kondisi hamil bisa sedikit berisiko bagi pasien.

Risiko dalam kasus tersebut adalah pertumbuhan janin yang buruk serta semua risiko kehamilan yang biasa ditemukan pada perempuan sehat, termasuk diabetes dan hipertensi. 

Nah, itulah ketiga informasi penting terkait kasus perempuan koma yang diperkosa hingga melahirkan seorang bayi.

Semoga dapat menjadi pelajaran bagi kita semua agar tetap menjaga keluarga atau kerabat yang sedang dalam kondisi koma di rumah sakit.

Baca juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!