Selain untuk Bayi, Ini 7 Manfaat Menyusui Bagi Kesehatan Mama

Sudah tahukah, Mama?

21 Oktober 2019

Selain Bayi, Ini 7 Manfaat Menyusui Bagi Kesehatan Mama
thebump.com

Menyusui tidak hanya bermanfaat untuk bayi saja, tetapi juga meningkatkan kesehatan Mama.

Pasalnya, menyusui dapat membantu Mama yang baru saja melahirkan untuk menurunkan berat badan setelah kehamilan, mencegah depresi setelah persalinan, dan menurunkan risiko penyakit jantung serta kanker.

Pernyataan ini dipertegas oleh American Academy of Pediatrics di Amerika Serikat yang menjelaskan bahwa bukti-bukti penelitian memperkuat kesimpulan manfaat kesehatan ASI bagi ibu menyusui.

Seperti dilansir laman My Health News Daily, berikut Popmama.com telah merangkum 7 manfaat kesehatan yang dapat Mama peroleh saat menyusui.

1.Tidak banyak kehilangan darah dan rahim lebih cepat kembali ke ukuran normal

1.Tidak banyak kehilangan darah rahim lebih cepat kembali ke ukuran normal
Freepik/Demkat

Manfaat kesehatan dari menyusui dapat dimulai segera setelah persalinan. Ibu yang baru saja melahirkan akan lebih sedikit kehilangan darah setelah ia segera menyusui bayinya.

Tak hanya itu, dengan menyusui, rahim juga menyusut kembali ke ukuran normal lebih cepat.

2. Mengurangi depresi setelah melahirkan

2. Mengurangi depresi setelah melahirkan
Freepik/yanalya

Manfaat selanjutnya adalah mengurangi depresi. Kondisi psikologis Mama juga akan mendapat dorongan lewat menyusui bayinya.

Sebuah penelitian tahun 2003 dari Australia menunjukkan adanya peningkatan depresi setelah melahirkan pada Mama yang tidak menyusui bayinya dan Mama yang menyapih bayinya sejak dini.

3. Mengurangi penambahan berat badan setelah melahirkan

3. Mengurangi penambahan berat badan setelah melahirkan
Pixabay/Badarsk

Mama yang baru melahirkan pasti ingin mengembalikan ukuran tubuhnya seperti semua, bukan?

Jika iya, maka menyusuilah!

Menurut penelitian, Mama yang menyusui bayinya diketahui dapat mengurangi penambahan berat badan pasca melahirkan.

Hal tersebut telah dibuktikan oleh 14.000 orang perempuan melahirkan yang memberi ASI eksklusif selama sedikitnya enam bulan.

Setelahnya, para peneliti menemukan bahwa para Mama tersebut hanya sedikit mengalami kenaikan berat badan dibandingkan Mama yang tidak menyusui.

Baca juga:

Editors' Picks

4. Menurunkan risiko terserang diabetes

4. Menurunkan risiko terserang diabetes
nmbreakthroughs.org

Tak hanya mendapatkan manfaat di atas, menyusui juga ternyata dapat menurunkan risiko diabetes.

Hal tersebut juga telah dibuktikan oleh para ahli yang mengungkapkan bahwa ibu menyusui akan mengalami penurunan risiko diabetes tipe 2 sebesar 4-12 persen setiap tahun.

5. Mengurangi risiko radang sendi

5. Mengurangi risiko radang sendi
Fitnessreloaded.com

Menurut hasil penelitian besar jangka panjang yang dilakukan Nurses Health, risiko terserang rheumatoid arthritis atau radang sendi sebesar 20 persen akan berkurang pada ibu yang menyusui selama setidaknya 12 bulan.

Sedangkan bagi ibu yang menyusui selama setidaknya 24 bulan, maka risiko terserang rheumatoid arthritis atau radang sendi akan berkurangn sebesar 50%.

6. Menurunkan risiko hipertensi dan penyakit jantung

6. Menurunkan risiko hipertensi penyakit jantung
indianexpress.com

Para ahli mengungkapkan bahwa menyusui sangatlah bermanfaat bagi kesehatan jantung perempuan.

Penelitian yang melibatkan 139.000 orang perempuan tersebut menemukan adanya penurunan hipertensi sebesar 11 persen, penurunan lemak dalam darah sebesar 19 persen, dan pengurangan risiko penyakit jantung secara keseluruhan sebesar 10 persen pada ibu yang menyusui.

7. Menurunkan risiko kanker payudara

7. Menurunkan risiko kanker payudara
Freepik/Zilvergolf

Perempuan yang menyusui bayinya selama lebih dari satu tahun mengalami penurunan risiko kanker payudara dan kanker ovarium sebesar 28 persen.

American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar bayi diberi ASI eksklusif sampai usia 6 bulan, dan kemudian terus diberi ASI ditambah makanan lain sampai usianya 1 tahun.

Nah, itulah beberapa manfaat menyusui bagi Mama. Meskipun bermanfaat bagi kesehatan, namun American Academy of Pediatrics juga menegaskan ada kasus di mana perempuan tidak boleh menyusui bayinya.

Yaitu ketika bayi memiliki gangguan metabolisme galaktosemia, gangguan metabolik langka yang mempengaruhi kemampuan dalam memetabolisme gula galaktosa dengan baik.

Mama yang memiliki penyakit tertentu seperti infeksi herpes aktif, HIV, atau meminum obat tertentu juga dilarang menyusui.

Baca juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!