Apakah Ibu Menyusui Boleh Mendapatkan Vaksin Covid-19? Ini Faktanya

Sebelum memutuskan, cek fakta vaksin Covid-19 untuk ibu menyusui dulu, Ma

16 April 2021

Apakah Ibu Menyusui Boleh Mendapatkan Vaksin Covid-19 Ini Faktanya
Freepik

Para ahli merekomendasikan agar ibu menyusui menerima vaksin Covid-19, meskipun mereka tidak diikutsertakan dalam uji klinis.

Di Indonesia, vaksin Covid-19 sudah mulai diberikan, terutama kepada kelompok yang dinilai rentan. Bagaimana dengan ibu menyusui? Mama mungkin khawatir mengenai efek samping vaksin Covid-19 ini, terutama efeknya pada produksi ASI.

Apakah ibu menyusui harus melakukan vaksinasi untuk Covid-19 ini? Sebelum Mama membuat keputusan, yuk, simak dulu ulasannya di Popmama.com berikut ini.

Apakah Ibu Menyusui Bisa Mendapatkan Vaksin Covid-19?

Apakah Ibu Menyusui Bisa Mendapatkan Vaksin Covid-19
Pexels/NIKOLAY OSMACHKO

Jawaban singkatnya? Iya. Sebagian besar ahli dan organisasi kesehatan merekomendasikan agar ibu menyusui menerima vaksin Covid-19. Namun, Mama harus berkonsultasi dengan dokter untuk mempertimbangkan manfaat dan risikonya.

Karena vaksin ini masih baru, belum banyak data khusus untuk ibu menyusui, menurut Nicole Calloway Rankins, MD, MPH, dokter OB-GYN bersertifikat. "Tapi kami telah mempelajari bahwa secara keseluruhan vaksin dapat ditoleransi dengan sangat baik dengan efek samping yang minimal. Kami juga mempelajari bahwa dosis kedua dari vaksin (untuk Pfizer dan Moderna) lebih mungkin menyebabkan efek samping seperti kelelahan, nyeri otot, dan demam. Biasanya sembuh dalam 24-36 jam. "

Penelitian yang tersedia menunjukkan bahwa ibu menyusui tidak mengalami efek yang lebih parah dibandingkan dengan kelompok lain, tambah Henry C. Lee, M.D., Associate Professor of Pediatrics dan anggota Lansinoh Clinical Advisory Network.

Dilansir dari situs Academy of Breastfeeding Medicine, "Meskipun ada sedikit risiko yang masuk akal bagi bayi, ada manfaat yang masuk akal secara biologis. Antibodi dan sel T yang dirangsang oleh vaksin dapat berpindah secara pasif ke dalam ASI. Setelah vaksinasi terhadap virus lain, antibodi IgA dapat dideteksi di ASI dalam 5 hingga 7 hari. Antibodi yang ditransfer ke dalam ASI dapat melindungi bayi dari infeksi SARS-CoV-2."

Editors' Picks

Apa Manfaat Mendapatkan Vaksin Covid-19 saat Menyusui?

Apa Manfaat Mendapatkan Vaksin Covid-19 saat Menyusui
Pexels/Gustavo Fring

Ibu menyusui harus memutuskan sendiri apakah akan divaksinasi dan ini dilakukan dengan mempertimbangkan manfaat dan risiko.

Menurut dr. Lee, ibu menyusui yang mendapatkan vaksinasi berpotensi mendapatkan perlindungan Covid-19 atau mengalami sakit yang tidak terlalu parah jika mereka tertular Covid-19, sehingga mereka dapat terus merawat bayinya.

Ia menambahkan bahwa berdasarkan apa yang mereka ketahui tentang vaksin lain, mereka percaya bahwa antibodi yang diproduksi ibu akan melewati ASI dan dapat memberikan perlindungan bagi bayinya.

Sebelum membuat keputusan

Sebelum membuat keputusan
Freepik/prostooleh

Apakah Mama masih ragu? Mulailah dengan memeriksa laman Kementrian Kesehatan, WHO, dan Ikatan Dokter Anak Indonesia yang memiliki banyak informasi tentang vaksin.

Ketika mempertimbangkan apakah akan mendapatkan vaksin saat menyusui, penting untuk mendiskusikannya dengan dokter. Karena dokter yang mengetahui kondisi kesehatan mama.

Mama juga dapat bertanya kepada ibu menyusui lain yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19 ini.

Selain mendapatkan vaksinasi, Mama juga harus tetap menerapkan protokol kesehatan seperti yang sudah ditetapkan.

Penelitian: Ibu Penderita Covid-19 Jarang Tularkan Virusnya ke Bayi

Penelitian Ibu Penderita Covid-19 Jarang Tularkan Virus ke Bayi
Pixabay/Seeseehundhund

Penelitian dari Irving Medical Center Universitas Columbia dan Rumah Sakit Anak Morgan Stanley NewYork-Presbyterian menunjukkan bahwa risiko penularan SARS-CoV-2 dari ibu dan bayi mereka yang baru lahir minimal. Menurut penelitian, praktik intensif seperti memisahkan ibu positif Covid-19 dari bayinya untuk menghindari pemberian ASI langsung mungkin tidak beralasan.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan oleh JAMA Pediatrics, para peneliti berbagi bahwa temuan penelitian tersebut harus meyakinkan ibu hamil yang positif Covid-19 bahwa jika mereka mempraktikkan kebersihan dasar dan tindakan pengendalian infeksi selama persalinan dan setelah bayi mereka lahir, kemungkinan besar bayi mereka yang baru lahir terlindungi dari infeksi.

Tindakan pengendalian infeksi yang disarankan oleh tim termasuk memakai masker dan menjaga kebersihan tangan dan payudara saat mereka menggendong atau menyusui bayi mereka.

Meski nanti sudah mendapatkan vaksinasi, Mama tetap harus menerapkan protokol kesehatan seperti biasa. 

Semoga informasi mengenai vaksin Covid-19 untuk ibu menyusui ini bermanfaat, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.