Gawat Janin, saat Janin Tak Mendapatkan Cukup Oksigen saat Persalinan

Jika tidak segera ditangani, kondisi ini membahayakan janin, Ma

25 Mei 2021

Gawat Janin, saat Janin Tak Mendapatkan Cukup Oksigen saat Persalinan
Freepik/Macrovector

Gawat janin adalah suatu kondisi di mana janin tidak mendapatkan cukup oksigen di dalam rahim. Kondisi ini biasanya disalahartikan sebagai "asfiksia saat lahir", di mana bayi tidak dapat menerima cukup oksigen selama persalinan atau melahirkan. Namun, gawat janin didasarkan pada detak jantung janin. Gawat janin adalah diagnosis antepartum atau intrapartum sedangkan asfiksia lahir adalah diagnosis neonatal.

Gawat janin dapat menimbulkan risiko pada janin, mulai dari pola jantung yang tidak normal hingga kematian.

Apa yang menyebabkan terjadinya kondisi janin? Apakah dapat dicegah? Yuk, simak ulasannya di Popmama.com berikut ini, Ma.

Apa itu Gawat Janin?

Apa itu Gawat Janin
Freepik

Gawat janin mengacu pada kondisi yang disebabkan oleh kejadian abnormal tertentu selama kehamilan dan persalinan, sehingga menyebabkan janin kekurangan oksigen. Hipoksia janin ini dapat menyebabkan pola jantung janin tidak normal dan terkadang bahkan kematian janin.

Hal ini biasanya terjadi ketika suplai oksigen janin terganggu di dalam rahim, terutama selama persalinan. Terkadang lebih awal bahkan tanpa dimulainya persalinan.

Editors' Picks

Apa Penyebab Gawat Janin?

Apa Penyebab Gawat Janin
Freepik/Alexander-safonov

Gawat janin biasanya terjadi jika kehamilan berlangsung dalam waktu lama (pascapematangan) atau karena komplikasi lain yang berhubungan dengan kehamilan atau persalinan. Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebab gawat janin:

  • Gangguan hipertensi atau preeklampsia dapat mengubah fungsi plasenta dengan menghambat suplai oksigen dan nutrisi ke janin.
  • Cairan ketuban yang terlalu sedikit dapat meningkatkan risiko kompresi tali pusat, yang pada akhirnya dapat menghambat aliran darah, pada akhirnya oksigen dan nutrisi ke janin.
  • Anemia maternal, atau maternal hypotension (kehilangan cairan akibat diare atau muntah dapat menyebabkan stres pada janin).
  • Kompresi tali pusat atau prolaps tali pusat bisa menjadi penyebab hipoksia janin yang menyebabkan gawat janin.
  • Pemisahan prematur plasenta dari dinding rahim (solusio).
  • Setiap penyakit kronis termasuk diabetes, hipertensi, jantung, penyakit pembuluh darah kolagen, penyakit ginjal. Penyebab ini bersifat internal yang berarti bumil harus jeli terhadap perubahan yang dialami secara eksternal untuk mengetahui apakah itu memang gawat janin.

Gejala Gawat Janin

Gejala Gawat Janin
Freepik/tirachardz

Janin yang memiliki detak jantung yang stabil merespon rangsangan dengan gerakan yang tepat. Disarankan bagi ibu hamil untuk menghitung jumlah tendangan janin harian, terutama setelah tiga kali makan utama (sarapan, makan siang, makan malam). Jumlah total lebih dari 10 tendangan dalam sehari adalah normal.

Gerakan janin yang menurun mungkin memerlukan evaluasi lebih lanjut oleh dokter.

Janin mungkin menunjukkan tanda-tanda gawat kapan saja selama persalinan. Ini dipantau oleh dokter menggunakan monitor janin elektronik. Tanda-tanda gawat janin bisa berupa:

  • Gerakan janin berkurang.
  • Denyut jantung di bawah 110bpm selama sepuluh menit atau lebih (bradikardia janin), sedangkan detak jantung janin normal berkisar antara 110 dan 160 denyut per menit.
  • Denyut jantung di atas 160bpm selama sepuluh menit atau lebih (takikardia janin).
  • Deselerasi variabel (penurunan detak jantung janin secara tiba-tiba) dan deselerasi lambat (penurunan sementara detak jantung setelah puncak kontraksi uterus) pada kardiotokograf.

Bagaimana Penanganan Gawat Janin?

Bagaimana Penanganan Gawat Janin
Unsplash/Samuel Ramos

Tim medis memantau kesehatan janin selama kunjungan prenatal. Jika mereka mengenali tanda-tanda gawat janin, intervensi medis yang tepat akan diberikan. Penatalaksanaan bergantung pada usia kehamilan, penyebab gawat janin, dan kondisi ibu hamil.

Tujuan utama pengobatan adalah untuk meningkatkan suplai oksigen ke janin. Biasanya, resusitasi intrauterin digunakan untuk tujuan tersebut.

Selain itu, berikut beberapa penanganan gawat janin:

  • Suplementasi oksigen melalui masker sebagai upaya untuk memastikan suplai oksigen yang baik untuk janin.
  • Pemberian cairan intravena untuk meningkatkan tingkat hidrasi.
  • Mengubah posisi mama selama persalinan atau saat mempersiapkan persalinan, sebaiknya ke sisi kiri, untuk menghilangkan tekanan pada pembuluh darah yang membawa darah ke rahim.
  • Tocolysis jika gawat janin disebabkan oleh hiperstimulasi uterus atau kontraksi uterus yang berlebihan.
  • Jika intervensi di atas tidak memperbaiki kondisi, penanganan lebih lanjut disarankan tergantung pada tahap persalinan.

Salah satu tanda gawat janin dapat berupa mekonium (feses pertama bayi) dalam cairan ketuban. Namun tidak selalu merupakan tanda gawat karena mekonium sering ke luar pada bayi yang terlambat lahir. Biasanya mekonium yang kental bisa menjadi perhatian karena masuk ke saluran udara bayi.

Meskipun gawat janin serius, hal ini dapat dipantau agar risikonya dapat ditekan. Kondisi ini didasarkan pada perawatan prenatal yang baik dan pemantauan bumil dan janin.

Dokter akan bekerja sama dengan Mama agar janin dalam kondisi sehat . Cobalah untuk tidak panik bahkan jika dokter mendeteksi gawat janin, karena ada cara untuk menanganinya serta menjaga janin dan bumil tetap aman.

Semoga informasi mengenai gawat janin saat proses persalinan ini dapat menambah wawasan, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.