Kebocoran Urine setelah Melahirkan, Apakah Ini Normal?

Ini terjadi setiap Mama batuk, tertawa, atau melakukan gerakan yang menghentak

18 Juni 2021

Kebocoran Urine setelah Melahirkan, Apakah Ini Normal
Unsplash/Jasmin Sessler

Setelah melahirkan, tubuh tidak langsung kembali seperti saat sebelum hamil. Sebagian besar ibu yang baru melahirkan akan mengalami perubahan. Salah satunya adalah inkontinensia urine.

Inkontinensia urine adalah keluarnya urine tanpa bisa dikontrol dalam jumlah dan frekuensi yang cukup sehingga dapat mengakibatkan gangguan kesehatan dan sosial.

Dalam kasus ibu yang baru melahirkan, ini biasanya terjadi setiap kali tertawa, batuk, atau melakukan gerakan yang menghentak. Meski urine yang keluar jumlahnya kecil, kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan.

Mengapa ibu yang baru melahirkan mengalami kebocoran urine? Apa yang dapat dilakukan untuk mengatasinya? Yuk, simak ulasan Popmama.com berikut ini, Ma!

Mengapa Ibu yang Baru Melahirkan Mengalami Inkontinensia

Mengapa Ibu Baru Melahirkan Mengalami Inkontinensia
Unsplash/Sergiu Vălenaș

Hilangnya kontrol kandung kemih ada hubungannya dengan otot-otot dasar panggul. Ini adalah kelompok otot yang sama yang bekerja keras untuk mendukung rahim yang membesar selama kehamilan.

Otot-otot ini akan meregang, tegang, dan mungkin robek selama persalinan, yang menyebabkan masalah inkontinensia. Ketika otot dasar panggul lemah, kandung kemih cenderung bocor dengan setiap gerakan kuat, seperti melompat, berolahraga, atau bahkan bersin.

Dengan bertambahnya usia dan kehamilan berturut-turut, otot dasar panggul semakin lemah kecuali ada sesuatu yang dilakukan untuk mengatasi penipisannya.

Dalam beberapa kasus, perempuan akhirnya menderita prolaps organ, di mana kandung kemih turun dari posisi normalnya ke dalam vagina, menyebabkan lebih banyak masalah dan mungkin memerlukan pembedahan.

Editors' Picks

Siapa yang Berisiko Mengalami Inkontinensia Urine?

Siapa Berisiko Mengalami Inkontinensia Urine
Unsplash/Isaac Quesada

Ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko ibu yang baru melahirkan mengalami inkontinensia urine, seperti:

  • Kelebihan berat badan,
  • melahirkan bayi berukuran besar atau kembar,
  • melahirkan bayi kembar dengan persalinan normal,
  • sering merokok,
  • proses persalinan lama, sehingga perlu dibantu dengan forceps atau vakum,
  • sering mengejan, misalnya karena sembelit.

Umumnya inkontinensia urine akan mereda dengan sendirinya dalam waktu beberapa minggu hingga satu tahun setelah melahirkan. Diskusikan dengan dokter mengenai hal ini ya, Ma.

Apa yang Dapat Dilakukan untuk Mengatasinya?

Apa Dapat Dilakukan Mengatasinya
Unsplash/Boxed Water Is Better

Kabar baiknya, Mama tidak perlu menyerah untuk membeli panty liner dalam jumlah besar selama 50 tahun ke depan.

Sementara beberapa kasus melibatkan robekan vagina atau prolaps organ yang cukup parah untuk memerlukan pembedahan, kebanyakan dari kita dapat mengendalikan dasar panggul kita secara mandiri, dengan sederhana setiap hari.

Kegel adalah latihan penguatan paling dasar untuk dasar panggul. Latihan ini merupakan kontraksi berulang dan relaksasi otot-otot dasar panggul. Aman untuk dilakukan kapan saja, olahraga ini harus dijadikan kebiasaan selama kehamilan dan diperkenalkan kembali segera setelah melahirkan.

Untuk melakukan kegel, perhatikan otot-otot bergerak saat Mama buang air kecil. Otot yang sama yang digunakan untuk menghentikan dan memulai aliran urine adalah otot yang kita gunakan di sini. Ketika mulai, Mama mungkin hanya bisa mengencangkan otot-otot dasar panggul selama beberapa detik setiap kali, tetapi berlatih beberapa set setiap hari, dan daya tahan akan meningkat sehingga Mama secara bertahap bisa menahan lebih kuat dan lebih lama sebelum melepaskan.

Kesehatan Keseluruhan untuk Kontrol yang Lebih Baik

Kesehatan Keseluruhan Kontrol Lebih Baik
Unsplash/Nadine Primeau

“Penting untuk dipahami bahwa otot dasar panggul tidak berdiri sendiri,” tegas Michelle Ishio, CPT, spesialis rehabilitasi pascakehamilan. Diafragma, otot perut, dan otot punggung berkontribusi pada integritas otot dasar panggul.

Setelah pulih dari persalinan, Mama mungkin akan bersemangat untuk pergi ke gym, mengubah bentuk tubuh secara keseluruhan, dan mengenakan kembali pakaian lama. Mengangkat beban dan melakukan gerakan berdampak tinggi akan memberi tekanan pada dasar panggul. Diskusikan dengan ahlinya untuk hal ini ya, Ma.

Nutrisi juga berperan. Perempuan yang mengalami kelebihan berat badan lebih cenderung memiliki masalah dengan inkontinensia urine dan prolaps karena beban ekstra yang harus ditanggung oleh otot dasar panggul mereka.

Mempertahankan berat badan yang sehat akan menghilangkan sebagian dari stres ini. Saat hormon pascapersalinan kembali seimbang dan Mama bekerja untuk memulihkan kekuatan otot, buatlah pilihan diet yang akan mendukung upaya mama. Salah satunya adalah makanan anti-inflamasi dan protein tanpa lemak akan membantu Mama.

Meski inkontinensia urine setelah melahirkan ini normal, jika berlangsung lama sebaiknya periksakan diri ke dokter, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.