Penting untuk Ibu Baru, Tips untuk Memaksimalkan Cuti Melahirkan

Bagi ibu yang baru, cuti melahirkan menjadi waktu yang sangat berharga

23 April 2021

Penting Ibu Baru, Tips Memaksimalkan Cuti Melahirkan
freepik.com

Setelah melahirkan, Mama mungkin mengalami hal yang sama dengan ibu baru lainnya. Minggu-minggu pertama di rumah bersama bayi akan dipenuhi emosi, mulai dari cinta dan kegembiraan yang meluap-luap hingga perasaan ragu-ragu dan khawatir.

Jangan khawatir, hal ini normal kok, Ma! Ini terjadi karena masa-masa awal bersama anggota keluarga kecil yang baru melibatkan banyak pembelajaran, mulai dari perawatan bayi hingga menemukan gaya sebagai seorang ibu.

Jika Mama berencana untuk kembali bekerja, Mama mungkin sangat menyadari bahwa waktu di rumah pada cuti melahirkan dengan bayi terbatas.

Popmama.com merangkum beberapa cara untuk memaksimalkan waktu cuti melahirkan dan manfaatkan setiap menit semaksimal mungkin.

1. Kenali bayi

1. Kenali bayi
Pexels/LauraGarcia

Baik ini bayi pertama atau keempat, Mama akan membutuhkan waktu untuk melakukan berbagai hal - dan mengenal si Kecil. Meski masih bayi, setiap bayi tidaklah sama, Ma. Mereka memiliki karakter dan kebiasaan yang berbeda-beda.

Mama juga bekerja keras untuk menyusui, menenangkan bayi dan pulih dari persalinan pada saat bersamaan. Jadi beri kesempatan untuk diri sendiri merasa nyaman dengan peran baru ini.

Jika Mama baru saja keluar dari mode kerja, mungkin sulit bagi Mama untuk mematikan dan menahan keinginan untuk mengirimkan pengumuman bayi atau kartu ucapan terima kasih. Atau bahkan menjadwalkan kunjungan keluarga dan teman.

Tetapi sebelum Mama mengemas hari-hari dengan rencana, berikan waktu untuk berpelukan dengan bayi selama "luang". Selain itu, dunia luar akan tetap ada saat Mama siap untuk muncul kembali.

2. Meminta bantuan

2. Meminta bantuan
Freepik

Tidak seperti di tempat kerja, Mama mungkin tidak akan diberi penghargaan karena melakukan pekerjaan sendirian di rumah. Tidak ada gunanya melakukannya sendiri saat Mama bekerja keras melalui tugas-tugas rumah dan makan di tengah malam.

Jangan ragu untuk meminta atau menerima bantuan, Ma. Mama membutuhkan istirahat yang cukup agar dapat merawat si Kecil.

Jika memungkinkan, pertimbangkan untuk menyewa doula pascapersalinan, pengasuh, atau pengurus rumah tangga untuk membantu menjaga bayi dan melakukan beberapa pekerjaan rumah tangga.

Tangan ekstra akan membebaskan sedikit beban sehingga Mama dapat fokus pada tugas yang sebenarnya sekarang: menghabiskan waktu selama cuti melahirkan dengan bayi.

3. Tinggalkan pekerjaan kantor

3. Tinggalkan pekerjaan kantor
Freepik/jcomp

Ingat, Mama sedang dalam cuti melahirkan. Ini berarti Mama sedang meninggalkan pekerjaan untuk fokus menjadi seorang ibu.

Jadi, kecuali Mama telah mengatur untuk siap dipanggil atau mengurus pekerjaan kantor, cobalah istirahat sejenak dari stres tentang pekerjaan. Tidak banyak yang dapat Mama lakukan dengan urusan kantor saat sedang cuti. Jadi jangan sia-siakan waktu bayi yang berharga untuk memikirkan apa yang mungkin menunggu.

Editors' Picks

4. Jalan-jalan dengan atau tanpa si Kecil

4. Jalan-jalan atau tanpa si Kecil
Pexels/Daniel Reche

Pada hari-hari awal setelah melahirkan mungkin tampak mustahil untuk ke luar rumah. Mama harus mengatur waktu menyusu bayi dan mendapatkan kesempatan untuk melakukan sesuatu. Tetapi ketika Mama merasa siap menghadapi hal-hal tersebut, pergilah berjalan-jalan dengan bayi.

Tidak jarang seorang ibu baru akhirnya terjebak di rumah untuk sebagian besar cuti melahirkannya.

Tapi ingat, cuti melahirkan bukanlah hukuman kurungan di rumah. Perubahan suasana akan membantu dan jangan merasa bersalah meninggalkan rumah tanpa bayi.

5. Bergabung dengan kelompok ibu baru

5. Bergabung kelompok ibu baru
Freepik/wirestock

Bergabung dengan grup menyusui atau mendaftar kelas pijat bayi virtual, dapat membantu Mama untuk mengenal ibu-ibu lain saat Mama menjadi ibu baru.

Mereka dapat memahami perasaan mama, mengetahui tantangan yang dihadapi, dan memiliki banyak tips untuk dibagikan.

6. Mulailah berolahraga lagi

6. Mulailah berolahraga lagi
Freepik/shurkin_son

Setelah Mama siap, mulailah berolahraga lagi. Penelitian menunjukkan bahwa olahraga dapat membantu ibu baru tidur lebih nyenyak dan membantu meningkatkan semangat serta suasana hati baik.

Salah satu pilihan bagus: letakkan bayi di kereta dorong dan berjalan-jalan di sekitar lingkungan.

7. Persiapkan transisi yang mulus menjelang akhir masa cuti

7. Persiapkan transisi mulus menjelang akhir masa cuti
Freepik/lookstudio

Jika Mama berencana untuk kembali bekerja, mulailah memikirkan bagaimana si Kecil akan dijaga saat Mama bekerja. Mama dapat meminta bantuan pada anggota keluarga, pengasuh anak, atau pusat penitipan anak.

Sisihkan beberapa hari menjelang akhir cuti melahirkan untuk beberapa uji coba dengan pengasuh, pusat penitipan anak, atau kerabat yang dipilih untuk merawat bayi ketika Mama kembali bekerja. Dalam masa pandemi Covid-19, Mama juga harus mempertimbangkan mengenai protokol kesehatan dalam menjaga si Kecil.

Karena bayi sudah merasa nyaman memiliki Mama dalam jangkauan 24/7, memperkenalkan pengasuh barunya untuk waktu yang singkat dapat membantu memudahkan transisi untuk kembali bekerja.

8. Pompa ASI

8. Pompa ASI
Freepik/Zilvergolf

Jika siap untuk kembali bekerja,  sekarang mungkin saat yang tepat untuk mulai memompa ASI dan memperkenalkan si Kecil dengan ASI perah.

Ingin mencoba memompa? Sebaiknya mulai menggunakan pompa ASI selama beberapa minggu sebelum kembali bekerja. Mama tidak hanya akan menjadi ahli dalam waktu singkat, tetapi juga memiliki persediaan ASI yang disimpan di freezer.

9. Miliki rencana cadangan

9. Miliki rencana cadangan
Freepik/senivpetro

Buatlah rencana tentang apa yang akan terjadi jika pengaturan penitipan bayi gagal. Bisakah nenek menggantikan pengasuh dalam keadaan darurat?

Atau bicarakan dengan atasan tentang apakah Mama kadang-kadang dapat bekerja dari jarak jauh. Jika tidak memungkinkan, tanyakan apakah Mama dapat menyesuaikan jam kerja untuk lebih mengakomodasi jadwal bayi.

Jika Mama merasa takut untuk kembali bekerja, ingatlah bahwa melanjutkan peran di tempat kerja tidak berarti melepaskan peran di rumah. Mama dan bayi akan terus memiliki ikatan khusus dan aman bahkan setelah cuti melahirkan berakhir.

Jika karena alasan tertentu, Mama merasa bekerja di luar rumah tidak berhasil, jangan berkecil hati. Mama bukan ibu baru yang pertama yang berubah pikiran untuk kembali bekerja atau bahkan berhenti bekerja.

Bagi ibu yang bekerja, menggunakan waktu cuti melahirkan dengan sebaik mungkin sangat penting. Yuk, maksimalkan waktu bersama si Kecil sebelum Mama kembali bekerja. 

Selamat menikmati masa cuti, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.