6 Pola Makan untuk Meningkatkan Energi Ibu yang Baru Melahirkan

Pola makan yang baik dapat membantu Mama meningkatkan energi ketika setelah melahirkan

24 Mei 2020

6 Pola Makan Meningkatkan Energi Ibu Baru Melahirkan
Freepik/freepic.diller

Mengasuh bayi yang baru lahir tentu melelahkan. Mama harus menyesuaikan diri dengan pola baru tersebut. Ini biasanya menyebabkan Mama tidak mendapatkan istirahat yang cukup serta pola makan pun menjadi berantakan.

Namun, sama seperti menghabiskan waktu merawat bayi, penting juga untuk merawat diri sendiri. Memilih makanan sehat serta mengikuti beberapa strategi makan sederhana akan membantu Mama tetap bertenaga sepanjang hari.

Mulailah dengan menu seimbang dan minum banyak air. Cobalah menyediakan waktu untuk duduk menikmati camilan sehat setiap hari.

Berikut ini Popmama.com akan mengulas strategi pola makan untuk meningkatkan energi ibu yang baru melahirkan.

1. Mulailah dengan sarapan yang lebih baik

1. Mulailah sarapan lebih baik
Freepik

Protein (seperti telur dan yoghurt) dan karbohidrat kompleks (seperti roti gandum dan sereal) adalah pilihan sarapan yang lebih baik daripada karbohidrat atau gula sederhana.

Mulailah hari dengan mengonsumsi smoothie yang dibuat dari buah dan yoghurt, semangkuk sereal gandum atau sereal gandum utuh, atau orak-arik telur dengan roti panggang gandum.

Karbohidrat sederhana menyebabkan gula darah meningkat dan menurun dengan cepat, sehingga membuat Mama merasa mengantuk.

Karbohidrat kompleks memberi Mama energi yang tahan lama, membantu merasa kenyang lebih lama, dan menyediakan lebih banyak vitamin serta mineral, jelas dokter anak James Sears, rekan penulis The Baby Book.

2. Makanlah dalam porsi kecil sepanjang hari

2. Makanlah dalam porsi kecil sepanjang hari
pxhere.com

Daripada makan dalam porsi besar sebanyak tiga kali, cobalah makan lima kali dalam sehari dengan porsi yang kecil untuk menjaga energi.

Ini cara makan yang lebih baik karena membuat tingkat energi seimbang bahkan hingga sepanjang hari.

Jika Mama mengalami kesulitan mengatur jadwal makan karena sibuk mengurus bayi, cobalah menyediakan makanan ringan yang siap disantap di kulkas. Pastikan makanan ini kaya protein dan karbohidrat kompleks.

Editors' Picks

3. Tahan keinginan untuk diet

3. Tahan keinginan diet
Freepik

Tidak ada yang suka memakai baju hamil setelah bayinya lahir. Namun, setelah melahirkan bukanlah waktu yang tepat untukmengurangi asupan kalori atau melewatkan waktu makan demi penurunan berat badan.

"Penting untuk tidak mengkhawatirkan berat badan saat ini," kata Debra Gilbert Rosenberg, penulis The New Mom's Companion.

Tunggu sampai pasokan ASI lancar, pulih sepenuhnya dari kehamilan dan persalinan, serta konsultasikan dengan dokter kapan Mama dapat memulai diet.

Berikan waktu setidaknya enam bulan hingga satu tahun untuk kembali ke berat badan pra-kehamilan Mama.

Tetapi meskipun demikian, cobalah untuk menahan keinginan untuk diet atau memaksakan tujuan penurunan berat badan yang ketat, terutama jika Mama sedang menyusui.

Jika Mama menyusui, Mama harus makan sekitar 500 kalori lebih banyak sehari untuk menjaga persediaan ASI.

Kehilangan terlalu banyak berat badan terlalu cepat setelah melahirkan dapat menguras energi dan bahkan mungkin memengaruhi pasokan ASI.

4. Minum banyak cairan

4. Minum banyak cairan
Freepik/drobotdean

Dalam beberapa minggu pertama setelah melahirkan, dehidrasi akan membuat kelelahan atau kantuk yang Mama alami menjadi lebih buruk. Minum banyak cairan mungkin adalah cara termudah yang dapat dilakukan orang untuk menjaga energi.

Simpanlah botol air di sekitar rumah, di dalam tas popok, dan di dalam mobil atau kereta dorong, agar dapat tetap terhidrasi di mana pun Mama berada. Jika Mama menyusui, Mama mungkin sangat haus, jadi pastikan untuk minum sekitar 13 gelas air setiap hari.

5. Jangan mengandalkan kafein atau gula

5. Jangan mengandalkan kafein atau gula
Freepik/rawpixel.com

Setiap kali Mama kelelahan, Mama mungkin tergoda untuk minum kopi atau mengambil permen untuk mendapatkan tambahan energi dengan cepat.

Tetapi berhati-hatilah untuk tidak mengandalkan minuman berkafein atau makanan ringan manis untuk meningkatkan energi.

Baik kafein maupun gula akan memberi energi dengan cepat, tetapi begitu gelombang awal itu hilang, Mama akan merasa lebih lelah dari sebelumnya.

Kafein dapat membuat bayi mudah marah dan gelisah, jadi batasi asupan kafein hingga 300 miligram per hari, kurang lebih sekitar 2 cangkir per hari.

6. Ambil sepotong buah

6. Ambil sepotong buah
Freepik

Sepotong buah adalah makanan terbaik yang mudah diperoleh ketika Mama lapar.

Buah memberi Mama ledakan energi tetapi tidak menyebabkan "kehancuran" di kemudian hari seperti junk food yang sarat dengan gula dan garam.

Selain itu, buah-buahan seperti apel, jeruk, persik, dan pir kaya akan serat, yang membantu menjaga kinerja saluran pencernaan. Yang terbaik dari semuanya adalah kebanyakan buah tidak memerlukan persiapan dan mudah dikonsumsi saat bepergian.

Energy bar juga merupakan camilan yang sangat mudah dan cepat untuk diperoleh ketika Mama lapar.

Tapi Mama perlu berhati-hati karena energy bar seringkali mengandung kalori dan gula yang tinggi.

Terakhir yang terpenting, makanan paling bergizi pun tidak dapat memenuhi kebutuhan tidur mama. Pastikan Mama mendapatkan cukup tidur dan istirahat. Jika memungkinkan, tidur siang sebentar ketika Mama merasa lelah, alih-alih mengambil makanan.

"Kita cenderung makan, berpikir itu akan memberi kita energi," kata Hattner. "Padahal mungkin saja Mama hanya perlu tidur siang."

Kehamilan dan persalinan membuat Mama lelah. Ditambah lagi, Mama harus mengasuh anggota keluarga yang baru. Dengan istirahat dan menerapkan pola makan sehat setelah melahirkan, Mama dapat mengatasi kelelahan. Jangan lupa untuk merawat diri sendiri ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.