Kenapa Menyusui Malam Hari Lebih Baik daripada Siang Hari?

Mama sebaiknya menyusui lebih sering pada malam hari, begini penjelasannya

4 Juli 2019

Kenapa Menyusui Malam Hari Lebih Baik daripada Siang Hari
health.com

Ibu menyusui memiliki tantangan tersendiri. Harus siap kapan pun anak haus dan lapar. Saat malam datang ibu menyusui juga harus sigap menemani sang bayi. 

Menyusui di malam hari lebih baik daripada menyusui siang hari. Inilah yang penting untuk diketahui oleh para ibu yang baru memiliki bayi.

Meski lelah, sebaiknya di malam hari tetap memberikan Air Susu Ibu (ASI) langsung dari payudara kepada bayi.

Memberikan susu pakai botol saat malam hari adalah cara yang kurang tepat.

Sebagian orangtua yang kelelahan menjaga bayi sepanjang hari kadang membiarkan si Kecil menyusui di siang hari kemudian malamnya, bayi dititipkan baby sitter.

Saat malam bayi jadinya dikasih susu pakai botol.

"Memberikan susu pakai botol di malam hari itu cara yang salah. Menyusui malam hari akan memperbanyak produksi ASI," menurut dokter spesialis anak konsultan, Ariani Dewi Widodo.

1. Alasan menyusui di malam hari lebih baik dari siang hari

1. Alasan menyusui malam hari lebih baik dari siang hari
Pexels/freestockpro

Di malam hari, hormon prolaktin, hormon yang meningkatkan produksi ASI sebenarnya dilepaskan lebih banyak. ASI yang keluar pun berlimpah pada malam hari.

Menyusui malam sebaiknya dilakukan untuk mengosongkan payudara agar menjaga produksi ASI terus ada. Jika menyusui dihentikan di malam hari, maka terjadi penurunan jumlah ASI. Biasanya jumlah ASI bisa berkurang.

Editors' Picks

2. Keinginan minum ASI meningkat di malam hari

2. Keinginan minum ASI meningkat malam hari
Freepik

Pada malam hari, interval waktu bayi ingin ASI meningkat. Bayi biasanya jadi merasa lebih cepat lapar sehingga lebih sering bangun. Menyusui di malam hari akan mengisi perut bayi, inilah yang mendukung bayi tetap tenang di malam hari.

Bayi jadi bisa tidur lebih lama. Terlalu nyaman, malah kadang bayi akan telat bangun di pagi hari. Meski begitu Mama tetap harus telaten karena perut bayi kecil, ia akan merasa lapar setiap 2-3 jam sekali.

Jika terlalu kenyang dan keenakan tidur, bayi perlu diajak menyusui setelah 3 jam dan begitu terus untuk selanjutnya terutama pada 1 bulan pertama setelah kelahiran.

3. Bagaimana jika bayi diberikan ASI menjelang waktu tidur?

3. Bagaimana jika bayi diberikan ASI menjelang waktu tidur
Unsplash/Wes Hicks

Jika Mama menyusui bayi dengan memberikan ASI tepat sebelum tidur di malam hari, bayi tidak akan bangun dengan rasa lapar. Itu karena ASI mengandung berbagai protein dan asam amino.

Bagi bayi ini sangat mengenyangkan dan cukup untuk memenuhi dahaganya.

Melatonin adalah protein pada ASI untuk membantu tidur. Oleh karena itu, bayi dapat tidur lebih nyenyak jika sudah diberikan ASI.

Pemberian ASI di malam hari juga mengatur jam tidur atau ritme sirkadian atau siklus tidur siang dan malam pada bayi. Siklus tidur bayi biasanya tidak berubah secara signifikan sampai bayi berusia 2 bulan.

ASI berkontribusi pada pola tidur atau ritme sirkadian bayi. 

ASI membantu bayi mengembangkan ritme sirkadian. Ini mengatur siklus tidur bayi setelah diberi ASI.

Menyusui di malam hari lebih baik daripada di siang hari juga karena bagus untuk meningkatkan bonding antara Mama dan bayi. Anak jadi merasa lekat dan dekat dengan Mamanya dibansingkan dengan orang lain.

Topic:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;