Berat Badan Sulit Turun setelah Melahirkan, Apa Penyebabnya?

Penyebabnya bukan sekadar makan berlebih saja lho, Ma

28 Mei 2021

Berat Badan Sulit Turun setelah Melahirkan, Apa Penyebabnya
Pexels/Andreas Ayrton

Sebagian besar mama mengalami perjuangan keras untuk menurunkan berat badan ke bobot semula sebelum melahirkan. Meski banyak anggapan kesehatan bayi sangatlah penting di masa-masa pasca persalinan, tetapi bagaimana pun juga kesehatan dan kebugaran mama juga tak bisa dikesampingkan begitu saja. 

Begitu banyak upaya yang dilakukan oleh para mama agar bisa menurunkan berat badannya. Tetapi seringkali tidak membuahkan hasil. Wah, apa yang salah ya? Sebelum melakukan prosedur diet yang justru membahayakan, ketahui dulu apakah enam hal di bawah ini berkontribusi terhadap berat badan sulit turun pasca melahirkan. Kali ini Popmama.com merangkum daftarnya, dilansir dari Firstcry:

1. Insomnia

1. Insomnia
Freepik/Zinkevych

Menjadi seorang ibu baru adalah tugas yang menantang. Mama akan mengalami malam-malam yang kurang istirahat atau terbangun tiba-tiba karena tangisan bayi. Faktanya, saat kurang tidur hormon akan memengaruhi nafsu makan menjadi kurang seimbang. 

Ketika hormon bergejolak, tubuh mama mempercepat produksi ghrelin yang memperlambat produksi leptin yang bertanggungjawab untuk mengatur nafsu makan. Penelitian menyebutkan orang yang tidur selama empat jam atau bahkan kurang dari itu dalam sehari, cenderung mengonsumsi lebih banyak kalori ketimbang yang beristirahat cukup. 

2. Masalah tiroid

2. Masalah tiroid
Pexels/Liza Summer

Ketidakseimbangan hormon pasca kehamilan adalah hal yang normal. Tetapi masalah tiroid adalah pertarungan yang dihadapi banyak mama tanpa mengetahui sejauh mana dampaknya terhadap kesehatan. 

Kelenjar tiroid bertanggungjawab atas laju penggunaan energi dalam tubuh manusia. Apabila terjadi disfungsi dalam kerjanya, Mama akan mengalami kesulitan menurunkan berat badan meskipun Mama sudah mengurangi asupan kalori harian.

Tanda-tanda lain adanya masalah tiroid adalah rambut rontok, lelah berkepanjangan, kesehatan kulit yang buruk, dan depresi. 

Editors' Picks

3. Makan berlebih

3. Makan berlebih
Freepik/pvproductions

Anggapan bahwa saat menyusui Mama harus makan lebih banyak untuk meningkatkan produksi ASI, bisa jadi benar, tapi bisa jadi juga menyesatkan. Saran-saran seperti makan kacang-kacangan, nasi merah, roti, dan aneka lemak memang dapat meningkatkan produksi ASI, tetapi juga meningkatkan asupan kalori harian. Apabila simpanan kalori ini tidak terbakar dengan baik menjadi energi, maka akan disimpan menjadi lemak. 

Tetaplah makan dalam porsi terkontrol. Sesekali makan apa yang Mama inginkan, boleh. Tetapi jangan terus-menerus menuruti nafsu makan tersebut. Apabila Mama mengalami masalah mengontrol porsi makan, diskusikan hal ini dengan ahli gizi.

4. Olahraga terlalu berlebihan

4. Olahraga terlalu berlebihan
Freepik/user18526052

Mungkin terdengar kontradiktif, "Bagaimana bisa olahraga memperlambat penurunan berat badan?" Padahal seharusnya semakin intens berolahraga berarti lebih banyak penurunan berat badan, bukan?

Belum tentu! Berolahraga berlebihan pasca melahirkan tidak hanya membuat Mama berisiko mengalami cedera dan prolaps organ panggul, tetapi juga memperlambat upaya penurunan berat badan. 

Dokter juga menyarankan agar tidak terlalu banyak latihan kardio karena dapat merangsang nafsu makan. Mama bisa melakukan latihan ketahanan yang menargetkan kelompok-kelompok otot utama. Latihan 25 menit dua kali seminggu sudah cukup kok, Ma.

5. Makan emosional

5. Makan emosional
Freepik

Setelah persalinan, hormon bekerja dengan caranya yang unik sehingga Mama bisa merasakan emosi yang beragam dan sangat tinggi. Sebagian orang melampiaskannya ke makanan sebagai kamuflase jalan keluar untuk menyeimbangkan emosi dan membuat perasaan menjadi lebih baik. Inilah sebabnya mengapa kita sering cenderung makan makanan yang tidak sehat di waktu-waktu merasa emosi kita terkuras habis. 

Sebelum menghabiskan es krim untuk diri sendiri, berhenti sejenak dan pikirkan, "Apakah saya benar-benar membutuhkannya sekarang?" Ketimbang melampiaskannya ke makanan, Mama bisa mencari kegiatan lain yang menyenangkan. Bermain dengan si Kecil, yoga, berjalan-jalan di sekitar rumah, atau membaca, misalnya.

6. Sindrom usus bocor

6. Sindrom usus bocor
Freepik/user18526052

Terdengar aneh, tapi nyatanya sindrom usus bocor ini banyak diderita oleh perempuan. Menyusui dapat menyebabkan rendahnya kadar estrogen yang memengaruhi saluran pencernaan. Hal ini dapat menyebabkan hiper-permeabilitas usus yang dikenal sebagai sindrom usus bocor. 

Menurut dokter, peningkatan permeabilitas di usus ini juga terkait dengan peningkatan lemak visceral dalam tubuh. Jika saluran pencernaan tidak berfungsi dengan baik, maka akan terjadi kesulitan pada pencernaan. Hasilnya adalah ketidakmampuan menurunkan berat badan.

Itulah beberapa penyebab berat badan sulit turun setelah melahirkan. Sebelum melakukan diet apapun pasca persalinan, terutama di masa menyusui, sebaiknya konsultasikan dengan dokter ya, Ma. Dokter akan mendiagnosis dan membuat perencanaan penurunan berat badan yang sehat sehingga Mama masih bisa menyediakan kebutuhan gizi untuk si Kecil berupa ASI yang berkualitas, sekaligus meningkatkan kebugaran tubuh mama. 

Semoga informasi ini bermanfaat!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.