Penyebab Turunnya Berat Badan Drastis ketika Menyusui

Berat badan turun drastis setelah menyusui bukan pertanda baik lho, Ma

2 Juli 2020

Penyebab Turun Berat Badan Drastis ketika Menyusui
Pixabay/Tumisu

Setelah persalinan, Mama akan kehilangan sedikit berat badan semasa hamil karena bayi sudah lahir. Setelahnya, penurunan berat badan bervariasi antara satu orang dengan yang lainnya. 

Kebanyakan para Mama khawatir tidak dapat menurunkan berat badan setelah melahirkan. Tetapi bagi sebagian orang, kilogram demi kilogram luruh dengan mudahnya. Lalu, sebaiknya seberapa banyak penurunan berat badan yang wajar dialami Mama setelah melahirkan dan apa yang terjadi apabila Mama kehilangan berat badan sangat cepat?

Berikut Popmama.com merangkum penyebab turun berat badan drastis ketika menyusui dilansir dari Very Well Family:

Berapa Bobot Tubuh yang Hilang setelah Melahirkan?

Berapa Bobot Tubuh Hilang setelah Melahirkan
Freepik/jcomp

Segera setelah melahirkan, Mama akan kehilangan bobot sekitar 10-12 pounds atau sekitar 4,5 kg hingga 5,4 kg. Bobot yang hilang ini berasal dari kombinasi berat badan bayi mama, plasenta, dan cairan ketuban. 

Beberapa hari setelahnya, Mama akan kehilangan lagi sekitar 5 pound atau 2,3 kg yang berasal dari bobot air dalam tubuh. Setelah itu, secara normal dan sehat, sebaiknya penurunan berat badan terjadi sekitar satu kg per bulan selama enam bulan.

Editors' Picks

Menyusui dan Penurunan Berat Badan

Menyusui Penurunan Berat Badan
freepik.com/fizel

Jika Mama memilih menyusui secara eksklusif, maka berat badan umumnya akan lebih cepat turun ketimbang yang tidak menyusui langsung. Ini karena hormon yang dilepaskan oleh tubuh ketika menyusui mengakibatkan kontraksi otot di rahim. Jadi, setiap kali Mama menyusui si Kecil, rahim akan berkontraksi dan menyusut. Enam minggu setelah melahirkan, rahim mama akan kembali ke ukuran semula sebelum hamil dan perut mama akan terlihat jauh lebih ramping.

Selain itu, menyusui membutuhkan banyak kalori. Dibutuhkan sekitar 500 kalori untuk memproduksi ASI. 

Apa yang Terjadi jika Berat Badan Mama Turun Drastis?

Apa Terjadi jika Berat Badan Mama Turun Drastis
freepik.com

Berat badan turun drastis tidak baik bagi kesehatan mama maupun si Kecil. Penurunan berat badan secara drastis ini akan membuat tubuh mama merasa kepayahan dan lelah berlebihan. Selain itu dapat memengaruhi jumlah produksi ASI dan kualitasnya yang menurun serta tidak mampu mencukupi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan sang Bayi.

Kekurangan Kalori Menyebabkan Penurunan Berat Badan secara Drastis

Kekurangan Kalori Menyebabkan Penurunan Berat Badan secara Drastis
Freepik/jcomp

Penurunan berat badan secara drastis setelah melahirkan bisa disebabkan karena sesuatu yang berada dalam kendali mama, maupun masalah kesehatan yang tak bisa Mama kendalikan. 

Kekurangan kalori adalah hal yang umum terjadi. Konsumsi makanan yang kurang bergizi atau hanya mengandung kalori kosong membuat tubuh mama bekerja keras. Padahal dibutuhkan sedikitnya 500 kalori ekstra untuk memproduksi ASI. Untuk itulah, sebetulnya tubuh mama memerlukan energi yang cukup lewat makanan yang sehat agar seimbang antara kalori yang diproduksi dan kalori yang digunakan.

Waspadai Hipertiroidisme Pasca Melahirkan

Waspadai Hipertiroidisme Pasca Melahirkan
Freepik

Hipertiroidisme pasca melahirkan atau postpartum hyperthyroidism adalah kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan menurunnya berat badan secara drastis, gemetar, sulit tidur, masalah penglihatan, mudah capek, hingga produksi ASI yang berlebihan. 

Apabila Mama mengalami salah satu dari gejala ini dan menduga Mama mungkin memiliki tiroid yang terlalu aktif, konsultasikan masalah ini dengan dokter. Ada opsi perawatan yang aman dijalani oleh ibu menyusui. 

Nah, itulah beberapa hal yang bisa penyebabkan penurunan berat badan secara drastis ketika masa menyusui. Semoga informasi ini bermanfaat!

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.