Bolehkah melakukan Diet Puasa Intermiten selama Kehamilan?

Ketahui hal ini sebelum melakukan diet puiasa intermiten selama masa kehamilan

31 Desember 2020

Bolehkah melakukan Diet Puasa Intermiten selama Kehamilan
Unsplash/Pablo Merchán Montes

Meski pertambahan berat badan selama masa kehamilan adalah hal yang sangat normal dan tidak terelakkan, banyak Ibu hamil yang merasa kurang nyaman dan ingin meminimalkan kenaikan berat badan sebisa mungkin.

Salah satu cara yang populer digunakan untuk menekan bobot tubuh adalah dengan melakukan diet puasa intermiten atau intermittent fasting. Namun, keinginan untuk menjaga berat badan seringkali dibarengi dengan kekhawatiran akan dampak program diet terhadap kesehatan janin.

Berikut Popmama.com paparkan hal-hal yang perlu Mama ketahui sebelum melakukan program diet puasa intermiten saat hamil.

Apa Itu Diet Puasa Intermiten?

Apa Itu Diet Puasa Intermiten
Freepik/donot6

Puasa intermiten adalah program diet dengan metode berpuasa dan mengatur jam makan pada waktu tertentu yang dilakukan selama periode waktu tertentu. Ketika tidak mendapat asupan, tubuh kita akan menggunakan pasokan lemak sebagai energi. Secara umum, orang yang melakukan program ini dapat menghilangkan delapan persen lemak tubuh hanya dalam waktu dua bulan.

Ada tiga jenis puasa intermiten, yaitu berpuasa di beberapa hari dalam seminggu, berpuasa di beberapa jam dalam sehari dan makan hanya pada waktu-waktu tertentu, serta berpuasa secara berkala yang dilakukan selama beberapa hari tertentu berutut-turut.

Jenis puasa intermiten yang paling umum dilakukan untuk menurunkan berat badan adalah jenis pertama, di mana ada penggunaan jendela waktu makan berpuasa 16 jam dan bebas makan selama 8 jam. Program diet ini diyakini dapat mengurangi pembengkakan, tekanan darah, kolesterol, dan gula darah.

Editors' Picks

Risiko Melakukan Puasa Intermiten saat Hamil

Risiko Melakukan Puasa Intermiten saat Hamil
shethepeople.tv

Pada dasarnya, melakukan puasa intermiten sebagai program diet saat hamil tidak disarankan. Ada beberapa alasan yang mendasari hal tersebut, di antaranya:

  • Puasa intermiten dapat menurunkan terlalu banyak tekanan darah pada ibu hamil. Padahal, tekanan darah ibu hamil secara alamiah memang menurun selama kehamilan. Ini menjadi berbahaya karena kondisi tekanan darah rendah yang diikuti dengan gula darah rendah dapat membuat Mama sering pusing bahkan pingsan.
  • Selama berpuasa, kita cenderung memiliki glukosa rendah. Pada ibu hamil, kondisi ini buruk bagi janin karena dapat menyebabkan kurangnya asupan glukosa yang berpotensi menurunkan tingkat pergerakan janin dalam kandungan.

Diet Puasa Intermiten Apa yang Cocok untuk Ibu Hamil?

Diet Puasa Intermiten Apa Cocok Ibu Hamil
freepik.com/freepik

Puasa terbaik bagi ibu hamil adalah puasa yang dilakukan di malam hari. Apabila Mama sedang hamil dan tetap ingin melakukan program diet ini, sebaiknya Mama hanya berpuasa selama maksimal 12 jam. Mulai makan dari pukul 7 atau 8 pagi hingga 7 atau 8 malam.

Disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat seperti biasa untuk memastikan asupan nutrisi tetap terpenuhi dan makan dalam porsi sedikit selama beberapa jam.

Apabila Sudah Melakukan Diet Puasa Intermiten sebelum Kehamilan, Haruskah Berhenti Saat Hamil?

Apabila Sudah Melakukan Diet Puasa Intermiten sebelum Kehamilan, Haruskah Berhenti Saat Hamil
freepik.com/ronnachaipark

Untuk alasan kesehatan kandungan, Mama dianjurkan untuk menghentikan puasa intermiten terlebih dahulu selama kehamilan. Pola makan regular sangat penting untuk menjaga gula darah serta tekanan darah mama dan janin. Perlu diingat bahwa tubuh mama perlu pertambahan berat badan selama kehamilan agar tetap sehat.

Kuncinya adalah mengurangi konsumsi makanan olahan, tinggi gula, dan minuman berkarbonasi. Ubah pola dan menu makan agar lebih dominan mengonsumsi makanan segar dan alami yang akan berdampak sangat baik bagi Mama dan janin selama kehamilan.

Itu dia beberapa hal yang perlu Mama perhatikan terkait program diet puasa intermiten saat hamil. Apabila masih memiliki keraguan, silakan konsultasikan kondisi mama dengan dokter atau bidan ahli kepercayaan mama, ya!

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.