5 Cara Meredakan Dorongan Ngidam saat Hamil, Nggak Harus Dituruti

Lakukan kebiasaan baik ini agar tidak terlalu lapar mata selama kehamilan

2 September 2021

5 Cara Meredakan Dorongan Ngidam saat Hamil, Nggak Harus Dituruti
Unsplash/MattSeymour

Ngidam yang dialami ibu hamil masih erat diasosiasikan dengan hal spiritual, seperti keyakinan bahwa ngidam adalah permintaan bawaan janin dalam kandungan yang wajib dituruti dan dapat memberi efek buruk di masa depan jika tidak terpenuhi. Padahal fenomena ngidam terjadi akibat perubahan hormon mama saat hamil.

Selain perubahan hormonal, perubahan fisik, psikis, dan dampak sosial di sekitar Mama juga memicu hadirnya dorongan ngidam selama hamil. Tapi, tahukah Mama bahwa dorongan ngidam selama hamil sebenarnya dapat diredakan?

Kali ini Popmama.com akan membagikan lima kebiasaan baik yang dapat Mama lakukan untuk mencegah dan mengatasi dorongan ngidam saat hamil. Simak informasinya berikut ini!

1. Konsumsi makanan bernutrisi

1. Konsumsi makanan bernutrisi
Freepik/senivpetro

Jika tubuh mama kelaparan dan kekurangan nutrisi saat hamil, ngidam dipercaya sebagai salah satu cara tubuh mengomunikasikannya. Mama mungkin cenderung ngidam makanan asin karena kekurangan sodium atau makanan pedas karena kekurangan vitamin C.

Untuk meredamnya, pastikan Mama makan tepat waktu diselingi kudapan di antara waktu makan. Jangan lupa untuk memilih dan merencankan menu makanan serta minuman harian bernutrisi baik, khususnya yang kaya akan serat dan protein untuk membantu tubuh cepat kenyang.

Editors' Picks

2. Banyak minum air mineral

2. Banyak minum air mineral
Freepik/phduet

Selain kelaparan dan kurang asupan nutrisi, kurang minum juga dapat memicu dorongan ngidam pada sebagian besar ibu hamil, lho.

Apa Mama pernah makan terus menerus tapi sulit merasa kenyang? Hal ini terjadi karena tubuh tidak bisa membedakan apakah Mama lapar atau haus dan memberi signal umum seolah Mama lapar. Untuk itu, pastikan Mama memenuhi kebutuhan air mineral hingga 8-10 gelas per hari selama kehamilan, ya!

3. Istirahat cukup

3. Istirahat cukup
Freepik/cookie_studio

Selama kehamilan, tubuh mama mengalami penyesuaian dan perubahan hormon. Kurang istirahat dapat mengganggu kadar hormon dalam tubuh hingga menyebabkan semakin rentannya mengidam.

Agar dapat menekan dorongan ngidam selama hamil, pastikan Mama mengatur waktu dengan baik untuk beristirahat 7-9 jam setiap harinya ya!

4. Melakukan kegiatan relaksasi dan menyenangkan

4. Melakukan kegiatan relaksasi menyenangkan
Unsplash/AmeliaBartlett

Tahukah Mama, tingkat kecemasan dan stres juga dapat memicu dorongan ngidam? Perubahan suasana hati dan keadaan tertekan dapat mendorong Mama untuk mengidamkan makanan atau minuman tertentu agar dapat merasa baik kembali.

Penting bagi Mama untuk menjaga suasana hati dan pikiran senantiasa tenang dan senang sepanjang kehamilan. Berbagai aktivitas seperti jalan-jalan, meditasi, yoga, baca buku, berbincang dengan orang yang disayang, berendam, spa, pijat, akupuntur, dan lain sebagainya dapat lebih sering Mama lakukan untuk meminimalkan dorongan ngidam.

5. Sadari dan hadapi dorongan ngidam

5. Sadari hadapi dorongan ngidam
Unsplash/PabloMerchanMontes

Setiap kali dorongan ngidam muncul, coba untuk sadari dan cari tahu apa penyebab utama dorongan itu terjadi. Apakah karena Mama bosan, sedih, butuh diperhatikan, lapar, atau haus? Dengan menemukan pemicu ngidam yang sebenarnya, akan lebih mudah untuk menanganinya.

Jika memang karena ingin makan, coba untuk makan dengan perlahan, betul-betul meresapi dan fokus menggunakan indra pengecap dalam merasakan makanan yang Mama idamkan tanpa terburu-buru. Dengan begini, dorongan ngidam akan terpuaskan tanpa harus makan terlalu banyak.

Itulah lima cara meredakan dorongan ngidam saat hamil. Apabila Mama terus menerus merasa dorongan ngidam yang tak tertahankan, waspada dengan kondisi adiksi makanan. Segera konsultasi dengan dokter kepercayaan untuk penanganan lebih lanjut. Semoga informasi ini membantu dan selamat mencoba!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.