Kapan Waktu yang Kurang Tepat untuk Mengumumkan Kehamilan?

Hindari momen-momen berikut ini saat mengumumkan kehamilan

30 Januari 2020

Kapan Waktu Kurang Tepat Mengumumkan Kehamilan
Freepik/yanalya

Kabar kehamilan memang merupakan kabar bahagia. Mama pasti sudah sering mendengar saran kapan waktu tepat untuk mengumumkan berita gembira ini, termasuk berbagai cara unik menyampaikan kehamilan Mama pada keluarga dan sahabat.

Masalahnya, tidak semua momen tepat untuk mengumumkan kehamilan itu. Jika Mama kurang memperhatikan situasi saat itu, salah-salah Mama malah merasa tersinggung atau sedih karena mendapatkan reaksi yang tidak sesuai harapan.

Dilansir dari verywellfamily.com, kali ini Popmama.commerangkum 6 momen yang membuat Mama berpikir ulang sebelum mengumumkan kehamilan.

1. Momen besar orang lain

1. Momen besar orang lain
Freepik/Jcomp

Sedang kumpul bersama keluarga besar? Waktu spesial ini kerap jadi ajang temu kangen dan bertukar kabar. Apalagi, jika seluruh anggota keluarga hadir lengkap.

Namun, pastikan Mama tidak mencuri momen besar orang lain. Ada baiknya Mama menahan diri ketika salah seorang sepupu membuat pengumuman penting mengenai pertunangan atau pernikahannya.

Lebih baik tunda dulu pengumuman kehamilan ini. Lakukan pada acara kumpul keluarga lain waktu. Hal sama berlaku jika Mama sedang menghadiri pernikahan keluarga atau teman. Biarkan mereka menikmati momen besarnya dengan bahagia. Setuju?

2. Saat sedang berduka cita

2. Saat sedang berduka cita
Pixabay/markzfilter

Ketika ada anggota keluarga, kerabat, atau teman yang sedang berduka, Mama jelas harus menunda pengumuman kehamilan ini demi menghargai mereka.

Duka cita dan suka cita sudah pasti berlawanan. Memberitahukan kabar bahagia sama saja menunjukkan sikap kurang berempati pada duka mendalam yang mereka rasakan.

Editors' Pick

3. Ketika Mama sedang marah

3. Ketika Mama sedang marah
Freepik/Noxos

Ketika Mama sedang melampiaskan emosi akibat rasa kesal dan marah, mudah sekali memakai alasan kehamilan sebagai rasionalisasi. Misalnya, Mama sedang bertengkar dengan Papa karena suatu hal.

Alih-alih fokus pada masalah dan menyelesaikannya, Mama justru meluapkan kekesalan dengan mendeklarasikan kehamilan, seperti “Ya, kamu memang nggak peka, makanya nggak nyadar kalau aku hamil kan?”

Berita gembira ini hanya jadi solusi instan pada masalah yang tengah dihadapi. Bukan tidak mungkin masalah serupa bisa terulang lagi di masa mendatang jika Mama belum menyelesaikannya dengan baik.

4. Saat wawancara kerja

4. Saat wawancara kerja
Pixabay/styles66

Mama sedang melakukan wawancara kerja di calon kantor baru? Meski mengatakan langsung pada atasan soal kehamilan itu disarankan, hal serupa tidak berlaku saat Mama sedang wawancara kerja.

Kecuali pewawancara menanyakan langsung pada Mama, lebih baik Mama tidak mengatakan soal kehamilan ini lebih dulu pada proses seleksi kerja.

Lain cerita jika Mama sudah diterima, maka melaporkan diri kepada bagian HRD soal kehamilan menjadi sesuatu yang perlu dilakukan.

5. Ketika kehamilan menjadi isu sensitif

5. Ketika kehamilan menjadi isu sensitif
Unsplash/Ben White

Adik ipar baru saja keguguran? Sahabat baik Mama sudah menikah bertahun-tahun tetapi belum dikaruniai anak? Kehamilan menjadi isu sensitif bagi mereka.

Untuk itu, Mama harus peka membaca situasi agar jangan sampai berita kehamilan ini malah membuat mereka tersinggung.

Jika perlu, Mama menyampaikan secara khusus berita tersebut kepada mereka, mengingat mereka adalah orang-orang terdekat Mama. Memang kehamilan itu rezeki dari Tuhan, tetapi Mama punya pilihan untuk tetap menjaga perasaan mereka saat mendengar berita kehamilan ini.

6. Ketika Mama merasa belum siap membicarakan kehamilan

6. Ketika Mama merasa belum siap membicarakan kehamilan
Freepik/Jcomp

Sekali Mama mengumumkan kehamilan ini, setiap orang akan bertanya ini dan itu. Jika Mama merasa belum siap menghadapi rasa ingin tahu mereka, maka tunda dulu pengumuman kehamilan tersebut.

Bisa jadi Mama enggan menyampaikan kehamilan ini karena khawatir dengan riwayat keguguran yang pernah dialami sebelumnya. Mungkin juga Mama belum yakin karena belum memeriksakan diri langsung ke dokter kandungan.

Ketika Mama yakin dan siap mengabarkan kehamilan ini, pertimbangkan juga pada siapa dan kapan Mama memberitahunya, termasuk cara mengumumkan kehamilan pada keluarga besar melalui media sosial atau grup keluarga.

Itulah 6 momen yang dirasa kurang tepat untuk menyampaikan kehamilan Mama. Cermat membaca situasi dan bersikap hati-hati jauh lebih baik agar Mama tetap bisa menjalani kehamilan tanpa terbebani rasa khawatir dan cemas berlebihan. Semoga kehamilan Mama sehat selalu ya!

Baca juga:

Topic:

The Latest