Cara Mengatasi Nyeri Saat Hamil Muda

Nyeri saat hamil muda bisa wajar bisa tidak, ini cara mengatasinya

29 April 2019

Cara Mengatasi Nyeri Saat Hamil Muda
Freepik

Dalam kondisi hamil muda, perubahan fisik tubuh Mama memang belum begitu tampak. Akan tetapi, Mama mulai merasakan berbagai keluhan klasik yang kerap dialami ibu hamil. Mulai dari mual, muntah, pusing, sering buang air kecil, sampai nyeri pada perut bagian bawah.

Nyeri atau kram perut selama masa kehamilan ini sebetulnya kondisi normal dalam setiap kehamilan. Meskipun begitu, Mama tetap perlu waspada kapan rasa nyeri itu bisa menjadi indikator sesuatu yang lebih serius.  

Kali ini Popmama.com akan memberikan Mama  informasi tentang nyeri saat hamil muda, penyebab, dan bagaimana cara mengatasinya.

1. Kram perut dan keluar bercak darah adalah tanda awal kehamilan

1. Kram perut keluar bercak darah adalah tanda awal kehamilan
momjunction.com

Kebanyakan calon ibu hamil salah mengira soal nyeri di perut. Apalagi jika dibarengi dengan keluarnya sedikit bercak darah atau spotting. Pasalnya, situasi ini kerap muncul pada 10-14 hari usai ovulasi, atau pada perkiraan waktu jadwal menstruasi Mama. Bisa jadi Mama menganggapnya ini sebagai tanda datangnya menstruasi.

Namun, kram perut dan spotting merupakan tanda proses implantasi sedang berlangsung, yakni ketika sel telur yang telah dibuah menempel pada lapisan dinding rahim. Biasanya, spotting hilang dalam 2-3 hari, tetapi perut Mama tetap bisa terasa nyeri sepanjang trimester satu.

2. Nyeri perut karena pembesaran rahim

2. Nyeri perut karena pembesaran rahim
Freepik/Dragana_Gordic

Tubuh Mama tengah menyesuaikan diri dengan kehadiran janin. Perkembangan janin juga membuat rahim Mama kian membesar. Proses membesarnya rahim ini membuat ligamen yang menopang rahim dan otot-otot di sekitar rahim meregang.

Ini juga menjadi penyebab Mama mengeluh soal nyeri perut saat hamil muda. Terlebih ketika Mama bergerak, bersin, atau batuk, kadang nyeri ini semakin terasa.

Editors' Picks

3. Kapan Mama perlu waspada?

3. Kapan Mama perlu waspada
checkpregnancy.com

Meski nyeri perut saat hamil muda terbilang wajar, ada saatnya Mama perlu waspada. Jika dibiarkan tanpa penanganan lebih lanjut, nyeri perut berkepanjangan bisa meningkatkan risiko keguguran. Maka, Mama perlu waspada jika terjadi kondisi berikut:

  • Nyeri perut pada bagian bawah disertai dengan perdarahan selama 3-4 hari
  • Rasa nyeri juga terasa pada bagian punggung
  • Nyeri tidak kunjung hilang meski Mama telah berganti posisi tubuh
  • Muncul kontraksi setiap 5-20 menit dan semakin parah selama 24 jam
  • Nyeri terasa hebat pada salah satu sisi perut bagian bawah.

4. Cara mengatasi nyeri perut saat hamil muda

4. Cara mengatasi nyeri perut saat hamil muda
Freepik

Setelah Mama tahu apa saja penyebab dan kapan perlu waspada terhadap nyeri perut, berikut beberapa langkah mudah yang bisa dicoba untuk mengatasi keluhan ini.

  • Ketika rasa nyeri muncul, Mama bisa minum air putih guna mengurangi kram perut.
  • Berganti posisi, misalnya dari duduk menjadi berdiri atau jalan-jalan santai maupun sebaliknya, juga bisa membantu meredakan keluhan ini.
  • Berolahraga ringan seperti latihan kegel bisa memperkuat otot panggul dan perut, sekaligus membantu mengurangi rasa sakit saat persalinan nanti.
  • Mandi air hangat atau kompres perut dengan botol/handuk hangat.
  • Minta Papa memberi pijatan pelan pada bahu dan punggung Mama agar lebih rileks, sehingga Mama bisa mengalihkan pikiran dari rasa nyeri tadi.
  • Hindari mengonsumsi obat bebas tanpa pengawasan dokter. Meski parasetamol tergolong aman, tidak semua keluhan saat hamil bisa ditangani dengan minum obat. Lebih baik, tanyakan dulu pada dokter, apakah cara ini cukup efektif untuk mengurangi rasa nyeri perut tersebut.

Sekarang Mama sudah tahu apa yang bisa dilakukan ketika mengalami nyeri perut saat hamil muda. Tetap pantau dan terus waspada dengan keluhan tersebut ya, Ma.

Jangan ragu untuk segera menghubungi dokter jika keluhan nyeri perut ini mulai mengganggu dan tidak kunjung reda. Penanganan lebih awal tentu bisa mengantisipasi terjadinya kondisi yang lebih serius pada kehamilan Mama.

Baca juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!