7 'Efek Samping' dari Kehamilan yang Perlu Diketahui

Ada beberapa hal dalam kehamilan yang kadang membuat Mama tak nyaman

19 November 2018

7 'Efek Samping' dari Kehamilan Perlu Diketahui
Freepik

Saat Mama diketahui sudah positif hamil, berbagai perasaan akan campur aduk dirasakan. Mulai dari bahagia sampai cemas.

Selain itu, ada pula beberapa kondisi lain yang bisa juga Mama rasakan selama hamil.

Kondisi-kondisi fisik ini pun seringkali dianggap mengganggu dan membuat tak nyaman.

Mulai dari munculnya stretch mark sampai mual muntah.

Nah, apa saja ya sebenarnya berbagai ‘efek samping’ dari kehamilan yang berisiko dialami perempuan?

Berikut rangkuman informasinya untuk Mama:

1. Morning sickness

1. Morning sickness
Freepik/Dragana_Gordic

Morning sickness alias mual dan muntah berlebihan adalah salah satu kondisi yang banyak dialami oleh para ibu hamil. Kondisi ini biasanya muncul di trimester pertama.

Selain karena faktor hormonal, morning sickness juga bisa muncul karena janin yang sedang mulai bertumbuh di dalam perut Mama.

Tak cuma bertahan di trimester pertama, Ma.

Morning sickness juga sangat mungkin berlanjut hingga trimester kedua. Hanya saja mungkin tingkat keparahannya agak menurun.

Saat morning sickness berjalan semakin parah, ada kemungkinan Mama mengalami hyperemesis gravidarum (HG).

Pada kasus HG, gejalanya dapat mulai mereda di sekitar usia kehamilan 21 minggu.

2. Hemoroid (wasir)

2. Hemoroid (wasir)
Pixabay/Travisdmchenry

Wasir adalah pembengkakkan yang berisi pembuluh darah ketika membesar.

Biasanya, pembuluh darah yang terkena wasir ada di dalam atau mungkin di sekitar anus.

Meskipun mungkin tidak menimbulkan gejala tertentu, wasir bisa sangat membuat Mama tidak nyaman dan bahkan tidak percaya diri.

Dalam beberapa kasus, wasir bisa menyusut dan menghilang dengan sendirinya.

Tapi ada juga kasus wasir yang lebih parah dan bahkan mungkin tetap bertahan sampai setelah Mama tak hamil lagi.

3. Puting menjadi gelap dan membesar

3. Puting menjadi gelap membesar
unsplash.com

Saat hamil, areola di payudara cenderung akan semakin membesar dan warnanya menjadi lebih gelap.

Beberapa peneliti menyebutkan bahwa ini adalah hal alami yang dialami oleh hampir semua ibu hamil.

Alasannya cukup unik, ini adalah respons alami tubuh Mama untuk membantu proses menyusui bayi.

Pada dasarnya, saat lahir bayi masih belum bisa membedakan warna.

Ia hanya bisa membedakan antara terang dan gelap.

Nah, warna gelap pada puting pun membantu bayi untuk bisa menemukan puting untuk menyusu.

Beberapa minggu setelah melahirkan, warna dan ukuran puting biasanya berangsur-angsur akan kembali seperti semula. Jadi, tenang saja ya, Ma.

Editors' Picks

4. Rambut tebal dan berkilau

4. Rambut tebal berkilau
Pexels/Bruce Mars

Saat hamil, berbagai faktor hormonal akan membuat rambut tampak lebih tebal, berkilau dan lebih sehat.

Sayangnya, yang terjadi pasca melahirkan seringkali justru sebaliknya.

Lagi-lagi karena faktor hormonal, Mama justru sangat mungkin untuk mengalami rambut rontok.

Kerontokan ini biasanya dialami mulai dari pasca persalinan sampai nanti sekitar 9 bulan sesudahnya.

Apabila masalah kerontokan rambut ini masih sering terjadi lebih dari waktu tersebut, coba konsultasikan dengan dokter ya, Ma.

Apakah mungkin ada faktor lain selain hormonal yang memicu masalah kerontokan rambut tersebut.

5. Peningkatan libido

5. Peningkatan libido
Freepik

Dorongan seksual yang lebih tinggi juga menjadi salah satu dari efek samping kehamilan yang banyak dialami oleh para Mama.

Namun demikian, kondisi ini biasanya tidak bertahan lama.

Setelah melahirkan, yang terjadi seringkali justru sebaliknya.

Akibat perubahan fisik, emosional dan hormonal, libido justru akan menurun drastis.

Sebagian peneliti meyakini bahwa ini adalah cara alami tubuh untuk memastikan Mama tidak hamil lagi terlalu cepat.

6. Inkontinensia urine

6. Inkontinensia urine
Pexels/Tookapic

Merasa terus-menerus ingin buang air kecil atau sulit menahan buang air kecil selama hamil?

Sayangnya, kondisi ini bisa terus dialami oleh Mama bahkan setelah melahirkan nanti.

Pada Mama yang melewati persalinan normal dan memiliki otot dasar panggul lemah juga lebih mungkin mengalami inkontinensia urine, jika dibandingkan dengan Mama yang melakukan operasi caesar.

Kabar baiknya, masalah ini bisa diatasi meskipun membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Mama bisa mengatasinya dengan rutin melakukan senam Kegel.

7. Stretch mark

7. Stretch mark
Freepik/Onlyyouqj

Stretch mark adalah salah satu masalah umum yang dialami oleh hampir semua ibu hamil.

Meski stretch mark pada sebagian ibu hamil bisa memudar dari waktu ke waktu, ada pula yang tidak bisa hilang sama sekali.

Berbagai krim dan perawatan khusus bisa Mama terapkan untuk memudarkan stretch mark, namun hasilnya berbeda-beda.

Semua bergantung pada kondisi kulit Mama sendiri dan tentu saja faktor hormonal lainnya.

Adakah dari beberapa kondisi ini yang juga Mama alami selama hamil, Ma?

Baca juga: 7 Mitos Kehamilan yang Sering Membayangi Mama Saat Hamil Muda