Calon Mama Wajib Tahu! Ini Tips Tetap Sehat Saat Hamil Janin Kembar

Ada beberapa cara tertentu agar tetap sehat selama hamil, kok

28 Januari 2019

Calon Mama Wajib Tahu Ini Tips Tetap Sehat Saat Hamil Janin Kembar
Freepik/Jcomp

Hamil janin kembar seringkali memicu kecemasan bagi para calon Mama, salah satunya khawatir tidak bisa memberikan asupan dan penunjang yang cukup untuk tumbuh kembang janin.

Selain itu, mengandung lebih dari satu janin juga kerap dianggap berarti Mama memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami komplikasi kehamilan.

Jangan dulu langsung khawatir ya, Ma. Ada beberapa tips simpel yang bisa dilakukan untuk tetap sehat dan bugar selama hamil:

1. Perhatikan pola makan

1. Perhatikan pola makan
Pexels/Lisa Fotios

Janin-janin di dalam tubuh Mama tentu memerlukan asupan nutrisi yang cukup untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Nah, hal ini pun perlu Mama lakukan dengan membentuk pola makan yang tepat.

Saat hamil janin tunggal, biasanya dibutuhkan tambahan 300 kalori dalam menu sehari-hari. Namun ketika Mama hamil janin kembar, jumlah ini akan bertambah.

Yang terpenting adalah pemilihan menu yang tepat, cari sumber nutrisi yang bukan dari makanan sejenis junk food. Perbanyak asupan sayur dan buah, setidaknya hingga lima porsi per hari.

Protein tanpa lemak juga baik dikonsumsi, terutama untuk menjaga kadar gula darah Mama dan mencegah terjadinya hipoglikemia. Jika dokter sudah meresepkan vitamin prenatal, minumlah sesuai anjuran yang diberikan ya, Ma.

Baca juga: Pola Makan dan Pengobatan Ibu Hamil dengan Diabetes Gestasional

2. Pahami tentang kehamilan berisiko tinggi

2. Pahami tentang kehamilan berisiko tinggi
Freepik

Cemas secara berlebihan tak hanya dapat memengaruhi psikis Mama, tapi juga kondisi psikis si Kecil. Oleh sebab itu, penting bagi Mama untuk memahami dan mengontrol kecemasan.

Salah satu hal yang sering membuat cemas adalah ketakutan akan kehamilan berisiko tinggi yang sering dikaitkan dengan hamil janin kembar.

Meskipun ‘kehamilan berisiko tinggi’ kedengarannya menakutkan, bukan berarti ada sesuatu yang harus dicemaskan secara berlebihan.

Contoh risiko tinggi juga bisa termasuk seperti bed rest, persalinan prematur, dan kelahiran melalui operasi caesar.

Agar kecemasan Mama tak semakin parah, jangan ragu untuk berkonsultasi dan membicarakan hal tersebut dengan dokter, Ma.

3. Jaga tubuh tetap aktif

3. Jaga tubuh tetap aktif
Pexels/Daniel Reche

Tetap aktif secara fisik membantu tubuh Mama mempertahankan fungsionalitas yang baik dan membantu menghindari sakit punggung dan sendi.

Beberapa contoh latihan fisik yang cocok dilakukan oleh ibu hamil, termasuk yang sedang hamil janin kembar, adalah yoga prenatal. Latihan ini dapat membantu mengencangkan otot dan membuatnya siap untuk persalinan.

Selain itu, tetap aktif juga membantu mengurangi risiko diabetes gestasional. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh plasenta yang mengeluarkan hormon anti-insulin.

Apabila Mama sedang diminta untuk banyak beristirahat atau bahkan bedrest, coba tanyakan pada dokter apakah Mama masih boleh melakukan yoga atau tidak. Diskusi ini penting guna memastikan kondisi kesehatan Mama.

Baca juga: 5 Posisi Yoga Terbaik untuk Ibu Hamil

Editors' Picks

4. Jangan ragu meminta bantuan

4. Jangan ragu meminta bantuan
Freepik/Rawpixel.com

Sistem pendukung menjadi sesuatu yang sangat penting untuk ibu hamil, Ma. Terutama unutk melakukan hal-hal yang mulai terasa sulit Mama lakukan.

Misalnya pekerjaan rumah sehari-hari seperti mencuci pakaian, mencuci piring, atau membersihkan area rumah yang mungkin terasa sulit.

Akan jauh lebih baik jika ada asisten rumah tangga yang bisa membantu Mama menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan tumah tersebut. Jangan paksakan tetap melakukan seorang diri jika memang sudah sulit ya, Ma.

5. Bergabung dengan teman sesama

5. Bergabung teman sesama
Pexels/Rawpixel.com

Banyak berkomunikasi dengan para ibu-ibu hamil janin kembar lainnya, misalnya di media sosial atau di blog, akan membantu Mama mendapatkan informasi dan bahkan teman berbagi cerita.

Mama juga bisa mendapatkan saran-saran awal yang mungkin terasa biasa namun sangat penting, misalnya mencari rumah sakit yang direkomendasikan untuk ibu hamil kembar, dokter kandungan yang sering menangani kasus ibu hamil kembar, dan lain sebagainya.

6. Berbaring di sisi samping

6. Berbaring sisi samping
Pexels/Rawpixel.com

Usia kehamilan 16 minggu biasanya menjadi waktu di mana Mama sebaiknya mulai peduli pada posisi tidur, terutama saat Mama hamil janin kembar.

Pada waktu ini rahim sudah bertumbuh semakin besar dan aliran darah yang tak lancar membuat Mama menjadi pusing.

Jika memungkinkan, carilah posisi berbaring yang benar-benar membuat Mama nyaman, misalnya dengan berbaring di sisi samping. Jika perlu, gunakan juga tambahan bantal untuk menopang beberapa bagian tubuh Mama.

7. Cari perawatan profesional yang cocok

7. Cari perawatan profesional cocok
Freepik/Pressfoto

Hamil janin kembar berarti Mama memerlukan perawatan dan pengobatan yang tepat. Oleh sebab itu, penting bagi Mama menemukan tenaga medis yang benar-benar cocok.

Cocok di sini bukan hanya mampu melakukan tugasnya dengan baik, tapi juga bisa membuat Mama merasa nyaman. Dengan begitu, Mama lebih leluasa saat berkonsultasi dan tidak merasa terbebani.

Selain itu, kunjungan rutin ke dokter atau bidan juga sangat penting, terutama mendiskusikan segala sesuatu tentang keadaan fisik dan mental Mama.

Baca juga: Gejala dan Tanda-Tanda Hamil Kembar yang Perlu Mama Ketahui

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;