5 Cara Mudah Atasi Kebiasaan Mengompol di Masa Kehamilan

Apa yang membuat Mama jadi sering mengompol saat hamil?

25 November 2019

5 Cara Mudah Atasi Kebiasaan Mengompol Masa Kehamilan
Freepik/jcomp

Saat hamil Mama sering mengompol di celana?

Ya, mengompol rupanya tidak hanya dialami anak kecil saja, namun juga bisa terjadi pada ibu hamil.

Kondisi tersebut biasanya dinamakan inkontinensia urine. Di mana seorang ibu hamil tidak mampu mengontrol keluarnya urine.

Sebab saat hamil, uterus yang membesar akan memberi tekanan pada kandung kemih. Inilah yang menyebabkan otot-otot tadi memberi tekanan tambahan di kandung kemih.

Meski tidak berbahaya, inkontinensia urine tentu membuat Mama tidak nyaman.

Kalau sudah begitu Mama harus mengatasinya agar tidak mengompol terus-menerus. Berikut 5 cara mudah yang bisa ibu hamil lakukan. Yuk, lihat rangkuman selengkapnya dari Popmama.com :

1. Menggunakan catatan untuk menuliskan waktu buang air kecil

1. Menggunakan catatan menuliskan waktu buang air kecil
Freepik/ bedneyimages

Inkontinensia urine memang bisa dipengaruhi oleh proses kehamilan.

Setiap Mama buang air kecil, coba gunakan catatan atau jurnal untuk menuliskan waktu buang air kecil. Hal ini akan membuat aktivitas buang air kecil Mama lebih terkontrol.

Bila sudah mulai terbiasa, ikuti pola tersebut untuk jangka waktu tertentu.

Jadi, jangan tunggu sampai Mama benar-benar ingin buang air kecil agar tidak mengompol ketika batuk atau tertawa.

Editors' Picks

2. Senam kegel memperkuat otot sekitar vagina ibu hamil

2. Senam kegel memperkuat otot sekitar vagina ibu hamil
Freepik/ pch.vector

Mengatasi kebiasaan mengompol saat hamil juga bisa dilakukan dengan cara melakukan senam kegel secara rutin.

Senam kegel adalah latihan kontraksi kecil yang terjadi di dalam otot dasar panggul yang menguatkan uretra, kandung kemih, rahim dan dubur.

Latihan kegel itu sendiri sebenarnya untuk memperkuat otot sekitar vagina ibu hamil.

Lakukan senam kegel selama kurang lebih 30 kali setiap hari di rumah.

3. Usahakan agar berat badan tidak naik secara berlebihan

3. Usahakan agar berat badan tidak naik secara berlebihan
Freepik/rawpixel.com

Langkah berikutnya untuk mencegah inkontinensia urine di masa kehamilan adalah menerapkan gaya hidup sehat.

Tindakan ini dapat dilakukan dengan cara menurunkan berat badan.

Selama hamil, usahakan agar berat badan Mama tidak naik secara berlebihan. Sebab jika semakin besar kenaikan berat badan, maka kandung kemih akan semakin tertekan.

Kenaikan berat badan yang berlebihan saat hamil juga membuat ibu hamil rentan mengalami seringnya buang air kecil.

Untuk mengurangi risiko tersebut, maka sebaiknya berfokus pada pemilihan makanan. Pilihlah buah dan sayuran yang segar.

4. Menghindari beberapa minuman yang menjadi pemicunya

4. Menghindari beberapa minuman menjadi pemicunya
Freepik

Ternyata minuman yang mengandung kafein seperti teh, kopi dan minuman berenergi bersifat diuretik bisa menyebabkan kandung kemih menjadi lebih sensitif.

Hal itu akan memproduksi urine lebih banyak dari biasanya dan menyebabkan Mama jadi mudah mengompol.

Cara selanjutnya yang dapat Mama coba lakukan untuk mengatasi mengompol saat hamil adalah dengan menghindari beberapa minuman yang menjadi pemicunya.

Sebaiknya konsumsi minimal 8 gelas air putih agar kandung kemih dan ginjal tidak bekerja terlalu keras, sehingga gangguan dan infeksi dapat dihindari.

5. Menggunakan panty liner untuk berjaga-jaga

5. Menggunakan panty liner berjaga-jaga
Freepik/yanalya

Ketika hamil, kondisi rahim yang membesar memberikan tekanan ekstra pada kandung kemih. 

Meski tidak berbahaya, namun inkontinensia dapat sangat mengganggu.

Oleh sebab itu, Mama bisa menggunakan pembalut atau panty liner untuk berjaga-jaga agar air seni yang keluar tidak tembus ke celana. Segera ganti jika terasa basah.

Nah, itulah sekilas informasi tentang 5 cara mudah atasi kebiasaan mengompol di masa kehamilan. Berkonsultasikan dengan dokter jika inkontinensia urine mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.