Amankah Menggunakan Kuteks Saat Hamil?

Warna apa yang paling kamu suka?

1 Maret 2019

Amankah Menggunakan Kuteks Saat Hamil
Pexels/Element5 Digital

Siapa yang tidak ingin kukunya terlihat lebih manis dengan warna-warna cantik dari kuteks atau cat kukku favorit?

Sebagian ibu hamil tetap ingin tampil stylish, mulai dari memakai pakaian hingga mengecat kuku dengan warna favorit.

Nah, dengan memoleskan pewarna kuku maka tampilan ibu hamil jadi lebih memesona.

Tapi sebelum mengaplikasikan kuteks, Mama harus perhatikan 5 hal ini. Berikut Popmama.com sajikan rangkumannya!

1. Perhatikan kandungan utama dari kuteks

1. Perhatikan kandungan utama dari kuteks
Freepik

Selama hamil Mama ingin tampil menarik dengan memakai kuteks. Tapi apakah Mama pernah mengetahui bahan utama dari pembuatan cat kuku?

Pada umumnya, kuteks memiliki kandungan TPHP (riphenyl Phosphate). Tahukah Ma? Kandungan tersebut bisa memengaruhi fungsi hormon seseorang, terutama ibu hamil.

Zat TPHP sendiri digunakan agar kuteks jadi fleksibel saat digunakan dan lebih awet.

Di sisi lain, sebenarnya zat TPHP biasa digunakan untuk membuat plastik, lho. Dengan kata lain zat kimia ini sangat berbahaya, yakni mengacaukan sistem metabolisme tubuh dan memicu gangguan kesehatan.

2. Waspada jika ada kandungan formalin

2. Waspada jika ada kandungan formalin
Pexels/Moose Photos

Jangan asal pakai kuteks, apalagi saat hamil.

Perhatikan kandungan lain dalam pembuatan cat kuku.
Pada umumnya kuteks mengandung formalin sebagai bahan pengeras.

Saat memakai kuteks maka bahan kimia tersebut bisa terhirup oleh ibu hamil.

Tentunya akan berdampak buruk pada janin, karena aroma formalin dari kuteks akan cepat terurai di dalam tubuh ibu hamil. Hal tersebut menyebabkan terjadinya iritasi pada hidung, mata, tenggorokan dan paru-paru.

Editors' Picks

3. Antisipasi terhadap bahan kimia lainnya

3. Antisipasi terhadap bahan kimia lainnya
Freepik

Memakai kuteks memang kegiatan yang menyenangkan bagi sebagian perempuam. Tapi saat hamil, Mama harus perhatikan kandungan cat kukunya.

Ma, jika ada kandungan bahan beracun seperti DBP (Dibutyl Phathalate) maka sebaiknya jangan dipakai. Tentunya zat kimia tersebut bisa membahayakan bagi kehamilan.

Efek buruk dari kuteks yang mengandung bahan DBP, yaitu dapat merasa mual dan pusing ketika mencium aroma yang menyengat dari kuteksnya.

4. Jauhkan kuteks jika mengandung toluene di atas 0.2%

4. Jauhkan kuteks jika mengandung toluene atas 0.2%
Freepik/Freepic.diller

Banyak hal yang harus diketahui tentang masa kehamilan, salah satunya untuk memutuskan memakai kuteks.

Ma, ternyata kuteks juga mengandung zat berbahaya lainnya. Di mana kuteks mengandung zat kimiawi seperti toluene.

Toluene pun digunakan untuk melicinkan kuteks agar mudah digunakan. Sementara zat tersebut bisa menyebabkan Mama iritasi. Bahkan dapat merusak sistem saraf, sehingga dapat menyebabkan janin mengalami lahir dengan kondisi cacat.

Apabila Mama ingin memakai kuteks, maka hindari pemakaian jika terdapat kadar toluene lebih dari 0,2%.

5. Pemakaian yang wajar

5. Pemakaian wajar
Pexels/Pixabay

Sebenarnya tak ada larangan khusus ibu hamil tidak boleh memakai kuteks.

Semua kembali pada diri masing-masing. Salah satunya adalah dengan berhati-hati saat mengaplikasikan cat kuku. 

Gunakan kuteks hanya pada waktu-waktu tertentu saja, ya!

Sebaiknya Mama tidak memakai kuteks sepanjang hari. Sebab kandungan kimia di dalam kuteks akan berdampak buruk, terutama selama masa kehamilan.

Saat hamil, sebaiknya melakukan pemakaian yang wajar dan tetap perhatikan bahan kimia yang terkandung di dalamnya. Carilah produk kuteks yang benar-benar aman, yaitu memilih merek yang sudah bebas toksin, cruelty-free dan vegan friendly.

Jangan lupa juga perhatikan nail polish remover, gunakan produk yang aman. Pastikan juga selalu cuci tangan dengan sabun untuk menghilangkan sisa bahan kimia yang menempel di kuku. 

Baca juga: