Ibu hamil diperbolehkan minum teh tarik kemasan ketika sedang menginginkannya. Namun, minuman ini sebaiknya hanya dikonsumsi sesekali dan tidak menjadi minuman yang dikonsumsi terlalu sering selama kehamilan.
Pasalnya, teh tarik mengandung sejumlah bahan yang apabila dikonsumsi secara berlebihan dapat kurang baik bagi kehamilan. Beberapa kandungan yang perlu diperhatikan antara lain kafein, gula, dan lemak.
Kafein pada teh tarik berasal dari teh yang digunakan sebagai bahan dasarnya. Jumlah kafein dapat berbeda-beda, tergantung jenis teh dan produk yang digunakan. Dalam satu gelas teh tarik berukuran sekitar 250 ml, kandungan kafeinnya dapat mencapai sekitar 30–50 mg.
Selama hamil, Mama dianjurkan untuk membatasi total asupan kafein hingga maksimal 200 mg per hari. Oleh karena itu, penting untuk memperhitungkan kafein dari teh tarik sekaligus minuman lain yang dikonsumsi dalam satu hari.
Selain kafein, teh tarik juga umumnya dibuat dengan tambahan gula pasir, susu evaporasi, dan krimer kental manis. Satu gelas teh tarik biasanya mengandung setidaknya 150–200 kalori, yang sebagian besar berasal dari gula dan lemak.